Komisi I dan IV DPRD Kota Denpasar meninjau pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di sejumlah sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di Denpasar. Dewan mendorong adanya evaluasi pelaksanaan SPMB, khususnya terkait akomodasi prestasi siswa.
Ketua Komisi IV DPRD Denpasar, I Wayan Duaja, mengatakan dewan akan mengawal tahapan SPMB agar berjalan sesuai regulasi. Ia menilai perlunya evaluasi dini dan koordinasi yang lebih matang bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ke depan kami evaluasi lebih awal dengan Disdikpora. Jangan setelah mendekati pelaksanaan baru kita konsentrasi. Mungkin tiga bulan sebelumnya kami sudah harus berkoordinasi bersama," ujar Duaja saat ditemui di SMPN 1 Denpasar, Senin (6/7/2026).
Duaja mengatakan koordinasi lintas komisi, termasuk dengan Komisi I DPRD Denpasar selaku pemegang regulasi, sangat penting untuk memastikan kesiapan fasilitas dan pembinaan cabang prestasi di sekolah-sekolah. Salah satu poin krusial yang menjadi perhatiannya adalah nasib para siswa berprestasi, khususnya pemenang olimpiade, yang kerap kesulitan menembus sekolah unggulan akibat kendala zonasi.
Politikus Partai Golkar itu berharap sekolah-sekolah unggulan di Denpasar tetap bisa memfasilitasi anak-anak berprestasi tersebut. Ia mengusulkan adanya kombinasi formula antara jalur domisili (jarak terdekat) dengan jalur nilai rapor atau peringkat akademik.
"Kasihan anak-anak kami yang juara olimpiade. Kami ingin jalurnya ini agak dikombinasikan antara domisili dengan jalur nilai. Jadi tidak monoton hanya melihat jarak terdekat," kara Duaja.
Komisi IV DPRD Denpasar juga menekankan pentingnya pemerataan kualitas pendidikan agar paradigma sekolah favorit tidak hanya bertumpu pada sekolah-sekolah tertentu. Sebagai solusi, Duaja mendorong pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada para guru berprestasi di sekolah-sekolah pinggiran.
"Penghargaan ini bisa berupa insentif untuk kenaikan tingkat prestasi mereka. Dengan meningkatkan kualitas dan motivasi guru, otomatis kualitas sekolah tersebut akan ikut terangkat. Hasilnya, kualitas seluruh SMP negeri di Denpasar bisa setara dengan SMPN 1 dan SMPN 3," pungkas Duaja.
(iws/iws)

