Puluhan wali murid di SDN 1 Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali menggeruduk sekolah pada Sabtu (4/7/2026). Mereka merasa kecewa karena tabungan siswa tak kunjung cair.
Kedatangan para wali murid dipicu janji pihak sekolah yang sebelumnya menyatakan tabungan siswa akan dicairkan hari ini. Namun, hingga hari yang dijanjikan, dana tabungan senilai sekitar Rp 200 juta itu belum juga diterima.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan detikBali, puluhan wali murid melakukan protes di halaman SDN 1 Batuyang. Mereka datang untuk meminta kejelasan terkait kapan pastinya uang tabungan tersebut akan diterima.
"Kami merasa kecewa karena seminggu yang lalu kami dijanjikan, makanya kami datang kesini lagi untuk menagihnya," ujar Sapardi, salah seorang wali murid.
Para wali murid mendesak pihak sekolah untuk segera membagikan uang tersebut. Sebab, uang tabungan tersebut sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan anak menjelang tahun ajaran baru.
"Kami sangat memerlukan uang tabungan ini, hanya ini yang kami harapkan untuk keperluan beli baju seragam sekolah, sepatu, buku, dan lainya, karena sebentar lagi kan mau masuk sekolah," tegas Sapardi.
Sapardi menerangkan, jumlah uang tabungan siswa bervariasi ada yang Rp 5 juta hingga puluhan juta rupiah. Ia menyebut, para wali murid menabung di sekolah supaya ada yang diharapkan ketika tahun ajaran baru seperti saat ini.
"Kalau jumlahnya bervariasi, dan saat tahun ajaran baru seperti sekarang bisa kami pakai uangnya," ucapnya.
Hingga saat ini, wali murid masih melakukan dialog dengan pihak sekolah untuk mencari solusi. Dialog dijaga ketat dari aparat kepolisian dan TNI.
Sementara bendahara maupun Kepala Sekolah SDN 1 Batuyang masih belum bersedia untuk diwawancara.
Sebelumnya, uang tabungan siswa Rp 200 juta di SDN 1 Batuyang ternyata dipakai oleh bendahara sekolah untuk biaya operasi keluarganya. Hal ini terungkap setelah sejumlah wali murid di sekolah tersebut melakukan protes.
"Dari penjelasan kemarin katanya bendahara sekolah yang pakai untuk biaya operasi keluarganya," terang Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur, Nasir, Senin (29/6/2026).
Dari hasil mediasi antara pihak sekolah dan wali murid, uang tabungan tersebut akan dibagikan pada 4 Juli 2026. Sesuai dengan surat pernyataan yang telah ditandatangani oleh bendahara, kepala sekolah, dan perwakilan wali murid.
"Jaminannya motor dan rumah yang bersangkutan. Kesanggupan dan bentuk komitmen yang bersangkutan tertuang dalam surat pernyataan bermeterai yang disaksikan perwakilan wali murid, para guru dan kami dari UPTD," jelas Nasir.
(nor/nor)

