Setiap manusia akan mengalami sarcopenia atau penurunan fungsi masa otot di usia 30 tahun. Karena itu penting menjaga masa otot dengan cara melatihnya secara rutin agar tidak menyusut.
Di berbagai penelitian menunjukkan massa otot memiliki peran penting dalam menjaga kekuatan fisik, metabolisme tubuh, hingga kualitas hidup saat memasuki usia lanjut. Oleh karena itu menjaga masa otot di usia 30 tahun ke atas adalah sebuah kewajiban jika ingin tetap memiliki tubuh yang sehat dan bugar.
Dalam penelitian berjudul Sarcopenia: European Consensus on Definition and Diagnosis yang diterbitkan dalam jurnal Age and Ageing pada 2010, Alfonso J. Cruz-Jentoft dan rekan-rekannya menjelaskan bahwa sarcopenia atau penurunan massa otot berkaitan dengan menurunnya kemampuan fisik, meningkatnya risiko jatuh, serta berkurangnya kualitas hidup pada usia lanjut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penurunan massa otot bukan hanya persoalan kekuatan tubuh, tetapi juga dapat mempengaruhi kemampuan seseorang menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri."
Temuan serupa juga disampaikan dalam jurnal Sarcopenia yang diterbitkan Journal of the American Medical Directors Association pada 2011. Penelitian yang dipimpin oleh Roger A. Fielding menyebutkan bahwa kehilangan massa otot dapat dimulai sejak usia dewasa dan akan semakin terlihat seiring bertambahnya usia apabila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang memadai.
Selain berperan dalam pergerakan tubuh, otot juga memiliki fungsi penting dalam metabolisme energi. Dalam buku Exercise Physiology: Nutrition, Energy, and Human Performance, William D. McArdle, Frank I. Katch, dan Victor L. Katch menjelaskan bahwa massa otot membantu tubuh menggunakan energi secara lebih efisien dan berkontribusi terhadap kesehatan metabolik secara keseluruhan.
"Banyak orang fokus pada angka timbangan, padahal menjaga massa otot sama pentingnya untuk mempertahankan kesehatan tubuh dalam jangka panjang."
Selain latihan beban dan istirahat yang cukup, faktor nutrisi menjadi bagian penting dalam menjaga massa otot. Dalam artikel Protein Requirements and Aging: Implications for Muscle Mass and Function yang diterbitkan di jurnal Current Opinion in Clinical Nutrition and Metabolic Care, Douglas Paddon-Jones dan Blake B. Rasmussen menyebutkan bahwa konsumsi protein yang cukup dapat membantu mempertahankan massa dan fungsi otot serta mengurangi dampak penurunan otot akibat proses penuaan.
Sumber protein dapat diperoleh dari berbagai bahan makanan seperti ikan, telur, susu, daging tanpa lemak, tempe, dan tahu. Selain itu, latihan kekuatan seperti angkat beban, push-up, squat, atau olahraga yang melatih ketahanan otot juga dianjurkan untuk membantu mempertahankan massa otot.
"Massa otot bukan hanya tentang penampilan, tetapi merupakan investasi kesehatan yang dapat membantu seseorang tetap aktif, produktif, dan mandiri hingga usia lanjut."
Dengan demikian, menjaga massa otot sejak usia 30-an tidak hanya bermanfaat untuk kebugaran, tetapi juga menjadi langkah penting dalam menjaga kualitas hidup di masa depan.
Simak Video "Video Apoteker: Kekurangan Mikronutrien Jadi Akar Kasus Stunting di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)