Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Badung terus menggencarkan promosi destinasi wisata kepada pasar India. Salah satunya dengan memperkenalkan destinasi wisata di wilayah Badung utara dan tengah lewat program Familiarization Trip 2026.
Kepala Dinas Pariwisata Badung, Anak Agung Putri Mas Agung, mengatakan promosi wisata harus dilakukan agar sebaran wisatawan merata dan tidak menumpuk di kawasan pantai Badung selatan. Agung Mas menilai kawasan tengah dan utara Badung juga layak menjadi pilihan untuk dikunjungi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ingin tunjukkan potensi wisata budaya, alam, dan desa wisata di Badung. Jadi sasarannya bukan cuma pantai, tapi juga destinasi alternatif di kawasan utara dan tengah," kata Agung Putri Mas Agung, Kamis (14/5/2026).
Agung Mas menjelaskan program promosi wisata ini turut menggaet puluhan agen perjalanan asal India. Mereka diajak berkeliling selama empat hari yang puncaknya berlangsung Rabu kemarin. Beberapa kawasan yang telah dikunjungi, yakni Desa Sulangai, Desa Carangsari, hingga Pura Taman Ayun Mengwi.
"Strategi ini lebih efektif agar ragam karakter wisata Bali ini dipahami. Artinya agen perjalanan ini dapat gambaran sebelum mereka menjual paketnya di negara asal," imbuh Agung Mas.
Para agen perjalanan tersebut juga diberi kesempatan mencicipi kuliner lokal serta melihat prosesi iring-iringan gebogan. Mereka diajak untuk merasakan atmosfer keramahtamahan masyarakat.
Agung berharap kunjungan turis India ke Gumi Keris terus meningkat seiring dengan promosi yang masif. Berdasarkan data BPS, kunjungan turis India secara kumulatif pada triwulan pertama 2026 sudah tembus 116 ribu orang lebih.
"Kami harapkan jaringan industri Bali dan India makin kuat sehingga turis ke destinasi alternatif ikut naik. Pola promosi berbasis budaya ini akan kami perluas ke negara potensial lainnya," pungkasnya.
(iws/iws)

