Lebih dari 10 ribu ton sampah masih menumpuk di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Sandubaya, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Akibatnya, aroma sampah tercium hingga ke area jalan dan permukiman warga.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram mengakui kewalahan mengangkut sampah dari TPS Sandubaya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Lombok Barat. Selain TPS Sandubaya, penumpukan sampah juga masih terjadi di TPS Bintaro, Ampenan, Kota Mataram.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari pembukaan TPA Kebon Kongok, kasih saya waktu sebulan untuk membersihkan TPS Bintaro. Sekarang sampah itu tinggal seperempat lagi yang tersisa. Setelah di Bintaro selesai, kami akan beralih ke Sandubaya," kata Kepala DLH Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi, Selasa (31/3/2026).
Nizar mengatakan lambatnya proses pembuangan sampah dari TPS di Mataram menuju TPA Kebon Kongok disebabkan oleh minimnya armada pengangkut. Dari 34 unit kendaraan yang dimiliki, delapan di antaranya masih dalam perawatan di bengkel.
"Jadi hanya 26 unit yang beroperasi. Idealnya kami punya 50-an kendaraan. Kami lagi mencoba meminta bantuan ke Bank NTB Syariah untuk dibantu dua unit kendaraan lagi, dump truck atau pickup," imbuh Nizar.
Nizar mengakui saat ini ada sekitar 10 ribu ton sampah yang masih menumpuk di TPS Sandubaya, Mataram. Ia berjanji akan menangani kondisi tersebut setelah penanganan sampah di Bintaro rampung.
Meski terjadi penumpukan sampah di TPS Sandubaya, Nizar menyebut warga sekitar tetap bisa membuang sampah melalui TPS mobile. Ia memastikan tidak ada lagi kendaraan roda tiga yang membuang sampah ke dalam TPS Sandubaya karena langsung diangkut menggunakan dump truck.
(iws/iws)

