'Gol Tangan Tuhan' Diego Maradona di Perempat Final Piala Dunia 1986 menjadi momen yang sangat ikonik. Wasit dan timnya kala itu tak menyadari ada kesalahan fatal tersebut sehingga Argentina menang dua gol melawan Inggris yang hanya mencetak satu gol.
Kesalahan keputusan wasit yang cukup ikonik juga terjadi pada babak 16 besar Piala Dunia 2010. Carlos Tevez kala itu menerima umpan sundulan dari Lionel Messi dan mencetak gol ke gawang Meksiko.
Hasil siaran ulang, Tevez ternyata dalam posisi offside karena posisinya sangat jauh di belakang bek terakhir. Wasit Robert Rosetti tetap mengesahkan gol tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gol-gol yang lahir dari kesalahan pengamatan wasit, seperti yang dicetak Maradona dan Carlos Tevez, kian tak mungkin terjadi di Piala Dunia 2026. Ini tak lepas dari penerapan teknologi yang kian canggih dalam sepakbola, terutama dengan hadirnya artificial intelligence (AI).
Dilansir dari detikInet, adaptasi AI dalam pertandingan sepakbola membuat euforia Piala Dunia 2026 menjadi berbeda. Nyaris tak akan ada perdebatan soal keputusan-keputusan wasit, terutama terkait hal-hal yang krusial.
FIFA, dalam Piala Dunia 2026, telah menerapkan Teknologi Offside Semi-Otomatis (SAOT) yang telah ditingkatkan. Sebanyak 1.248 pemain dari seluruh 48 skuad telah dipindai secara digital menjadi avatar 3D yang presisi.
Tak cuma itu, bola pertandingan Adidas yang dipakai juga berisi sensor unit pengukuran (Inertial Measurement Unit/IMU) yang mengirimkan data 500 kali per detik. Ada pula 12 kamera pelacak yang ditempatkan di sekitar setiap stadion memantau 29 titik data per pemain, 50 kali per detik.
Saat bola dimainkan, sistem menghitung titik tendangan yang tepat dan memetakan posisi setiap pemain pada saat itu. Apabila seorang pemain berada lebih dari 10 cm di luar garis offside (turun dari ambang batas sebelumnya 50 cm) peringatan audio waktu nyata akan langsung dikirim ke earphone asisten wasit.
Melalui teknologi canggih ini, wasit tidak perlu melalui VAR terlebih dahulu. Peringatan offside bisa langsung ditentukan hanya dalam beberapa detik. Kalau pun pakai VAR, petugas tidak perlu lagi menarik garis offside secara manual di layar. Mereka hanya bertugas memverifikasi titik tendangan (kick-point) dan garis offside yang sudah otomatis dibuat oleh sistem AI.
Penonton di stadion akan dibeberkan animasi siaran yang dibuat dari kemiripan 3D pemain sebenarnya yang menunjukkan dengan tepat setiap bagian tubuh berada pada saat operan dilakukan.
Artikel ini telah tayang di detikInet. Baca selengkapnya di sini!
(iws/iws)












































