2 Kelompok Pelajar SMP di Parepare Bentrok Bawa Sajam Libatkan Alumni

2 Kelompok Pelajar SMP di Parepare Bentrok Bawa Sajam Libatkan Alumni

Ardiansyah - detikSulsel
Minggu, 09 Agu 2026 12:30 WIB
Dua kelompok pelajar SMP di Parepare bentrok menggunakan senjata tajam akibat kesalahpahaman.
Dua kelompok pelajar SMP di Parepare bentrok menggunakan senjata tajam akibat kesalahpahaman. Foto: dok istimewa
Parepare -

Dua kelompok pelajar dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) bentrok menggunakan senjata tajam (sajam), gegara salah paham usai nyaris ditabrak di jalanan. Bentrokan itu juga melibatkan alumni dari masing-masing sekolah.

Bentrokan terjadi di depan SMPN 6 Parepare, Jalan Laupe, Kelurahan Bukit Indah, Kecamatan Soreang, Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 13.00 Wita. Siswa SMPN 6 Parepare bentrok dengan siswa SMPN 4 Parepare.

"Jadi permasalahan awalnya itu ada anak SMP 4 mau menabrak (siswa SMPN 6), lalu disuruh singgah. Ternyata anak SMP 4 yang disuruh singgah itu mengira mau dipukul, padahal mau ditanya baik-baik," kata Kepala SMPN 6 Parepare, Purwaka menirukan pengakuan siswanya kepada detikSulsel, Sabtu (8/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kesalahpahaman tersebut rupanya berlanjut hingga keesokan harinya di area sekolah. Rombongan siswa SMPN 4 mendatangi SMPN 6 dengan memboyong puluhan rekan-rekannya untuk menantang berkelahi.

"Besoknya datang semua temannya, ada 9 motor rata-rata bonceng tiga di depan SMP 6 mengajak berkelahi. Awalnya tidak ada anak SMP 6 mau berkelahi, tapi karena sembarang nabilang (ungkapan makian) lalu ada juga alumni SMP 6, jadi dilawan," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Ketegangan makin memuncak saat rombongan alumni dari sekolah lawan kembali mendatangi lokasi. Namun, alumni dari SMPN 6 memilih tidak melayani pertikaian tersebut lantaran melihat kubu lawan membawa senjata tajam.

"Tadi juga datang semua alumninya SMP 4 mau ajak berkelahi, tapi dari alumninya SMP 6 itu tidak mau karena takut kalau ditikam, karena bawa juga pisau. Ada pisau yang dipegang, didapat waktu jatuh temannya, itu mi diamankan," tutur Purwaka.

Purwaka menegaskan pihak sekolah langsung turun tangan meredam situasi agar perselisihan tidak berlarut-larut. Penanganan perkelahian itu diserahkan kepada tim kesiswaan hingga guru Bimbingan Konseling (BK).

"Iya, sudah ditindaklanjuti. Wakasek kesiswaan, guru BK, dan wali kelas telah menangani," tegasnya.

Dia menambahkan bawa insiden keributan tersebut berlangsung di luar gerbang sekolah. Peristiwa itu terjadi tepat pada saat jam kepulangan para siswa.

"Iya, pas pulang sekolah," pungkas Purwaka.

Dari video yang dilihat detikSulsel, tampak seorang siswa tergeletak di pinggir jalan. Tak lama kemudian, seorang pelajar berseragam SMP mendatangi dan memukul siswa tersebut di bagian kepala.

Warga yang berada di lokasi langsung menghentikan aksi pelajar berseragam SMP itu. Sementara korban dibantu warga untuk berdiri dan menjauh dari pelaku.



(hsr/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads