detikBali
Internasional

Perdamaian AS-Iran Akhiri Blokade Selat Hormuz, Trump: Biarkan Minyak Mengalir

Terpopuler Koleksi Pilihan
Internasional

Perdamaian AS-Iran Akhiri Blokade Selat Hormuz, Trump: Biarkan Minyak Mengalir


Yogi Ernes - detikBali

Aktivitas maritim di Selat Hormuz kembali menjadi perhatian dunia setelah deretan kapal terlihat berlabuh dan melintasi salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia tersebut. Pemandangan aktivitas kapal yang terlihat dari wilayah Musandam, Oman, Kamis (11/6/2026), menggambarkan pentingnya perairan ini sebagai urat nadi perdagangan energi global. REUTERS/Stringer
Selat Hormuz. (Foto: REUTERS/Stringer)
Denpasar -

Blokade militer Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz resmi berakhir. Hal itu setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan damai dengan Iran telah tercapai.

Dilansir dari detikNews, pernyataan tersebut disampaikan Trump tak lama setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharis mengumumkan Iran dan AS telah sepakat berdamai. Kedua negara akan menandatangani kesepakatan damai pada 19 Juni mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol, dan, secara bersamaan, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat," tulis Trump dilansir CNN, Senin (15/6/2026).

"Kapal-kapal di dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!" imbuh Trump.

ADVERTISEMENT

Trump sendiri membenarkan kabar mengenai kesepakatan dengan Iran melalui Truth Social miliknya. Trump mengatakan semua dokumen perjanjian damai dengan Iran telah disepakati.

"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua!" kata Trump.

Sebelumnya, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan AS dan Iran telah sepakat untuk mengakhiri perang. Sharif mengatakan kedua negara akan meneken dokumen kesepakatan damai di Swiss.

"Kedua belah pihak telah menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon," kata Sharif.

"Upacara penandatanganan resmi akan diadakan pada hari Jumat, 19 Juni di Swiss," imbuhnya.

Pernyataan Iran

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi buka suara terkait kesepakatan negaranya dengan AS. Gharibabadi mengatakan komitmen Iran pada kesepakatan itu mulai berlaku saat dokumen telah ditandatangani kedua negara.

"Teks nota kesepahaman telah diselesaikan, dan penandatanganan resmi Nota Kesepahaman Islamabad akan berlangsung di Swiss pada hari Jumat," kata Kazem Gharibabadi kepada media pemerintah dilansir AFP dan CNN, Senin (15/6/2026).

"Komitmen kami akan berlaku mulai hari Jumat," imbuhnya.

Menurut Gharibbadi, ada dua hal yang mulai berlaku setelah Iran dan AS sepakat berdamai. Pertama, pengakhiran perang di semua wilayah Iran, termasuk yang terjadi di Lebanon. Selain itu, kesepakatan damai ini juga menandakan berakhirnya blokade yang dilakukan militer AS di Selat Hormuz.

"Dua hal akan berlaku segera mulai pagi ini," kata Gharibbadi.

"Pertama, pengakhiran permanen dan segera perang di semua front, termasuk Lebanon. Kedua, pencabutan dan penghentian blokade angkatan laut yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap Republik Islam Iran," tambah Gharibabadi.

Dia menjelaskan nota kesepahaman yang telah dicapai antara AS dan Iran tak sekadar hasil upaya diplomatik. Melainkan juga apa yang ia gambarkan sebagai 'pencapaian militer' Iran. Gharibabadi menyebut kesepakatan damai ini sebagai kemenangan untuk Iran.

"Musuh yang menyerang untuk melaksanakan tujuan jahatnya telah dikalahkan dalam semua tujuannya dan Republik Islam Iran memenangkan kemenangan besar dalam perang," ujar Gharibabadi.

Artikel ini telah tayang di detikSport. Baca selengkapnya di sini!




(iws/iws)











Hide Ads