Anggota KKB Terkapar Ditembak Polisi, Langsung Dibantu Rekan Kabur ke Hutan

Papua Tengah

Anggota KKB Terkapar Ditembak Polisi, Langsung Dibantu Rekan Kabur ke Hutan

Paulus Pulo - detikSulsel
Minggu, 09 Agu 2026 14:10 WIB
Pantauan udara terkait kondisi anggota KKB yang terkapar ditembak polisi di Mimika.
Foto: Pantauan udara terkait kondisi anggota KKB yang terkapar ditembak polisi di Mimika. (dok. istimewa)
Mimika -

Polisi nyaris menangkap anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) berinisial GW yang masuk daftar pencarian orang (DPO) atas kasus pembunuhan Warga Negara Asing (WNA) Selandia di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Pelaku yang terkapar setelah ditembak aparat, langsung dibawa kabur oleh rekannya masuk ke dalam hutan.

"GW mengalami luka pada bagian tubuhnya. Setelah itu, yang bersangkutan mendapatkan pertolongan dari anggota kelompoknya," kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Yusuf Sutejo dalam keterangannya, Minggu (9/8/2026).

Peristiwa ini bermula saat aparat kepolisian tergabung dalam Operasi Damai Cartproporsionalitas Satgas Amole-2026 melakukan penyelidikan terkait keberadaan GW. Aparat kemudian mengidentifikasi pelaku di wilayah Distrik Tembagapura, Mimika, Jumat (7/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aparat kemudian melakukan upaya penegakan hukum dengan melepaskan tembakan ke arah GW. Yusuf menegaskan tindakan ini dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan dan pengembangan informasi yang dilakukan personel secara bertahap.

"Personel gabungan melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap target dengan menyesuaikan situasi di lapangan. Karena situasi di lapangan ini jurang dan bukit, serta tetap berpedoman pada hukum yang berlaku," paparnya.

ADVERTISEMENT

Aparat menduga pelaku GW masih hidup pascapenembakan. Kendati begitu, pelaku GW yang sempat terkapar langsung dibawa kabur oleh rekannya melarikan diri masuk dalam hutan.

"Personel selanjutnya melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di sekitar lokasi. Berdasarkan informasi yang diperoleh, GW kemudian dibawa oleh anggota kelompoknya menuju kawasan hutan," tambah Yusuf.

Diketahui, GW tercatat terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan salah satunya pernah terlibat dalam aksi penembakan terhadap kendaraan LWB di area Mile 69, Distrik Tembagapura pada 14 November 2017. Serangan pelaku mengakibatkan seorang korban berinisial RTS mengalami luka pada paha kiri.

Pelaku GW juga aksi penyerangan dan penembakan di area perkantoran Office Building 1 PT Freeport Indonesia, Kuala Kencana, Mimika pada 20 Maret 2026. Perbuatan pelaku mengakibatkan seorang warga negara Selandia Baru, Graeme Thomas Wall (57) meninggal dunia dan dua karyawan lainnya mengalami luka.

"Untuk yang bersangkutan (pelaku inisial GW) menjabat sebagai Kepala Staff Umum KKB West Papua Army," ungkap Yusuf.

Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Faizal Ramadhani mengatakan, penindakan terhadap GW merupakan bagian dari upaya penegakan hukum. Dia memastikan langkah yang dilakukan sesuai prosedur hukum.

"Terhadap GW, yang bersangkutan merupakan target yang telah tercatat dalam DPO terkait sejumlah perkara pidana. Karena itu, langkah yang dilakukan personel merupakan bagian dari proses penegakan hukum terhadap target tersebut," tegas Faizal.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Adarma Sinaga turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Dia memastikan pihaknya tetap melakukan pengejaran terhadap pelaku.

"Perkembangan di lapangan akan terus kami dalami dan setiap informasi yang disampaikan kepada publik akan didasarkan pada fakta yang telah diverifikasi oleh petugas," pungkas Adarma.



(sar/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads