Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 di Kabupaten Klungkung, Bali, resmi dibuka hari ini, Senin (22/6/2026). Sejak hari pertama pendaftaran, sejumlah orang tua murid mulai mengeluhkan kerumitan pendaftaran mandiri.
Mereka mengaku kesulitan saat mengunduh berkas dokumen pendaftaran. Apalagi berdasarkan petunjuk teknis terbaru, pendaftaran untuk SMP sepenuhnya dilakukan secara daring. Sehingga panitia SPMB tidak lagi menerima berkas fisik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan detikBali di sekolah favorit SMPN 1 Semarapura, sekitar pukul 09.30 Wita, sejumlah orang tua yang membawa berkas fisik pendaftaran terlihat kebingungan. Sebagian besar dari mereka mengalami kendala teknis saat mencoba mendaftar secara mandiri dari rumah melalui gawai mereka.
Beberapa dari mereka kemudian berkumpul untuk meminta keterangan teknis dari panitia SPMB SMPN 1 Semarapura. Selain itu, nampak juga orang tua yang sudah mengunggah berkas secara online tapi masih datang membawa berkas fisik ke sekolah.
Ahmad Faris, salah seorang wali murid yang hendak mendaftarkan putrinya di SMPN 1 Semarapura melalui jalur prestasi mengaku bingung dengan sistem terbaru yang diterapkan. Dari operator sekolah asal, ia diminta untuk datang ke sekolah. Sementara di sekolah tujuan, ia diminta kembali meminta bantuan ke operator sekolah asal.
"Jadi bingung diminta bolak-balik. Ini sudah ada akunnya. Tapi sistem upload berkas yang masih kami bingungkan. Ini takutnya nanti disuruh bolak-balik terus," ujar Faris pada detikBali.
Faris berharap bisa mendapat kejelasan mengenai mekanisme pendaftaran mandiri. Dengan harapan tidak perlu bolak-balik ke sumber informasi.
Sementara itu, Ketua Panitia SPMB SMPN 1 Semarapura Made Urif menerangkan sesuai Juknis SPMB Klungkung, pihaknya tidak lagi menerima berkas fisik pendaftaran. Adapun di sekolah, panitia melalui operator hanya menyetujui berkas yang masuk melalui sistem SPMB Online Klungkung.
"Tidak seperti tahun lalu, sesuai Juknis SPMB, tahun ini kami tidak menerima berkas. Semuanya daring. Nah, kondisinya masih ada miskomunikasi. Orang tua murid hari ini datang membawa berkas fisik. Padahal di ketentuan pendaftaran dilakukan secara mandiri melalui web SPMB klungkung," terang Urif.
Menurutnya Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikbudpora) Klungkung sudah melakukan sosialisasi terkait Juknis terbaru ini pada semua satuan pendidikan. Namun bisa jadi ada informasi teknis yang belum sampai pada sejumlah orang tua murid.
"Tapi tadi sudah kami jelaskan. Bagi orang tua yang mengalami kesulitan mendaftar secara mandiri, mereka bisa meminta bantuan pada operator sekolah asal. Ini menjadi kewajiban sekolah memfasilitasi lulusannya tanpa biaya," jelas Urif.
SMPN 1 Semarapura sendiri merupakan sekolah yang menjadi incaran banyak siswa di Klungkung. Tahun ini sesuai Juknis, SMPN Klungkung menerima total 288 siswa dengan rincian 32 siswa per rombongan belajar (rombel) atau kelas.
Adapun kuota yang dimiliki untuk jalur Prestasi Akademis 15 persen, terdiri dari Prestasi Akademik 10 persen (29 siswa) dan TKA 5 persen (15 siswa).
"Untuk prestasu minimal kejuaraan tingkat kabupaten," terangnya.
Sementara untuk non prestasi bidang olahraga dan bidang seni 10 persen (28 siswa). Selanjutnya untuk kuota domisili 50 persen (144 siswa). Afirmasi 20 persen (58 siswa), dan jalur mutasi 5 persen (14 siswa).
"Jadi total 288 siswa dengan 9 rombel. 1 rombel daya tampungnya maksimal 32 orang," pungkasnya.
Adapun jadwal Pendaftaran SPMB Klungkung 2026 sebagai berikut:
1. SMP SIKEPO & Non SIKEPO Jalur Prestasi, Afirmasi, Mutasi:
- Pendaftaran : 22 Juni s.d 24 Juni 2026
- Pengumuman : 29 Juni 2026
- Daftar ulang : 30 Juni 2026
2. TK Jalur Domisili, Afirmasi, Mutasi & SD Jalur Afirmasi, Mutasi:
- Pendaftaran : 22 Juni s.d 24 Juni 2026
- Pengumuman : 29 Juni 2026
- Daftar ulang : 30 Juni 2026
3. SD & SMP Jalur Domisili:
- Pendaftaran : 1 Juli s.d 4 Juli 2026
- Pengumuman : 9 Juli 2026
- Daftar ulang : 10 Juli s.d 11 Juli 2026
(nor/nor)

