detikBali
detikBali-Nusra Awards 2026

Bali Etalase Indonesia, Irjen Daniel: Keamanan Pulau Dewata Jadi Perhatian Dunia

Terpopuler Koleksi Pilihan
detikBali-Nusra Awards 2026

Bali Etalase Indonesia, Irjen Daniel: Keamanan Pulau Dewata Jadi Perhatian Dunia


Wibhi Leksono - detikBali

Kapolda Bali Irjen Daniel Adityajaya dalam pertemuan bersama para pemangku kepentingan pariwisata di Mapolda Bali, Selasa (7/3/2026).
Kapolda Bali Irjen Daniel Adityajaya. (Foto: dok. Polda Bali)
Denpasar -

Bali tidak hanya menjadi destinasi wisata unggulan Indonesia, tetapi juga etalase bangsa di mata dunia. Karena itu, keamanan dan ketertiban di Pulau Dewata menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Kapolda Bali Irjen Daniel Adityajaya menegaskan pentingnya sinergi antara Polri, TNI, pecalang, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan di tengah meningkatnya mobilitas wisatawan domestik maupun mancanegara.

Menurutnya, setiap perkembangan situasi keamanan di Bali akan menjadi perhatian internasional karena Bali merupakan wajah Indonesia yang paling dikenal dunia. Selain sebagai destinasi wisata global, Bali juga menjadi salah satu penyumbang devisa dan investasi terbesar nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setiap perkembangan situasi keamanan di Bali akan selalu menjadi perhatian dunia. Bali bukan hanya rumah bagi masyarakat Bali, tetapi juga etalase Indonesia di mata internasional," ujarnya, Selasa (23/6/2026).

ADVERTISEMENT

Karena itu, Polda Bali terus melakukan berbagai langkah strategis untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Salah satunya dengan memperkuat pengawasan terhadap warga negara asing (WNA) yang berada di Pulau Dewata.

Sepanjang 2025, Polda Bali mencatat sebanyak 225 WNA terlibat sebagai pelaku tindak pidana, sedangkan 339 WNA lainnya menjadi korban kejahatan. Data tersebut menjadi salah satu dasar penguatan sistem pengawasan terhadap aktivitas orang asing guna mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pada 2026, Polda Bali juga menggelar Operasi Sikat Agung yang berhasil menurunkan angka kriminalitas sebesar 23 persen selama periode Januari hingga April. Pengamanan diperkuat melalui patroli rutin di sejumlah kawasan wisata utama seperti Seminyak, Canggu, Ubud, Sanur, dan Nusa Dua yang menjadi pusat aktivitas wisatawan mancanegara.

Selain itu, masyarakat dan wisatawan dapat memanfaatkan layanan darurat 110 yang beroperasi selama 24 jam dengan dukungan layanan multibahasa untuk melaporkan gangguan keamanan maupun tindak kriminal.

Sebagai bagian dari transformasi pengawasan berbasis teknologi, Polda Bali meluncurkan Command Center Cakra Pengawasan Orang Asing (Cakrawasi) pada 13 Maret 2026. Sistem tersebut memungkinkan pemantauan aktivitas WNA secara terintegrasi dan real time melalui data dari hotel, penginapan, serta berbagai pemangku kepentingan terkait.

Adityajaya menegaskan keberhasilan menjaga keamanan Bali tidak hanya bergantung pada aparat penegak hukum. Peran masyarakat, khususnya pecalang sebagai garda keamanan berbasis kearifan lokal, menjadi salah satu kekuatan utama dalam menjaga stabilitas daerah.

Dalam Apel Bersama Pecalang Bali menjelang Hari Bhayangkara ke-80, para pecalang mengikrarkan komitmen untuk bersinergi menjaga kedamaian di setiap jengkal tanah Bali serta mendukung terwujudnya pariwisata yang berkualitas, beretika, dan berkelanjutan.

Kapolda menyebut pecalang merupakan warisan kearifan lokal yang memiliki legitimasi adat kuat karena tumbuh dan mengakar langsung di tengah masyarakat. Dengan jumlah sekitar 25 ribu personel yang tersebar di seluruh Bali, Pecalang menjadi bagian penting dari sistem deteksi dini dan penyelesaian persoalan sosial secara persuasif dan kultural.

"Ketika Polri, TNI, pecalang, dan seluruh elemen masyarakat bersatu dalam satu komitmen, maka stabilitas kamtibmas akan tetap terjaga, potensi konflik dapat dicegah, dan Bali akan tetap berdiri kokoh sebagai daerah yang aman dan damai," tegasnya.

Kapolda juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar serta terus mengedepankan dialog, musyawarah, dan penyelesaian masalah secara humanis.

Menurutnya, menjaga Bali tetap aman dan kondusif bukan hanya untuk kepentingan masyarakat lokal, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan dunia terhadap Indonesia. Karena itu, sinergi antara aparat keamanan, masyarakat adat, pelaku pariwisata, dan seluruh komponen bangsa menjadi kunci utama mempertahankan citra Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia yang aman, nyaman, dan harmonis.




(dpw/dpw)










Hide Ads