detikBali
detikBali-Nusra Awards 2026

Lika-liku Personel Pos Polisi Catus Pata Ubud Hadapi Beragam Turis Asing

Terpopuler Koleksi Pilihan
detikBali-Nusra Awards 2026

Lika-liku Personel Pos Polisi Catus Pata Ubud Hadapi Beragam Turis Asing


Aryo Mahendro - detikBali

Personel Polsubsektor Catus Pata Polsek Ubud Aipda Wayan Arip Dipa saat menyeberangkan para turis asing di catus pata Ubud, Senin (22/6/2026).
Foto: Personel Polsubsektor Catus Pata Polsek Ubud Aipda Wayan Arip Dipa saat menyeberangkan para turis asing di catus pata Ubud, Senin (22/6/2026). (Aryo Mahendro/detikBali)
Gianyar -

Keramaian wisatawan di perempatan atau catus pata Ubud, Gianyar, sudah jadi pemandangan sejak puluhan tahun lalu. Selama itu, ada saja yang dihadapi polisi anggota regu pos Catus Pata Ubud.

"Ya, begini lika-liku menangani tamu (wisatawan) di Ubud. Sejak lima tahun lalu giat jaga keamanan dan ketertiban begini sudah ada," kata personel Polsubsektor Catus Pata Polsek Ubud Brigpol I Wayan Gede Edi Erawan ditemui detikBali di depan Pasar Seni Ubud, Senin (22/6/2026).

Pantauan detikBali, Edi dan rekannya, Aipda Wayan Arip Dipa, sudah bersiaga di perempatan itu sejak pukul 15.00 Wita. Lalu lintas kendaraan yang padat dan lalu lalang turis asing jadi pemandangan rutin dua polisi itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi, mereka tidak hanya mengatur lalu lintas kendaraan agar tidak terjebak di perempatan. Sesekali, Edi dan Arip membantu menyeberangkan jalan para turis yang ingjn menyebrang dari Puri Ubud ke Pasar Seni Ubud.

ADVERTISEMENT

Beberapa turis asing memperkenalkan diri mereka secara singkat saat dibantu menyeberang jalan. Ada turis asing dari Eropa, Suriname, dan Amerika Selatan yang menyapa mereka.

"Toilet ada di kantor informasi turis," kata Arip saat berinteraksi dengan salah satu turis asing di perempatan itu.

Soal keterampilan berbahasa asing, terutama bahasa Inggris, mungkin tidak sefasih diplomat atau orang yang sehari-harinya berbahasa Inggris. Tapi, cukup untuk membantu menyeberang jalan hingga memberi tahu lokasi toilet.

Edi mengatakan semua personel polsek yang berada di wilayah destinasi wisata, dilatih bahasa Inggris dasar. Polsek Ubud dan Polsek Tegallalang adalah dua instansi yang memberikan pelatihan bahasa Inggris kepada anggotanya, karena merupakan destinasi wisata internasional di Gianyar.

"Kalau bahasa asing lain, belum. Jadi, kalau ada tamu yang tidak bisa berbahasa Inggris, misalnya tamu dari China, kami pakai (Google) translate," ulas Edi.

Ada sertifikat yang sudah dikantongi Arip dan Edi dari pelatihan bahasa Inggris di Mapolsek Ubud. Meski begitu, baginya pelajaran bahasa Inggris sebenarnya adalah saat kebagian tugas jaga ketertiban dan keamanan di perempatan Ubud itu.

Banyak hal yang membuat dirinya dan Arip harus berbicara dalam bahasa Inggris selama bertugas setahun belakangan. Sesekali, ada turis yang melapor kepadanya karena kehilangan paspor atau dompet saat wisata di Ubud.

Edi mengaku pernah mendapat laporan kehilangan dari turis asing yang mengaku kehilangan barang pribadi di Nusa Dua dan Kuta, Kabupaten Badung. Perselisihan antara turis asing dengan salah seorang pedagang saat berbelanja di Pasar Seni Ubud, juga pernah ditanganinya.

"Saya jelaskan dengan bahasa Inggris standar, kalau kami ini hanya pos polisi. Jadi, kami arahkan melapor ke Mapolsek Ubud. Kalau kehilangannya di wilayah lain, saya arahkan ke Polda Bali," katanya.

Arip setali tiga uang. Berbahasa Inggris dan gestur jadi alat komunikasinya ketika menegur turis asing yang mengendarai sepeda motor tanpa helm.

"Pakai helmu (put your helmet on)," kata Arip saat menegur pengendara motor bule di perempatan itu.

Arip mengaku pernah menegur turis asing yang mengendarai motor tanpa helm. Dia menegur dengan berbahasa Inggris yang ia dapat dari pelatihan. Namun, tak jarang tegurannya hanya dibalas senyum oleh turis tersebut.

Meski tak digubris, Arip bersyukur, kenalakan turis asing semacam itu tidak terlalu banyak terjadi di Ubud. Setidaknya, jika dibandingkan dengan kenakalan turis asing di Desa Canggu, Badung.

"Tamu asing kalau naik motor nggak pakai helm, lalu kecelakaan, nggak dapat asuransi dia. Bayar rumah sakitnya mahal," kata mantan personel Brimob di Kelapa Dua, Depok, itu.

Kapolsek Ubud Kompol I Wayan Putra Antara mengatakan semua personel bertugas patroli. Rutenya sudah ditentukan dengan memindai kode bar atau barcode di tiap lokasi yang sudah ditentukan.

Sembari berpatroli, para personel juga melayani semua laporan dan keluhan wisatawan asing maupun wisatawan domestik. Mulai dari laporan kehilangan, tindak kriminal, maupun layanan masyarakat lain berupa pengamanan keramaian.

"Sambil patroli sambil melakukan pelayanan. Kalau ada wisatawan Indonesia atau wisatawan asing yang butuh, kami bantu. Bisa lapor juga ke layanan masyarakat di nomor telepon 110," kata Antara.

Dia membeberkan kegiatan patroli dan pengamanan keramaian itu adalah cara yang efektif. Apalagi jika ada laporan peristiwa atau tindak kejahatan, personel yang sedang berpatroli, dapat langsung mendatangi lokasi kejadian.

"Saat patroli, kalau ada laporan, dia bisa langsung ke TKP (lokasi kejadian). Kami juga berinteraksi dan memberikan imbauan keamanan dan ketertiban ke para pemilik toko dan pengusaha di Ubud," tandas Antara.




(hsa/hsa)










Hide Ads