detikBali
Round Up

Pesan Terakhir Pria Tenggelamkan Diri di Laut gegara Utang Judol

Terpopuler Koleksi Pilihan
Round Up

Pesan Terakhir Pria Tenggelamkan Diri di Laut gegara Utang Judol


Tim detikBali - detikBali

Petugas melakukan olah TKP penemuan mayat di pinggir pantai wilayah Lombok Utara, Senin (15/6/2026). (Foto : Polres Lombok Utara).
Foto: Petugas melakukan olah TKP penemuan mayat di pinggir pantai wilayah Lombok Utara, Senin (15/6/2026). (Foto : Polres Lombok Utara).
Mataram -

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

AH (58) menuliskan sejumlah pesan untuk keluarganya sebelum ditemukan tewas. Pria paruh baya itu bunuh diri dengan cara menenggelamkan diri di laut diduga karena terlilit utang akibat bermain judi online (judol).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pesan-pesan itu dituliskan dalam dua pucuk surat di kantong celana milk AH (58) yang ditemukan oleh polisi. AH ditemukan tewas terikat tali dengan pemberat karung berisi pasir di pinggir Pantai Tanjung Busur, Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Isi Dua Pucuk Surat

ADVERTISEMENT

Kasatreskrim Polresta Mataram Iptu I Komang Wilandra mengatakan dua lembar surat yang ditemukan petugas itu ditulis oleh korban menggunakan bahasa Sasak. Berikut isi surat pertama:

"Pacu-pacu tadah dek, ca HP kon kantong selanangku sik gantung kon no, jari kenang kenanganku, ingat suruk Jowar mbait sampino. (Baik-baik ya nak, itu HP dikantong celana saya jadikan kenang-kenangan dari saya, ingat suruh Jowar ambil sapi itu)," tulis korban.

Sementara dalam surat kedua, korban kembali menitipkan pesan kepada keluarganya. Ia mengaku memiliki banyak beban dan meminta keluarganya menjaga diri.

"Ijal suruk Jowar mbait sampini, aku lalo, bebanku luwek, jaga dirik, dik wah nakal (Ijal, suruh Jowar ambil sapi ini, saya mau pergi, saya banyak beban, jaga dirimu, jangan nakal)," tulis korban dalam surat tersebut.

Ada Tagihan Pinjaman-Riwayat Main Judol

Setelah menemukan surat itu, keluarga kemudian memeriksa telepon genggam yang disebutkan korban. Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan sejumlah pesan terkait tagihan pinjaman serta riwayat permainan judi online jenis togel.

"Berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan, termasuk isi ponsel korban, kesimpulan sementara menunjukkan korban diduga kuat sengaja mengakhiri hidupnya karena tekanan ekonomi dan beban psikologis akibat jeratan judi online," ungkap Komang.

AH ditemukan tewas dengan kondisi pinggang terikat tali dan karung berisi pasir di pinggir Pantai Tanjung Busur. Pria 58 tahun itu diduga mengakhiri hidupnya karena terlilit utang akibat judi online.

"Pinggangnya terikat erat dengan seutas tali nilon biru sepanjang dua meter, yang tersambung pada sebuah karung pakan udang berisi pasir seberat 25 kilogram (kg)," kata Komang.

Korban pertama kali ditemukan seorang nelayan yang baru pulang menjaring ikan, Senin (15/6/2026) sore. Awalnya, saksi mengira yang dilihatnya hanya sebuah pohon hanyut.

"Saat didekati, ternyata sesosok laki-laki menggunakan jaket warna cokelat yang sudah terbujur kaku," sebutnya.

Karung Pasir Diikatkan ke Tubuh

Penemuan itu membuat warga sekitar heboh. Menurut Komang, korban sengaja mengakhiri hidupnya dengan cara mengikatkan tali di pinggang dan diikatkan ke karung pasir 25 kg.

"Karung berisi pasir sengaja diikatkan ke pinggang diduga sebagai pemberat agar tubuh korban langsung tenggelam ke dasar laut," ungkapnya.

Korban mengakhiri hidupnya karena utang akibat main judi online. "Berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan, termasuk isi ponsel korban, kesimpulan sementara menunjukkan korban diduga kuat sengaja mengakhiri hidupnya karena tekanan ekonomi dan beban psikologis akibat jeratan judi online," katanya.

Hasil pemeriksaan visum tim medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dan penganiayaan pada tubuh korban.

"Darah yang sempat keluar dari mulut korban dikonfirmasi sebagai gejala barotrauma, kondisi dimana paru-paru mengalami tekanan hebat akibat masuknya air laut secara paksa (tenggelam)," ujarnya.

Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi. Mereka telah membuat surat pernyataan resmi dan ikhlas menerima kejadian tersebut sebagai musibah.




(hsa/nor)











Hide Ads