detikBali

Wali Murid SD di Lombok Protes Tabungan Ratusan Juta Tak Kunjung Cair

Terpopuler Koleksi Pilihan

Wali Murid SD di Lombok Protes Tabungan Ratusan Juta Tak Kunjung Cair


Sui Suadnyana, Sanusi Ardi W - detikBali

Sejumlah wali murid SDN 1 Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, NTB, melakukan protes karena uang tabungan siswa tak kunjung dicairkan, Sabtu (27/6/2026). (Foto: Facebook Rifki Rayyanza)
Foto: Sejumlah wali murid SDN 1 Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, NTB, melakukan protes karena uang tabungan siswa tak kunjung dicairkan, Sabtu (27/6/2026). (Foto: Facebook Rifki Rayyanza)
Lombok Timur -

Video wali murid melakukan protes di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), beredar di media sosial (medsos). Para wali murid protes lantaran kecewa karena uang tabungan siswa tak kunjung dicairkan sekolah.

Jumlah total uang tabungan siswa yang tak dicairkan sekolah diperkirakan mencapai Rp 200 juta. Para wali siswa mendesak SDN 1 Batuyang untuk segera membagikan uang tabungan tersebut.

"Rp 33 juta uang saya harus ada sekarang, saya tidak mau tau, pokoknya harus ada sekarang," ujar salah seorang wali murid dalam video yang diunggah akun Facebook Rifki Rayyanza pada Sabtu (27/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Irma, salah satu wali murid di SDN 1 Batuyang, membenarkan video yang beredar luas di medsos. Pemicunya uang tabungan siswa tak kunjung dibagikan hingga sekarang.

ADVERTISEMENT

"Betul itu, semua wali murid merasa keberatan karena uang tabungan anak-anak belum dibagikan," terang Irma kepada detikBali, Minggu (28/6/2026).

Irma menceritakan uang tabungan siswa awalnya akan dibagikan pada Jumat. Namun, sekolah berdalih uang tabungan siswa belum diambil dari bank.

"Anak saya yang memberi tahu, maka besok hari Jumat kita bagi tabungan, kata anak saya. Terus saya tanya lagi ke grup WA kelas untuk konfirmasi, terus dibalas oleh guru anak saya, uangnya belum dibawa oleh pihak bank katanya di grup itu," tutur Irma.

Mendengar jawaban tersebut, Irma kemudian mengonfirmasinya ke bank. Namun, uang tabungan siswa ternyata telah diterima oleh sekolah.

"Saya kan kebetulan ada nomor staf bank yang biasa mengambil uang tabungan ke sekolah, nah saya chat-lah dia. Kata petugasnya, uang tersebut telah diambil oleh pihak sekolah pada hari Kamis yang lalu," jelas Irma.

Irma kecewa karena uang tabungan tersebut dijanjikan akan segera dibagikan sekolah. Namun nyatanya, setelah para wali murid ramai-ramai datang ke sekolah, pembagian uang tabungan ini kembali diundur.

"Pihak sekolah beralasan sibuk membuat raport, sibuk penerimaan siswa baru, pokoknya ada saja alasanya. Kemarin hari Sabtu kami ke sekolah sambil bagi raport dan biasanya bagi tabungan, tetapi diundur lagi karena uangnya belum ada," cetus Irma.

Irma mengungkapkan sebagian siswa telah menerima uang tabungan dan sebagian lagi belum. Ia memperkirakan uang tabungan siswa yang belum dibagikan mencapai Rp 200 juta.

"Kelas 1 dan kelas 6 sudah dibagikan, yang belum itu kelas 2 sampai kelas 5. Jumlah semuanya tidak disebutkan, tetapi yang digunakan itu katanya sampai Rp 200 juta, bahkan lebih, tetapi tidak disebutkan rincian pastinya oleh pihak sekolah," beber Irma.

Sementara SDN 1 Batuyang belum memberikan penjelasan kepada detikBali perihal kasus ini. Namun, sekolah berjanji akan membagikan uang tabungan ke wali murid pada 4 Juli 2026. Hal ini tertuang dalam surat pernyataan yang ditandatangani oleh kepala dan bendahara sekolah serta perwakilan wali murid.




(hsa/hsa)










Hide Ads