detikBali
Round Up

Misteri Pembunuhan Man Colik, Pamit Mandi Berujung Tewas-Kalung Emas Raib

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026
Round Up

Misteri Pembunuhan Man Colik, Pamit Mandi Berujung Tewas-Kalung Emas Raib


Tim detikBali - detikBali

Jenazah I Nyoman Cita (50) dievakuasi tim gabungan di aliran sungai (Tukad) Bubuh, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, Kamis (2/7/2026) pagi. (Dok. Humas Polres Klungkung).
enazah I Nyoman Cita (50) dievakuasi tim gabungan di aliran sungai (Tukad) Bubuh, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, Kamis (2/7/2026) pagi. (Dok. Humas Polres Klungkung).
Jakarta -

Misteri pembunuhan I Nyoman Cita (50) alias Man Colik masih menyelimuti Klungkung, Bali. Pria asal Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, itu awalnya dilaporkan hilang setelah pamit mandi di Sungai Bubuh.

Sehari kemudian, ia ditemukan tewas mengapung dengan luka tusukan di tubuhnya, sementara kalung emas seberat 70 gram yang dikenakannya raib.

Hingga kini, Satreskrim Polres Klungkung masih memburu pelaku dengan mengumpulkan berbagai petunjuk, mulai dari hasil autopsi, rekaman CCTV, hingga penelusuran terhadap perhiasan korban yang hilang. Berikut rangkaian fakta misteri pembunuhan Man Colik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berawal dari Pamit Mandi

Dugaan pembunuhan itu bermula pada Rabu (1/7/2026) sore. Istri korban, Ni Wayan Yeni (43), mengungkapkan Man Colik berpamitan mandi di Sungai Bubuh, Jalan Perumahan Pesona Lepang, Desa Adat Lepang, Kecamatan Banjarangkan, sekitar pukul 17.30 Wita.

ADVERTISEMENT

Menurut Yeni, kebiasaan mandi di sungai dilakukan suaminya hampir setiap selesai bekerja.

"Biasa untuk melepas penat. Sore dia keluar, terus nanti sekitar jam setengah delapan atau delapan sudah pulang," terang Yeni.

Namun, hingga malam hari korban tak kunjung kembali. Sekitar pukul 21.00 Wita, Yeni meminta anaknya mencari sang ayah ke lokasi. Yang ditemukan hanya sepeda motor Scoopy milik korban dalam keadaan terkunci. Pakaian dan ponsel korban sudah tidak ada.

Sekitar pukul 21.45 Wita, Polsek Banjarangkan menerima laporan kehilangan tersebut. Polisi bersama keluarga dan warga kemudian melakukan penyisiran di sekitar sungai.

Karena kondisi gelap dan minim penerangan, pencarian dihentikan sekitar tengah malam.

Ditemukan Mengapung

Pencarian dilanjutkan pada Kamis (2/7) sekitar pukul 07.00 Wita. Hanya berselang sekitar 30 menit, warga yang melakukan penyisiran dari atas jembatan Bypass melihat sesosok tubuh mengapung.

Saksi I Ketut Buda Ana (42) kemudian melaporkan penemuan itu kepada petugas.

Korban ditemukan telungkup di sebelah selatan jembatan Bypass dekat Kantor KPU Klungkung.

"Dari hasil pemeriksaan visual di TKP, ditemukan sesosok mayat dalam posisi telungkup. Pada tubuh korban ditemukan luka robek pada bagian pinggang belakang sisi kiri dan kanan, serta pada perut bagian depan," terang Kasi Humas Polres Klungkung Iptu Made Nyoman Alit Purnawibawa, Kamis (2/7/2026).

"Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan lokasi sekitar aliran sungai. Setelah dievakuasi dari air, jasad Nyoman Cita langsung dilarikan ke RSUD Klungkung menggunakan ambulans," papar Alit.

Autopsi Ungkap Korban Ditusuk

Temuan luka pada tubuh korban membuat polisi menduga kematian Man Colik bukan akibat hanyut.

"Luka yang ditemukan di tubuh korban diduga akibat tindak kekerasan. Namun untuk mengetahui penyebab pasti kematian, harus dilakukan autopsi," pungkasnya.

Hasil autopsi kemudian memperkuat dugaan pembunuhan. Menurut Buda Ana, dokter forensik menemukan tiga luka tusukan akibat senjata tajam bermata dua.

Tusukan pertama berada di punggung bagian bawah hingga menembus paru dan hati sedalam 23 sentimeter (cm). Tusukan kedua sedalam 12 cm. Sementara tusukan ketiga berada di bagian perut sedalam 6 cm.

Selain itu, keluarga menyebut terdapat bekas jeratan di leher korban yang diduga terjadi saat pelaku menarik kalung emas yang dikenakan korban.

"Ini sangat keji," cetus Buda Ana.

Kalung Emas 70 Gram Raib

Misteri pembunuhan Man Colik juga diwarnai hilangnya kalung emas seberat 70 gram yang biasa dikenakannya.

Keluarga menilai kematian pria yang berprofesi sebagai pedagang lawar itu sangat sadis. Selain menghilangkan nyawa korban, pelaku juga diduga membawa kabur perhiasan tersebut.

"Kami dari pihak keluarga sangat berharap pihak kepolisian, khususnya Polres Klungkung, bisa bergerak cepat. Kami berharap kasus ini segera diungkap dan pelakunya bisa ditangkap secepatnya," ujar Buda Ana saat ditemui detikBali di rumah duka, Minggu (5/7/2026).

"Kejadian ini sangat kejam. Kami ingin keadilan untuk almarhum. Siapa pun pelakunya, harus dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku," tegas Buda Ana.

Seusai diautopsi, jenazah Man Colik masih dititipkan di RSUD Klungkung.

Polisi Buru Petunjuk dari CCTV

Hingga kini, polisi masih mengungkap misteri di balik pembunuhan Man Colik.

Kepala Satreskrim Polres Klungkung AKP Reno Chandra Wibowo mengatakan penyidik telah menelusuri alur sungai, memeriksa sejumlah saksi, dan mencari rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

"Tim kami sudah menelusuri CCTV di sekitar (Jalan) Bypass Ida Bagus Mantra dan sekitarnya. Kami cari petunjuklah," ujar Reno.

Selain CCTV, polisi juga menelusuri keberadaan kalung emas seberat 70 gram milik korban dengan mendatangi penjual maupun pembeli emas. Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap pelaku pembunuhan Man Colik.




(dpw/dpw)











Hide Ads