Kartu Kredit Warga Makassar Dibobol OTK untuk Beli Emas-iPhone di Kendari

Kartu Kredit Warga Makassar Dibobol OTK untuk Beli Emas-iPhone di Kendari

Nadhir Attamimi - detikSulsel
Minggu, 09 Agu 2026 10:30 WIB
Frederick Roring di Makassar melaporkan penggunaan kartu kreditnya senilai Rp 341 juta oleh orang tidak dikenal untuk membeli emas dan iPhone 17 Pro Max.
Pria diduga pakai kartu kredit warga Makassar belanja di Kendari. Foto: dok istimewa
Makassar -

Pria bernama Frederick Roring (32) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengaku empat kartu kreditnya digunakan orang tidak dikenal (OTK) untuk bertransaksi senilai Rp 341 juta. Pelaku terlacak membeli emas hingga iPhone 17 Pro Max di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

"Total yang diambil itu sekitar Rp 341.958.000, itu digunakan pelaku di Kendari," kata Frederick kepada BeritaKlik, Sabtu (8/8/2026).

Dia menduga kartu kreditnya tercecer saat berada di salah satu pusat perbelanjaan di Makassar pada Jumat (10/7). Frederick kemudian mendapat notifikasi transaksi dari kartu kreditnya itu di Kendari, pada Sabtu (11/7).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seluruh kartu masih saya pegang di Makassar sampai tanggal 10 Juli 2026. Lokasi kemungkinan tercecer yaitu di Marugame Udon Mall Ratu Indah Makassar. Lalu kartu berhasil dilakukan penggesekan oleh pelaku di Kendari," bebernya.

Dia mengungkapkan tiga kartu kreditnya digunakan pelaku bertransaksi di toko emas di Kendari. Dengan rincian masing-masing transaksi senilai Rp 198 juta, Rp 20,4 juta, dan Rp 70 juta.

ADVERTISEMENT

"Transaksi di Toko Inti Jaya Mas dilakukan menggunakan tiga kartu kredit. Dua kartu merupakan kartu kredit Bank Mandiri dengan transaksi masing-masing Rp 198 juta dan Rp 20,4 juta. Sementara kartu kredit Bank DBS digunakan untuk transaksi Rp 70 juta," bebernya.

Selanjutnya pelaku melakukan transaksi senilai Rp 53.558.000 di toko handphone menggunakan kartu kredit Bank UOB. Frederick menyebut transaksi tersebut digunakan untuk membeli satu unit iPhone 17 Pro Max.

"Di sini dia menggunakan untuk membeli iPhone 17 Pro Max," bebernya.

Frederick menduga pelaku telah mengetahui batas limit kartu kredit miliknya sebelum melakukan transaksi dalam jumlah besar. Dugaan itu muncul setelah terdapat percobaan transaksi senilai Rp 280 juta menggunakan salah satu kartu Bank Mandiri yang gagal karena limit tidak mencukupi.

"Pelaku kayaknya tahu nominal hampir pasti limit salah satu kartu kredit Mandiri, ada percobaan transaksi di awal sebesar Rp 280 juta tapi gagal," ungkap dia.

Tak hanya mengetahui limit kartu, Frederick juga menduga pelaku mengetahui PIN seluruh kartu kredit miliknya. Namun, dia mengaku belum mengetahui bagaimana pelaku bisa mendapatkan informasi tersebut.

"Pelaku juga diduga mengetahui PIN seluruh kartu kredit saya. Untuk bagaimana pelaku mendapatkan informasi tersebut masih perlu didalami. Tapi saya tidak kenal pelaku ini," imbuhnya.

Terkait kasus tersebut, BeritaKlik telah mengonfirmasi Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Wahiduddin. Namun Wahiduddin belum memberikan tanggapan.

Dari video beredar, tampak pelaku memakai masker dan batik berwarna biru masuk ke sebuah toko handphone. Pelaku kemudian melakukan transaksi lalu keluar menenteng sebuah goodie bag berwarna hitam.

Sementara dari foto beredar, tampak pelaku memakai masker dan kaos berkerah duduk di toko emas. Dia tampak membeli emas dari toko tersebut.



(hsr/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads