Proses Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP negeri di Kabupaten Badung, Bali, mencatat ketimpangan jauh antara jumlah pendaftar dan siswa yang diterima pada dua jalur awal. Berdasarkan data Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung, dari total 9.794 siswa yang melakukan registrasi di jalur mutasi dan afirmasi, tercatat hanya 224 pendaftar yang dinyatakan lulus seleksi.
"Dari ribuan yang melakukan registrasi itu memang hanya 335 siswa yang berhasil terverifikasi datanya hingga tahap akhir. Dari jumlah yang terverifikasi, rinciannya yang lolos itu 105 siswa lewat jalur perpindahan orang tua dan 119 siswa dari jalur afirmasi," kata Sekretaris Disdikpora Badung, Rai Twistyanti Raharja, Senin (22/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rai menegaskan kecilnya jumlah kelulusan pada jalur perpindahan tugas orang tua dan jalur afirmasi bagi keluarga ekonomi tidak mampu ini bukan karena kendala sistem. Minimnya siswa yang lolos murni disebabkan oleh pembatasan kuota daya tampung yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah sejak awal.
"Hasil kelulusan yang relatif kecil pada dua jalur awal ini jangan salah tafsir, karena ini memang sudah sesuai dengan kuota yang kami tetapkan. Secara keseluruhan pelaksanaan SPMB dari awal pun berlangsung tertib kondusif," ucap Rai.
Porsi SPMB tahun 2026 ini dibagi ke dalam empat jalur utama dengan persentase yang berbeda. Kuota untuk jalur mutasi atau perpindahan orang tua ditetapkan sebesar 5 persen, jalur afirmasi sebesar 20 persen, jalur prestasi sebesar 25 persen, dan jalur domisili memiliki porsi terbesar yaitu 40 persen.
Terkait proses pendaftaran daring (online), panitia daerah mengklaim sudah mengantisipasi berbagai potensi gangguan teknis yang bisa menghambat calon siswa. Satu di antaranya menyediakan kanal khusus pengaduan dan konsultasi bagi calon siswa dan orangtuanya.
"Ya sudah itu, di kanal khusus pengaduan. Jika ada yang bingung, kendala-kendala teknis apa saja itu bisa kita diskusi di sana, tapi sementara sampai saat ini sih, ya lancar," tutur Rai.
Meski diklaim lancar, sistem pendaftaran daring ini sempat diwarnai keluhan ringan dari sejumlah orang tua murid di hari pertama pelaksanaan. Kendala tersebut didominasi masalah antarmuka situs pendaftaran yang membuat tombol pendaftaran tidak merespons saat ditekan.
"Ada beberapa pertanyaan terkait tidak bisa klik mendaftar saat mengakses situsnya. Namun, laporan itu sudah ditindaklanjuti dan langsung beres setelah para orang tua dipandu oleh operator di masing-masing kecamatan," jelas Rai.
Proses pembuatan akun baru serta unggah dokumen persyaratan calon siswa telah dibuka sejak 12 Mei hingga 11 Juni 2026. Pendaftaran SPMB SMP berjalan sebulan penuh mulai 12 Juni hingga 12 Juli 2026 secara berkala, dimulai dari jalur mutasi pada 12 Juni, afirmasi 15 Juni, prestasi 22 Juni, dan terakhir jalur domisili pada 25 Juni
(hsa/hsa)

