detikBali

Mendadak, Trump Tiba-tiba Umumkan Selat Hormuz Dibuka 19 Juni

Terpopuler Koleksi Pilihan

Mendadak, Trump Tiba-tiba Umumkan Selat Hormuz Dibuka 19 Juni


Retno Ayuningrum - detikBali

Pemandangan dari udara memperlihatkan padatnya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, jalur laut strategis yang kerap disebut sebagai jantung energi dunia. Rekaman drone yang diambil dari wilayah Musandam, Oman, menunjukkan deretan kapal tanker, kapal kargo, dan berbagai armada niaga lainnya yang melintasi perairan sempit namun vital bagi perdagangan global tersebut. REUTERS/Stringer
Selat Hormuz. (Foto: REUTERS/Stringer)
Denpasar -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuat pernyataan mengejutkan dengan menyebut Selat Hormuz akan kembali dibuka pada Jumat 19 Juni mendatang. Pengumuman itu muncul setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran yang disebut sebagai langkah bersejarah.

Kesepakatan tersebut turut dikonfirmasi oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, pada Minggu waktu setempat. Dengan kesepakatan itu, konfrontasi bersenjata antara kedua negara diklaim segera berakhir.

Trump menyebut pembukaan Selat Hormuz akan mengembalikan arus pelayaran dan perdagangan minyak global yang sempat terganggu. Jalur strategis itu sebelumnya dilaporkan lumpuh sejak pecahnya konflik AS-Israel dengan Iran pada 28 Februari lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengumuman tersebut bertepatan dengan ulang tahun Trump yang ke-80 pada Minggu kemarin.

ADVERTISEMENT

Dalam unggahan di media sosial Truth Social, Trump juga mengklaim penghentian blokade militer AS di kawasan tersebut.

"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Dengan ini saya memberikan izin penuh untuk pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya, dan pada saat yang sama, memerintahkan penghentian segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat. Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin kalian. Mari kita alirkan kembali minyaknya," tulis Trump dalam unggahannya di media sosial Truth Social, dilansir dari detikFinance, Senin (15/6/2026).

Dalam pernyataan terpisah, Trump menilai kesepakatan ini akan membuka jalan bagi perdamaian yang lebih luas di Timur Tengah. Ia juga menyindir para pendahulunya yang dinilai gagal meredakan ketegangan dengan Iran.

"Para pemimpin di kawasan ini, untuk pertama kalinya, menemukan sosok presiden yang bisa membantu mereka mewujudkan perdamaian nyata. Dengan dibukanya Selat Hormuz setelah penandatanganan kesepakatan hari Jumat besok untuk pembersihan ranjau, minyak akan kembali mengalir ke kedua ujung kawasan, bahkan ke seluruh dunia!" tulisnya.

Dalam wawancara dengan The New York Times, Trump juga memperingatkan Iran bahwa AS bisa saja kembali melakukan operasi militer atau mengambil peran sebagai pelindung kawasan Timur Tengah dengan syarat tertentu terkait pendapatan regional. Namun, belum jelas apakah pernyataan itu disampaikan sebelum atau sesudah kesepakatan diumumkan.

Artikel ini telah tayang di detikFinance. Baca selengkapnya di sini!




(dpw/dpw)










Hide Ads