detikBali

Kejar Operasi Penuh, Mesin Pirolisis di Klungkung Tunggu Teknisi China

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Kejar Operasi Penuh, Mesin Pirolisis di Klungkung Tunggu Teknisi China


Fatih Kudus Jaelani - detikBali

Mesin pemilah sampah otomatis dengan kapasitas 8 ton per jam di TOSS Center Klungkung, Bali, Rabu (8/7/2026).
Mesin pemilah sampah otomatis dengan kapasitas 8 ton per jam di TOSS Center Klungkung, Bali, Rabu (8/7/2026). (Foto: Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Klungkung -

Mesin pengolah sampah pirolisis di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center, Karangdadi, Klungkung, Bali, tengah dipersiapkan agar dapat beroperasi penuh bulan ini. Teknologi asal Cook Island yang dikelola PT Inpac Solutions Indo itu masih menunggu teknisi khusus dari China untuk menjalankan mesin berkapasitas 4 ton per jam.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Klungkung I Dewa Komang Aswin mengatakan pihaknya akan segera melakukan uji coba mesin berkapasitas 4 ton per jam. Namun, untuk menguji kemampuan mesin tersebut, diperlukan teknisi khusus dari Negeri Tirai Bambu.

"Untuk mesin dengan kapasitas 4 ton segera kita uji coba. Saat ini masih menunggu teknisi dari China," kata Aswin kepada detikBali, Rabu (8/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Pemkab Klungkung telah menguji mesin pengolah sampah berkapasitas 750 gram. Menurut Aswin, mesin tersebut berhasil mengolah sampah plastik, ban karet, dan sampah organik secara bersamaan menjadi bahan bakar minyak (BBM), karbon atau briket, serta kawat.

ADVERTISEMENT

Aswin mengatakan mesin berkapasitas lebih besar akan bekerja dengan mekanisme yang sama. Dengan beroperasinya mesin tersebut, ditambah mesin pemilah sampah berkapasitas 8 ton per jam, tumpukan sampah yang ada saat ini diharapkan dapat diurai lebih cepat.

Aswin menjelaskan teknisi dari luar negeri yang didatangkan perusahaan tidak akan selamanya mengoperasikan mesin tersebut. Selain membantu proses pemasangan, mereka juga akan melatih teknisi lokal agar ke depan perusahaan dapat lebih banyak memanfaatkan tenaga kerja setempat.

"Seperti yang sudah disampaikan oleh pak Bupati sebelumnya, jadi perusahaan memang melihat pentingnya tenaga kerja lokal. Untuk saat ini saja sudah ada teknisi lokal dari sini yang dilatih khusus," jelas Aswin.

Selain dari China, perusahaan juga mendatangkan teknisi dari Cook Island, negara asal teknologi pirolisis tersebut. Empat unit mesin pirolisis dengan total kapasitas 168 ton per hari itu merupakan teknologi pengolah sampah yang dikembangkan Andersons Group dari Cook Island dan diproduksi di China melalui PT Inpac Solutions Indo.

Direktur PT Inpac Solutions Indo Anak Agung Pablo mengklaim teknologi pirolisis yang dioperasikan di Klungkung sebelumnya telah berhasil mengatasi persoalan sampah di Cook Island dan sejumlah negara di Asia. Menurut dia, progres pemasangan mesin sejauh ini masih sesuai jadwal.

"Sesuai jadwal kita operasi penuh akhir bulan ini. Untuk pemasangan alat sudah on progress. Satu dua minggu ini sudah bisa terpasang semua," ujar Pablo.

Pablo menambahkan, BBM yang dihasilkan dari mesin tersebut masih dalam tahap pemeriksaan laboratorium.

"Ini sedang uji lab. Nanti kalau sudah keluar hasilnya, akan kami tunjukkan," imbuh Pablo.




(dpw/dpw)










Hide Ads