detikBali

Trump Disebut Dipermainkan Iran Usai Teken MoU

Terpopuler Koleksi Pilihan

Trump Disebut Dipermainkan Iran Usai Teken MoU


Rita Uli Hutapea - detikBali

AS dan Iran mencapai kesepakatan damai, Trump berkata Biarkan minyak mengalir
Presiden AS Donald Trump. (Foto: BBC World)
Denpasar -

Kesepakatan Presiden Donald Trump dengan Iran untuk mengakhiri perang justru berubah jadi bumerang di dalam negeri. Media-media Amerika Serikat kompak melancarkan kritik keras, menilai langkah itu tak mencapai target pra-perang dan malah menguntungkan Teheran dengan nilai konsesi besar.

Trump menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Iran pada Rabu (17/6) yang ditujukan untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah yang sempat mengguncang ekonomi global.

Namun, alih-alih meredakan kritik, kesepakatan itu langsung memicu gelombang penolakan dari berbagai pihak, termasuk penentang perang hingga sebagian pendukung kebijakan luar negeri AS sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu kritik paling tajam datang dari jaringan televisi MS NOW.

ADVERTISEMENT

"Gedung Putih menyetujui perpanjangan gencatan senjata ini yang tidak memenuhi satupun tujuan pra-perangnya, sementara memberikan konsesi keuangan yang sangat besar kepada Teheran," kata jaringan TV AS, MS NOW.

"Sekarang, pemerintah mati-matian mencoba membantah hal itu. Sederhananya, Trump dipermainkan oleh Iran, dan tidak ada yang percaya pada upaya pembelaannya," kata media tersebut, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (18/6/2026).

Kritik juga datang dari media arus utama Wall Street Journal. Mereka menyebut kesepakatan itu "secara luas dipandang sebagai taruhan kebijakan luar negeri terbesar presiden tersebut pada masa jabatan keduanya.". Media itu juga menilai Trump "akan menghadapi perlawanan dari para pendukung kebijakan Iran yang mengatakan presiden memberikan jauh lebih banyak daripada yang dia dapatkan."

Sementara itu, Fox News yang selama ini dikenal dekat dengan Trump turut mengangkat kritik serupa. Mereka menyebut kesepakatan itu memberi Iran "manfaat finansial yang sangat besar", tanpa disertai kewajiban penghentian program nuklirnya.

Dalam kesepakatan tersebut, Amerika Serikat disebut akan memfasilitasi pelepasan dana rekonstruksi ke Iran senilai US$ 300 miliar yang didukung negara-negara regional.

"Usulan perjanjian Iran oleh Presiden Donald Trump menuai kritik tajam dari beberapa pendukung terkuatnya, yang berpendapat bahwa kesepakatan itu memberi penghargaan kepada Teheran sebelum mereka setuju untuk sepenuhnya menghapuskan program nuklirnya," tulis Fox.




(dpw/dpw)










Hide Ads