Buntut Panjang Satpam Tuduh 2 Pria Curi Sawit Usai Video Pengeroyokan Beredar

Konawe Selatan

Buntut Panjang Satpam Tuduh 2 Pria Curi Sawit Usai Video Pengeroyokan Beredar

Tim BeritaKlik - detikSulsel
Senin, 06 Jul 2026 08:30 WIB
Satpam perusahaan sawit diduga keroyok dua pria di Konawe Selatan.
Ranon dan Alfin, dituduh mencuri sawit dan mengalami pengeroyokan oleh satpam PT Merbaujaya. Foto: dok istimewa
Konawe Selatan -

Kasus dua pria bernama Ranon dan Alfin yang dituduh mencuri sawit oleh satpam PT Merbaujaya Indahraya di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra), berbuntut panjang. Satpam perusahaan sawit itu kini dilaporkan ke polisi setelah video pengeroyokan Ranon dan Alfin beredar.

Perkara ini bermula saat korban Ranon sedang bekerja di tempat pengolahan kayu atau somel di sekitar kawasan perusahaan sawit pada Jumat (20/2). Saat bekerja, korban didatangi rekannya Alfin yang meminta bantuan mengangkut buah sawit dengan upah Rp 200 ribu.

"Dia lagi kerja di somel kayu, terus datang temannya ajak minta bantu angkat sawit. Dia dijanjikan mau dibayar Rp 200 ribu karena hanya di mobil kecil," kata sepupu Ranon, Junar kepada BeritaKlik, Jumat (3/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah selesai mengangkut sawit, korban menerima upah yang dijanjikan lalu pulang ke rumah. Namun pada Sabtu (21/2) dini hari, seseorang yang mengaku sebagai perwakilan perusahaan mendatangi rumah korban dan mempertanyakan sawit yang telah diangkut.

"Ada yang mengaku sekuriti dia bilang katanya mereka ambil sawit perusahaan, diajak ke pos sekuriti. Nah, sepupu saya ini terpaksa ikut. Tapi di perjalanan dia dialihkan ke sekuriti lain," bebernya.

ADVERTISEMENT

Menurut Junar, korban bersama rekannya dituduh mencuri buah sawit, meski telah menjelaskan hanya membantu mengangkut atas permintaan temannya. Korban bahkan disebut berada di pos sekuriti hingga pagi hari untuk menjalani pemeriksaan.

"Dia dibawa ke pos sekuriti dan disekap di sana. Dituduh mencuri sawit. Padahal dia sudah jelaskan hanya ikut diajak temannya. Namanya anak muda, dengar uang bisa buat beli rokok," ungkap Junar.

Setelah diinterogasi, korban mengira persoalan telah selesai. Namun saat hendak meninggalkan lokasi, korban bersama rekannya justru diduga menjadi sasaran pengeroyokan oleh sejumlah orang. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka-luka.

"Mereka dituduh mencuri sawit, padahal mereka sudah minta maaf. Tapi mereka dikeroyok," tuturnya.

Satpam Perusahaan Dilaporkan Balik ke Polisi

Junar mengatakan sebelum melaporkan dugaan penyekapan dan pengeroyokan, kedua korban sempat dipolisikan karena dituduh mencuri buah sawit milik PT Merbaujaya Indahraya. Kasus dugaan pencurian itu kemudian berakhir damai pada Sabtu (14/3).

"Memang awalnya mereka sempat dilaporkan karena dituduh mencuri, tapi sudah damai. Dan ternyata kami baru tahu ada video mereka dikeroyok, jadi kami buat laporan ke polisi," bebernya.

Ranon melaporkan dugaan penyekapan dan pengeroyokan itu ke Polsek Landono pada Jumat (3/7). Korban juga telah menjalani visum sebagai bagian dari proses penyelidikan.

"Sudah kita melapor tadi dan sudah diperiksa dan korban sudah divisum juga," jelas Junar.

Sementara itu, Kapolsek Landono Ipda Khailullah membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut. Polisi kini telah meminta keterangan korban dan mulai melakukan penyelidikan.

"Laporannya sudah saya terima tadi pagi dan sudah di-BAP Reskrim. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Kades di Lumajang Dikeroyok-Dibacok OTK, Polisi Buru Pelaku"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads