Kasus tenggelamnya KLM Nurul Salsa yang menewaskan 4 penumpang di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), kini dinaikkan ke tahapan penyidikan. Polisi segera menetapkan tersangka dalam perkara itu.
Kapolres Selayar AKBP Didit Imawan menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah pihaknya menggelar perkara pada Sabtu (8/8). Penyidik selanjutnya akan kembali mendalami keterangan dari beberapa pihak terkait tenggelamnya kapal.
"Kami baru melaksanakan gelar perkara penyebab tenggelamnya KLM Nurul Salsa di wilayah Polassi Kepulauan Selayar. Hari ini kita putuskan dari hasil gelar perkara tadi dari kasus yang awalnya penyelidikan kita tingkatkan ke penyidikan," ujar Didit kepada wartawan, Sabtu (8/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Didit mengatakan, penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang berkaitan dengan perkara tersebut. Hasil pemeriksaan nantinya menjadi dasar untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab.
"Untuk saat ini kita akan melakukan BAP (berita acara pemeriksaan) kepada pihak-pihak yang terkait untuk ditingkatkan menjadi tersangka," katanya.
Proses penyidikan melibatkan sejumlah unsur kepolisian. Penyidik Polair Polres Selayar dan Satreskrim Polres Selayar mendapat dukungan penuh dari Direktorat Polairud Polda Sulsel.
"Kita secepatnya akan Kita tetapkan tersangkanya. Kita masih dalami nanti kita akan sampai siapa tersangkanya," tegas Didit.
Sementara itu polisi menuturkan, jumlah korban meninggal dunia akibat tenggelamnya KLM Nurul Salsa masih berjumlah empat orang. Satu korban di antaranya meninggal dunia akibat terkena serangan jantung.
"Sampai saat ini ada 4 jenazah yang satu meninggal dunia karena sakit jantung dan tiga lainnya itu sudah kami makamkan. Satu di Desa Jampea dan dua orang lagi di Polres Selayar," imbuhnya.
Diketahui, KLM Nurul Salsa awalnya bertolak dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Selayar, Rabu (15/7) sekitar pukul 05.00 Wita. Kapal lalu mengalami mati mesin hingga tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polassi atau sekitar 43 nautical mile dari Pelabuhan Benteng Selayar.
Kapal tersebut membawa total 76 penumpang. Sebanyak 58 orang di antaranya, empat korban meninggal dunia dan 14 penumpang yang dinyatakan hilang dan belum ditemukan.
