Para orang tua murid di Kota Mataram mengeluhkan gangguan pada situs Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026/2027 pada hari pertama pendaftaran, Senin (22/6/2026). Sejumlah orang tua mengaku mengalami kendala saat mengisi data pendaftaran, terutama karena titik koordinat lokasi rumah tidak muncul di sistem.
"Setelah kita isi (kolom nilai), awalnya normal, tapi kami dibuat bingung kok nggak muncul titik koordinatnya. Nggak bisa diklik," keluh Wayan, salah satu orang tua murid saat diwawancarai detikBali di SMPN 2 Mataram, Senin (22/6/2026).
Menurut Wayan, ketiadaan titik koordinat membuat proses pendaftaran tidak dapat dilanjutkan. Sebab, sistem mengharuskan seluruh data terisi terlebih dahulu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kami tidak isi koordinat itu, nggak bisa mengisi berkas lainnya, jadi serba salah. Ternyata nggak saya saja yang merasakan eror ini, banyak orang tua murid juga yang kena eror," sambungnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMPN 2 Mataram Ni Nengah Sri Swati menjelaskan bahwa sebagian besar kendala dialami oleh calon peserta didik yang mengakses sistem sebelum jadwal resmi pendaftaran dibuka.
"Ternyata mereka itu mendaftar sebelum resmi pendaftaran dibuka. Misal, dia mengisi kemarin tanggal 21 atau subuh tadi. Kan resminya dibuka pukul 8 pagi ini," kata Nengah Sri saat dikonfirmasi di ruangannya, Senin.
Nengah Sri menegaskan bahwa sistem tidak bermasalah. Kendala teknis, seperti titik koordinat yang tidak muncul terjadi lantaran calon pendaftar mengakses sistem di luar jam operasional yang telah ditetapkan.
"Jadi sebetulnya tidak ada masalah tentang titik koordinat itu. Kadang-kadang orang tuanya ngebet, terlalu dikira cepat-cepatan, itu mungkin bisa," ungkapnya.
Sementara itu, pada tahun ajaran 2026/2027, SMPN 2 Mataram yang merupakan sekolah favorit warga Mataram tercatat menerima peningkatan kuota siswa. Total siswa 486 anak dengan kapasitas 11 rombongan belajar (rombel).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf, juga menyebut gangguan yang dikeluhkan sejumlah orang tua terjadi karena mereka mencoba mengakses sistem sebelum pendaftaran dibuka secara resmi.
"Kebanyakan orang tua yang mengisi sebelum pembukaan pendaftaran itu, makanya dia eror," jelas Yusuf.
Ia memastikan bahwa saat ini situs pendaftaran sudah berfungsi normal dan dapat diakses oleh masyarakat. "Sekarang sudah jalan," katanya.
Sebagai informasi, SMPB tingkat sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Mataram terbagi menjadi empat jalur, yakni domisili sebanyak 50 persen, prestasi 25 persen, mutasi 5 persen, dan afirmasi 20 persen. Khusus untuk jalur prestasi dibagi menjadi tiga, yakni prestasi akademik nilai rapor 12 persen, prestasi non akademik 8 persen, dan prestasi keagamaan 5 persen.
Jalur prestasi dan afirmasi dibuka mulai 22-24 Juni, pengumuman 25 Juni dan daftar ulang 26 dan 29 Juni. Sementara itu untuk jalur domisili dan mutasi berlangsung pada 29-1 Juli 2026. Pengumuman 2 Juli 2026, dan daftar ulang 6-8 Juli 2026.
(nor/nor)

