Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tando di Desa Robo, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya mendapat perhatian setelah viral di media sosial (medsos). Padahal, kondisi ruang kelas sekolah tersebut sudah mengenaskan sejak delapan tahun lalu yang membuat siswanya terpaksa belajar di bawah pohon.
Perwakilan Kementerian Pendidikan dan Menengah (Kemendikdasmen) meninjau SDN Tando, Minggu (12/4/2024). Setelah peninjauan tersebut, Kemendikdasmen berjanji membantu pembangunan empat ruang kelas tambahan untuk sekolah yang lokasinya ditempuh sekitar 1,5 jam perjalanan darat dari Labuan Bajo tersebut. Selain ruang kelas, Kemendikdasmen akan membangun toilet untuk sekolah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasilnya akan dibantu empat ruang kelas baru dan toilet," kata Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Manggarai Barat Yohanes Hani, Minggu malam.
Yohanes ikut mendampingi perwakilan Kemendikdasmen meninjau SDN Tando. Ikut juga dalam peninjauan itu Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTT. BPMP adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah (Kemendikdasmen).
Yohanes mengatakan Dinas PKO Kabupaten Manggarai menyiapkan proposal usulan untuk pembangunan empat ruang kelas tambahan. Proposal itu bahkan sudah diserahkan kepada Kemendikdasmen dan BPMP Provinsi NTT.
"Kami menyiapkan proposal usulannya dan tadi sudah dikirim. Semoga tidak ada hambatan," ujar Yohanes.
Empat Ruang Kelas Dibangun Tahun Ini
Ia mengatakan rencana pembangunan empat ruang kelas itu dilakukan pada tahun ini. Lahannya sudah ada, seluas 3,899 hektar.e Lahan itu sudah bersertifikat.
"Rencana pembangunan tahun ini, kapan persisnya belum tahu. Saya yakin saja ada karena prosesnya panjang mulai dari bimbingan teknis kepala sekolah, perencanaan anggaran dan sebagainya," jelas Yohanes.
Sebelum viral dan mendapat perhatian Kemendikdasmen, sebenarnya pihak sekolah sudah melaporkan kondisi tersebut kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat. Namun tidak kunjung ada tindak lanjut.
"Kalau bilang berkali-kali juga tidak, karena tidak ada jawaban. Kami buat laporan bulanan minta itu perbaikan tapi tidak (ada tindak lanjut)," ungkap Kepala SDN Tando, Fransiskus Jenala, Sabtu (11/4/2026).
Fransiskus mengatakan Kementerian PUPR pernah mau membantu pembangunan ruang kelas tambahan SDN Tando pada 2020. Namun, rencana itu tak kunjung terwujud. Padahal pihak sekolah sudah menyerahkan dokumen persyaratan yang diperlukan.
"Tahun 2020 sebenarnya kami dapat bantuan dari PUPR pusat, tidak lolos lagi seleksi atau bagaimana," ujar Fransiskus.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah siswa SDN Tando melaksanakan KBM di bawah pohon sudah berlangsung sejak sekitar delapan tahun lalu. Kini siswa kelas 2 dan 3 yang bergantian melaksanakan KBM di bawah pohon.
"Sudah lama, sejak 2018," ungkap Kepala SDN Tando, Fransiskus Jenala, Sabtu (11/4/2026).
Kelas 2 sekolah tersebut memiliki 15 murid, dan terdapat 10 murid untuk kelas 3. Video yang viral di media sosial itu adalah KBM kelas 3.
(hsa/hsa)

