detikBali

Duduk Perkara WNA Ribut di Gigi Susu Canggu: Berawal dari Sopir Taksi Diludahi

Terpopuler Koleksi Pilihan

Duduk Perkara WNA Ribut di Gigi Susu Canggu: Berawal dari Sopir Taksi Diludahi


Agus Eka - detikBali

Potongan video keributan massa diduga WNA di Batu Bolong, Canggu, Kuta Utara, Badung, di media sosial.
Potongan video keributan massa diduga WNA di Batu Bolong, Canggu, Kuta Utara, Badung, di media sosial. Foto: Dok. Istimewa
Badung -

Jagat media sosial Instagram dihebohkan oleh rekaman video viral yang memperlihatkan keributan di depan restoran Gigi Susu, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Bali. Kepolisian langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan di lokasi kejadian guna mengungkap kronologi lengkap bentrokan tersebut.

"Anggota kami sudah mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan pengumpulan bahan keterangan terkait video keributan yang viral itu," kata Kapolsek Kuta Utara, Kompol I Ketut Sukadana, Selasa (16/6/2026) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa ini terjadi pada Senin (15/6/2026) sekitar pukul 15.35 Wita saat seorang sopir taksi sedang melintas di Jalan Pantai Batu Bolong dari arah selatan ke utara. Di tengah jalan, pengemudi taksi tersebut mendadak diludahi oleh salah satu dari tiga warga negara asing (WNA) yang sedang mengendarai dua motor matik besar.

"Sopir taksi ini nggak terima perlakuan bule itu sehingga dikejar itu, lalu menyalip motor para bule. Mereka berhenti lah di depan Gigi Susu," ujar Sukadana.

ADVERTISEMENT

Situasi langsung memanas ketika seorang WNA berbaju putih turun dari motornya dan langsung memukul kaca bagian belakang mobil taksi tersebut. Sopir taksi yang merespons aksi itu kemudian turun dari kendaraannya hingga terlibat adu mulut yang sengit dengan sang bule.

"Rekan WNA yang berbaju hitam sebenarnya sempat berupaya melerai perselisihan itu, namun situasi di lapangan tetap saja memanas," tutur Sukadana.

Ketegangan sempat mereda pada pukul 15.37 Wita ketika kelompok WNA tersebut berencana menyalakan motor dan pergi meninggalkan lokasi ke arah utara. Namun saat mereka melintas, sopir taksi tiba-tiba melayangkan pukulan ke arah salah satu WNA berbaju hitam yang sedang berboncengan.

"Karena tidak terima dipukul, kelompok WNA ini menghentikan motornya lalu terjadi aksi saling serang yang memicu keributan besar," jelas Sukadana.

Melihat baku hantam tersebut, sejumlah pengemudi ojek online (ojol) dan ojek pangkalan (opang) yang berada di sekitar lokasi langsung ikut merapat ke tempat kejadian perkara. Kehadiran para pengemudi ojek ini membuat keributan semakin meluas dan melibatkan lebih banyak orang.

"Petugas keamanan dari pihak Gigi Susu atas nama Kanis, Donis, dan Kris langsung turun tangan melerai perkelahian massal tersebut," ungkap Sukadana.

Keributan akhirnya berhasil dikendalikan oleh para petugas keamanan dan kedua belah pihak memutuskan untuk langsung membubarkan diri. Rombongan WNA terpantau pergi lebih dulu ke arah utara yang kemudian disusul oleh sopir taksi setelah situasi dipastikan benar-benar kondusif.

"Kasus ini dipicu oleh tindakan tidak menyenangkan yang berujung kontak fisik, kemudian membesar karena keterlibatan ojol serta opang di lokasi," pungkas Sukadana.




(nor/nor)










Hide Ads