Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, khususnya Pertamax dan Pertamax Green per 1 Juni lalu menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi di Bali pada Juni 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat inflasi Juni 2026 terhadap Mei 2026 (month-to-month) sebesar 0,71 persen. Komoditas bensin menjadi penyumbang terbesar dengan andil inflasi sebesar 0,31 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, menjelaskan bahwa angka tersebut tergolong relatif tinggi karena beberapa peristiwa yang terjadi secara bersamaan, yakni Hari Raya Galungan dan kenaikan harga BBM nonsubsidi.
"Yang pertama Galungan. Galungan kan pasti inflasi. Komoditasnya makanan, minuman, dan tembakau itu komoditas utama dengan andil besar karena bobotnya paling besar. Yang kedua tadi ada kenaikan BBM nonsubsidi, jadi berlipat-lipat dorongannya untuk kenaikan harga," ujarnya, Rabu (1/7/2026).
Bensin menjadi komoditas dengan kontribusi terbesar terhadap inflasi bulanan dengan tingkat inflasi mencapai 6,04 persen dan memberikan andil sebesar 0,31 persen. Disusul bawang merah yang mengalami inflasi sebesar 14,38 persen dengan andil 0,10 persen, serta bawang putih yang mencatat inflasi 15 persen dengan andil 0,07 persen.
Sejumlah komoditas lainnya yang turut mendorong inflasi antara lain wortel, buncis, beras, pisang, minyak goreng, serta daging babi yang selalu mengalami kenaikan harga seiring meningkatnya permintaan pada periode Galungan.
Agus memperkirakan dampak kenaikan BBM nonsubsidi masih berpotensi mendorong kenaikan harga komoditas lainnya dalam jangka panjang karena biaya distribusi dan transportasi ikut meningkat.
"Dalam jangka panjang bisa jadi, karena hampir semua pergerakan perekonomian kan membutuhkan itu ya. Orang mau mengangkut bahan bakunya, orang mengangkut bahan jualannya, dan sebagainya. Tapi yang subsidi kan belum," imbuhnya.
Secara tahunan atau year-on-year (yoy), inflasi Bali pada Juni 2026 menjadi yang tertinggi dalam dua tahun terakhir, yakni sebesar 3,27 persen. Kenaikan harga BBM juga menjadi penyumbang terbesar dengan andil sebesar 0,32 persen, seiring inflasi komoditas bensin yang mencapai 6,12 persen dibandingkan Juni 2025.
Berdasarkan wilayah, Kabupaten Tabanan mencatat inflasi bulanan tertinggi dengan angka 0,92 persen. Posisi berikutnya ditempati oleh Kota Denpasar dengan inflasi sebesar 0,75 persen, disusul Kabupaten Badung sebesar 0,69 persen. Sementara itu, Kabupaten Buleleng menjadi wilayah dengan tingkat inflasi bulanan terendah, yakni sebesar 0,46 persen.
(hsa/hsa)

