Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, berencana mengembangkan desa tematik di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Program tersebut akan mencakup pengembangan desa ayam petelur, ayam pedaging, hingga desa berorientasi ekspor.
Rencana itu disampaikan Yandri seusai melakukan kunjungan kerja di Flores Timur pada Jumat (3/7/2026) hingga Sabtu (4/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira 229 desa saya petakan dulu. Mungkin desa-desa tematik kami buat desa ayam petelur, desa ayam pedaging, tanaman yang (bisa) diekspor karena kami punya program Desa Ekspor dan Wisata. Nanti tinggal koordinasi termasuk dengan Pak Ahmad Yohan DPR RI Komisi IV," kata Yandri saat diwawancarai di Bandar Udara Gewayantana Larantuka, Sabtu pagi (4/7/2026).
Selama berada di Flores Timur, Yandri mengaku melihat banyak potensi desa yang dinilai layak diberdayakan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Menurutnya, daerah tersebut memiliki beragam komoditas unggulan, mulai dari jambu mete, jagung, hingga tanaman hortikultura.
"Saya selama dua hari ini banyak potensi yang saya lihat di Flores Timur. Potensi desa yang saya lihat ada jambu mete, jagung, ada ikan, ada madu, kelapa, hortikultura, tanahnya subur masyarakat pekerjaan keras tapi tinggal kolaborasi," imbuhnya.
Yandri menjelaskan, Kementerian Desa memiliki dua program utama, yakni pemberdayaan dan pendampingan. Menurutnya, kedua program tersebut harus berjalan beriringan agar bantuan pemerintah benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.
"Pemberdayaan itu dalam artian kami memberikan program dengan afirmasi yang benar-benar tepat sasar. Tapi jangan lupa ada pendampingan yang perlu kami libatkan ada kepala desa, pendamping desa ada pemerintahan daerah, karena nanti kami kasih bantuan tanpa pendampingan, ya belum tentu itu akan maksimal," ujarnya.
Dalam kunjungannya, Yandri juga mengaku terkesan dengan Desa Lamakera di Pulau Solor. Ia menilai masyarakat desa tersebut memiliki semangat gotong royong yang kuat dalam membangun wilayahnya.
"Kemarin saya ke Pulau Solor di Lamakera, paguyuban desanya luar biasa dalam membangun Desa Lamakera. Saya dapat belajar banyak dari Flores Timur," tandasnya.
(nor/nor)

