detikBali

Terungkap, Tabungan Siswa Rp 200 Juta di Lombok Dipakai Bendahara SD

Terpopuler Koleksi Pilihan

Terungkap, Tabungan Siswa Rp 200 Juta di Lombok Dipakai Bendahara SD


Sanusi Ardi W - detikBali

Suasana SDN 1 Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, NTB, Senin (29/6/2026)
Foto: Suasana SDN 1 Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, NTB, Senin (29/6/2026). (Sanusi Ardi/detikBali)
Lombok Timur -

Uang tabungan siswa Rp 200 juta di SDN 1 Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), ternyata dipakai oleh bendahara sekolah untuk biaya operasi keluarganya. Hal ini terungkap setelah sejumlah wali murid di sekolah tersebut melakukan protes.

"Dari penjelasan kemarin katanya bendahara sekolah yang pakai untuk biaya operasi keluarganya," terang Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur, Nasir, Senin (29/6/2026).

Dari hasil mediasi antara pihak sekolah dan wali murid, uang tabungan tersebut akan dibagikan pada 4 Juli 2026. Sesuai dengan surat pernyataan yang telah ditandatangani oleh bendahara, kepala sekolah, dan perwakilan wali murid.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jaminannya motor dan rumah yang bersangkutan. Kesanggupan dan bentuk komitmen yang bersangkutan tertuang dalam surat pernyataan bermeterai yang disaksikan perwakilan wali murid, para guru dan kami dari UPTD," jelas Nasir.

Nasir menyebut persoalan tabungan siswa ini sudah diingatkan jauh-jauh hari. Hal itu supaya pihak sekolah sejak awal menyiapkan uang tabungan siswa sebelum jadwal pembagian.

ADVERTISEMENT

"Dari awal kami sudah ingatkan persoalan tabungan ini, satu atau dua bulan sebelum jadwal pembagian uangnya sudah siap, supaya hal-hal seperti ini tidak terjadi," kata Nasir.

Sebagai bentuk sanksi, pihaknya telah mengeluarkan surat teguran ke bendahara SDN 1 Batuyang. Selain itu, ia juga akan mencopot jabatan oknum guru tersebut sebagai bendahara sekolah.

"Sudah kami sampaikan teguran. Kami juga telah meminta yang bersangkutan supaya tidak lagi menjadi bendahara sekolah, jadi guru biasa saja," tegas Nasir.

Pihaknya juga telah menyampaikan usulan kepada Kepala Dinas Dikbud Lombok Timur untuk mengeluarkan surat edaran terkait peniadaan menabung di sekolah. Hal tersebut dimaksudkan supaya kejadian serupa tidak terjadi lagi.

"Sudah kami usulkan ke Pak Kadis supaya mengeluarkan surat edaran, jangan lagi ada menabung di sekolah supaya tidak terjadi hal-hal yang begini," imbuh Nasir.

Hingga saat ini belum ada tanggapan dari pihak sekolah. detikBali telah berupaya menghubungi kepala sekolah dan mendatangi SDN 1 Batuyang untuk meminta keterangan. Namun, tidak ada aktivitas di tempat tersebut alias sepi karena sedang libur panjang.




(hsa/hsa)










Hide Ads