Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hanguskan 66 hektare kawasan Bukit Pal Jepang, Desa Sapit, Kecamatan Suela, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), sejak tiga hari lalu. Hingga kini api belum berhasil dipadamkan.
Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Rinjani Timur, Lalu Iskandar, menduga penyebab terjadinya kebakaran Karhutla ini disebabkan oleh perburuan liar. Api cepat menjalar dikarenakan cuaca panas yang berkepanjangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut informasi sementara, indikasi terjadinya kebakaran dilakukan oleh orang tidak dikenal, mengingat aktivitas perburuan liar masih ditemukan di wilayah tersebut. Faktor cuaca panas ekstrem berkepanjangan dan kondisi angin bertiup kencang sehingga membuat api cepat meluas," terangnya, Sabtu (27/6/2026).
Data sementara luas lahan yang terbakar mencapai 66 hektare. Kebakaran tersebut menyebabkan vegetasi pohon cemara, ilalang dan semak belukar juga ikut hangus terbakar.
"Luas kawasan yang terbakar secara keseluruhan untuk sementara ini sekitar 66 hektar. Tidak ada korban jiwa tapi kebakaran ini menghanguskan semak belukar, pohon cemara, dan tanaman ilalang," sebut Iskandar.
Saat ini tim gabungan yang terdiri dari KPH, Manggala Agni, TNI Polri dan juga masyarakat masih berupaya melakukan pemadaman. Medan yang terjal menjadi kendala dalam melakukan pemadaman.
"Lokasi medan dengan tingkat kemiringan terjal dan akses ekstrem yang sulit dijangkau, sehingga menghambat percepatan upaya pemadaman," ujar Iskandar.
Kendati demikian, penyebaran api sebagian besar sudah dapat dipadamkan. Untuk mencegah meluasnya kebakaran, tim pemadam telah membuat sekat bakar.
"Saat ini telah.berangsur-angsur mempersempit penyebaran luas lahan yang terbakar. Namun team masih berupaya membuat sekat bakar di titik api yang sulit terjangkau," ucap Iskandar.
(nor/nor)

