detikBali

Ingin Kuliah Gratis? Ini 10 Beasiswa 2026 yang Bisa Kamu Daftar Sekarang

Terpopuler Koleksi Pilihan

Relokasi Pasar Senggol ke Gedung Marya Besok, Pedagang Khawatir Omzet Turun


I Dewa Made Krisna Pradipta - detikBali

Sejumlah pedagang mencari lapak barunya, Rabu (20/5/2026) setelah ada instruksi pemindahan sementara Pasar Senggol di Jalan Gajah Mada ke kawasan Gedung Kesenian I Ketut Marya. (Krisna Pradipta/detikBali)
Foto: Sejumlah pedagang mencari lapak barunya, Rabu (20/5/2026) setelah ada instruksi pemindahan sementara Pasar Senggol di Jalan Gajah Mada ke kawasan Gedung Kesenian I Ketut Marya. (Krisna Pradipta/detikBali)
Tabanan -

Puluhan pedagang Pasar Senggol Tabanan direlokasi sementara ke kawasan Gedung Kesenian I Ketut Marya mulai Kamis (21/5/2026). Namun, sejumlah pedagang mengaku kebingungan mencari lokasi lapak baru karena penempatan menggunakan kode dan nomor tertentu.

Salah seorang pedagang, Senit, mengaku sudah berada di lokasi sejak pukul 08.00 Wita untuk mencari lapak barunya. Namun, dia kebingungan mencari lapak barunya karena menggunakan kode beserta nomor. Setelah mendapat lokasi, Senit membutuhkan waktu menentukan arah lapak serta bangunan lapak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Senit berujar jika lapak barunya lebih kecil dibandingkan dengan lapak lamanya di Pasar Senggol. Adapun jualannya yakni Chili Oil dan telur gulung dan sudah berjualan selama tujuh tahun.

"Jujur saja lebih ramai di tempat yang lama. Pasti ada perbedaan karena pindah ke tempat baru. Tapi sebagai masyarakat kami harus tetap mengikuti aturan. Jadi belum bisa diprediksi apakah di tempat baru ini masih tetap ramai atau tidak," ujar warga Banjar Taman Sari, Kecamatan Tabanan ini.

ADVERTISEMENT

Senit menyebut pedagang di lokasi sementara ini akan berjualan selama enam bulan sembari menunggu Terminal Pesiapan yang direvitalisasi. Nantinya, setelah perbaikan Terminal Pesiapan rampung maka seluruh pedagang dipindahkan ke sana.

"Yang penting nantinya setelah di tempat yang baru, pemerintah bisa mensosialisasikan. Rugi kalau tempat strategis tapi pengunjung tidak ada," ujarnya.

Pedagang lainnya, Choirudin juga merasakan hal yang sama. Tentunya pemindahan sementara ini akan menimbulkan pro dan kontra dari pedagang.

"Saya tetap mengikuti saja. Yang penting masih bisa berjualan," ujar pedagang sosis dan aneka Dimsum ini.

Ia yang sudah berjualan di Pasar Senggol sejak tahun 2001 ini memberitahukan pelanggannya jika lapaknya sudah berpindah. Ia memperkirakan omzet penjualan akan menurun pada masa awal relokasi.

"Ya pasti menurun karena kan baru apalagi pelanggan harus mencari dimana lapak. Kalau di tempat yang lama, pelanggan sudah banyak yang tahu," jelasnya.

Sekretaris Manajemen Pasar Senggol Tabanan, Agung Swadana, menuturkan relokasi ini sudah disampaikan ke seluruh pedagang dan harus pindah pada Kamis besok mulai pukul 16.00 Wita.

"Jadi pemindahan ini karena kawasan Jalan Gajah Mada akan direvitalisasi sehingga tidak ada kegiatan atau keramaian. Sehingga pedagang di Pasar Senggol sementara dipindahkan ke kawasan Gedung Marya," ujar Agung Swadana.

Ia mengatakan jumlah pedagang yang terdaftar di Pasar Senggol sebanyak 186. Sebelum pindah, pihaknya telah mensosialisasikan hal ini dan mengimbau untuk mentaati peraturan terutama soal sampah. Selain itu, pihaknya menyediakan transportasi untuk pemindahan barang-barang pedagang.

"Hanya residu yang diserahkan ke pengelola, sementara sampah organik dan anorganik dikelola masing-masing pedagang," pungkasnya.




(nor/nor)










Hide Ads