detikBali

Tegas! Italia Tolak Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

Terpopuler Koleksi Pilihan

Tegas! Italia Tolak Gantikan Iran di Piala Dunia 2026


Putra Rusdi K - detikBali

UDINE, ITALY - OCTOBER 14: team of Italia during the FIFA World Cup 2026 qualifier match between Italy and Israel at Stadio Friuli on October 14, 2025 in Udine, Italy. (Photo by Image Photo Agency/Getty Images)
Timnas Italia. (Foto: Getty Images/Image Photo Agency)
Denpasar -

Italia tegas menolak tiket gratis ke Piala Dunia 2026. Pemerintah Italia kompak menutup pintu wacana menggantikan Iran, meski usulan itu datang dari utusan Presiden Amerika Serikat.

Wacana tersebut diutarakan utusan Presiden AS, Paolo Zampolli, dalam pertemuan bilateral dengan Italia. Ia mengusulkan agar Italia menggantikan Iran di Piala Dunia 2026.

Zampolli berharap usulan itu bisa direalisasikan demi memperbaiki hubungan kedua negara yang merenggang akibat konflik di Timur Tengah. Italia diketahui berada di pihak pemimpin Vatikan, Paul Leo XIV, yang tidak mendukung serangan AS ke Iran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AS sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026 masih mendesak FIFA mencoret Iran dari turnamen tersebut. Namun, FIFA menegaskan tidak berencana membatalkan keikutsertaan Tim Melli.

ADVERTISEMENT

Italia Tak Mau Jalur Belakang

Pemerintah Italia tak tertarik dengan wacana tersebut. Menteri Olahraga Italia Andrea Abodi dan Presiden KONI Italia Luciano Buonfiglio satu suara menilai Gli Azzurri tak pantas tampil di Piala Dunia 2026.

Italia gagal merebut tiket ke Piala Dunia 2026 setelah kalah adu penalti dari Bosnia & Herzegovina di babak playoff. Hasil itu membuat Italia tiga kali beruntun gagal tampil di Piala Dunia karena selalu terhenti di playoff.

Buonfiglio menegaskan akan merasa malu jika Italia tampil lewat jalur non-sporting.

"Pertama-tama, saya rasa itu tidak mungkin. Kedua, saya akan merasa tersinggung. Anda harus pantas untuk pergi ke Piala Dunia," kata Buonfiglio dikutip dari detikSport.

Abodi mempertegas bahwa tiket ke Piala Dunia hanya bisa diraih lewat hasil di lapangan.

"Itu tidak pantas. Anda lolos dari hasil di lapangan," tambah Abodi.




(dpw/dpw)










Hide Ads