Volume sampah di Kabupaten Karangasem meningkat hingga 2 ton saat Hari Raya Galungan. Sampah didominasi jenis organik bekas upacara seperti sisa canang dan sebagainya.
Pantauan detikBali pada Kamis (18/6/2026) pagi, tampak tumpukan sampah yang belum terangkut di beberapa titik di Kota Amlapura. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karangasem mencatat volume sampah di wilayah perkotaan meningkat dari 29 ton pada hari biasa menjadi 31 ton sehari saat Galungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peningkatannya 1-2 ton saat Hari Raya Galungan, sehingga masih ada beberapa titik sampah yang belum terangkut seperti di wilayah Jalan Sudirman, Kecicang, dan Jasri. Namun demikian sampai siang ini kami pastikan sudah terangkut semuanya," kata Kabid Pengelolaan Sampah DLH Karangasem, I Made Yusta Dwi Mertha, Kamis (18/6/2026).
Yusta mengatakan peningkatan volume sampah sudah terjadi sejak penampahan Galungan atau sehari sebelum Galungan. Meski begitu, DLH Karangasem tidak melakukan penambahan personel dan mengoptimalkan petugas pengangkutan sampah yang bertugas hari itu saja.
"Kami optimalkan petugas yang ada, tapi untuk mengoptimalkan pengangkutan sampah ke TPA ada tiga truk yang kami minta untuk melakukan pengangkutan dua kali dalam sehari sejak dua hari yang lalu," ujar Yusta.
Yusta menerangkan ada penyesuaian jadwal pengangkutan sampah semenjak aturan pemilahan sampah antara organik dan anorganik diterapkan. Menurutnya, aturan pemilahan sampah itu efektif menurunkan volume sampah yang masuk ke TPA Linggasana tiap harinya.
Sebelum aturan pemilahan sampah diperketat, dia berujar, TPA Linggasana bisa menerima sampah campuran mencapai 35-40 ton per hari. Namun, sejak pemilahan sampah diterapkan, kini sampah yang masuk ke TPA itu hanya 29 ton sehari.
"Semoga masyarakat semakin taan dalam memilah sampah, sehingga volume sampah yang masuk ke TPA bisa terus kita tekan," harap Yusta.
(iws/iws)












































