detikBali

AS-Iran Bakal Berunding Lagi di Qatar Usai Saling Serang soal Selat Hormuz

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

AS-Iran Bakal Berunding Lagi di Qatar Usai Saling Serang soal Selat Hormuz


Novi Christiastuti - detikBali

Bendera Iran dan AS
Ilustrasi Bendera Iran dan AS. (Foto: Reuters)
Denpasar -

Amerika Serikat (AS) dan Iran kabarnya sepakat untuk saling menghentikan serangan setelah hubungan kedua negara kembali memanas pada akhir pekan. AS dan Iran juga berencana melakukan perundingan terbaru terkait Selat Hormuz di Doha, Qatar.

Dilansir dari detikNews, aksi saling serang antara AS dan Iran akhir pekan kemarin bermula dari perbedaan penafsiran mengenai nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang. Terutama terkait Selat Hormuz, jalur perairan vital untuk pengiriman minyak dan gas dari kawasan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami memutuskan untuk menghentikan semua aktivitas kinetik," kata seorang pejabat senior AS yang enggan disebutkan namanya kepada media Axios, Minggu (26/6). Pejabat AS itu menggunakan istilah militer yang merujuk pada serangan atau tindakan ofensif lainnya.

Kedua negara, sebut sumber pejabat senior AS tersebut, dijadwalkan akan melakukan pertemuan di Doha pada Selasa (30/6). Perundingan itu disebut untuk membahas sengketa mengenai Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan MoU yang telah diteken oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada 17 Juni lalu, Iran berjanji akan berupaya semaksimal mungkin menjamin keamanan pelayaran kapal-kapal komersial yang melintasi selat itu. Sedangkan, AS sepakat untuk mencabut blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Pekan lalu, Wakil Presiden AS JD Vance dan delegasi Iran melakukan pembicaraan lanjutan di Swiss. Mereka sepakat untuk membentuk semacam hotline atau saluran komunikasi langsung antara militer AS dan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) guna mengkoordinasikan lalu lintas maritim di Selat Hormuz.

Namun, pada Sabtu (27/6), saluran komunikasi langsung itu belum juga beroperasi. Bahkan ketika Teheran kembali menegaskan bahwa kapal-kapal harus mengkoordinasikan pelayaran mereka di Selat Hormuz dengan otoritas Iran.

Laporan Axios menyebut bahwa pembicaraan di Qatar sebenarnya merupakan pertemuan yang dijadwalkan di Swiss untuk membahas program nuklir Iran. Namun, eskalasi situasi terkini mendorong perubahan lokasi pertemuan ke Doha dan mengalihkan fokus pembahasan ke Selat Hormuz.

Di sisi lain, media terkemuka AS The Wall Street Journal (WSJ) pada Minggu (26/6) waktu setempat melaporkan bahwa pembicaraan lanjutan antara AS dan Iran mengalami kebuntuan. Hal itu menyusul kembali memanasnya ketegangan antara kedua negara.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini!




(iws/iws)











Hide Ads
LIVE