Khutbah Jumat Menyentuh Hati tentang Kematian dan Bekal Akhirat

Khutbah Jumat Menyentuh Hati tentang Kematian dan Bekal Akhirat

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Jumat, 10 Apr 2026 07:15 WIB
Khutbah Jumat Menyentuh Hati tentang Kematian dan Bekal Akhirat
Ilustrasi Khutbah (Foto: Raka Dwi Wicaksana/Unsplash)
Jakarta -

Di tengah kesibukan dunia, ada satu kepastian yang seringkali terlupakan oleh umat Islam, yaitu kematian. Bagi seorang mukmin, kematian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan pintu gerbang menuju kehidupan yang sesungguhnya. Namun, sejauh manakah kita mempersiapkan bekal untuk kehidupan di akhirat kelak?

Untuk itu, berikut adalah dua naskah khutbah Jumat menyentuh hati tentang kematian dan bekal akhirat sebagaimana telah dirangkum detikHikmah.

Naskah Khutbah Jumat tentang Kematian dan Bekal Akhirat

Dikutip dari buku 35 Khutbah Jumat Terpopuler karya Marolah Abu Akrom dan laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), berikut naskah khutbah Jumat tentang kematian dan bekal akhirat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Khutbah Jumat: Persiapan Menuju Kematian

بِسْمِ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ لِلَّهِ وَكَفَى ، وَسَلَامٌ عَلَى عِبَادِهِ الَّذِينَ اصْطَفَى أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ.

ADVERTISEMENT

اللهُم صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ, أَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَأَيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ أُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نَهْضَةَ الْوَطَنِ فِي الْعَالَمِينَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kaum muslimin sidang jemaah Jumat yang berbahagia rahimakumullah,

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kepada Allah Robbul 'Izzati, pada kesempatan Jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu salat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Sholawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda Nabi Besar Muhammad SAW juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari kiamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Mengawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jemaah, marilah kita bertakwa kepada Allah SWT dengan sebenar-benar takwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin sidang jemaah Jumat yang berbahagia rahimakumullah,

Pada khutbah kali ini tema yang akan khatib sampaikan adalah tentang Persiapan Menuju Kematian. Inilah tema yang sangat penting di antara tema-tema yang lainnya yaitu, persiapan menuju kematian.

Sebab pada akhirnya, siapapun kita, walaupun memiliki gelar profesor, doktor dengan jabatan tinggi, dan memiliki kekayaan berlimpah ruah, toh akan mengalami kematian cepat atau lambat, suka atau tidak suka.

Ketika kematian itu tiba semua yang kita miliki tidak bernilai apa-apa, hilang dan sirna tanpa bekas sedikit pun. Rumah yang bertahun-tahun kita bangun dengan biaya ratusan juta, kendaraan mewah yang harganya miliaran, emas permata yang bertumpuk-tumpuk, tabungan deposito di bank yang berjumlah triliunan, kantor mewah tempat bekerja dan orang-orang yang kita cintai seperti anak, istri/suami, semua itu kita tinggalkan tidak berguna sedikit pun. Hanya iman dan amal saleh selama hidup di dunia yang kita bawa mati menghadap kepada Allah.

Semakin kuat kualitas iman kita dan semakin banyak amal saleh yang kita lakukan, niscaya semakin besar pula peluang kita mati dalam keadaan husnul khatimah dan akan terhindar dari kematian yang bersifat su'ul khatimah. Kematian su'ul khatimah itu adalah kematian yang buruk dengan proses sakaratul maut yang sangat menyakitkan bagaikan ditusuk pedang 300 kali, demikian sabda Nabi.

Ketika iman dan amal saleh ini menyertai di dalam kubur, maka kubur itu akan menjadi tempat yang sangat nikmat, nyaman, enak dan menyenangkan, bagaikan taman di antara taman surga (raudhah min riyadhil jannah). Demikian juga ketika bangkit dari kubur untuk dikumpulkan di padang mahsyar akan mendapatkan naungan di atas terik matahari yang sangat dahsyat di atas kepala kita.

Dan puncaknya orang yang memiliki iman dan amal saleh akan masuk surga Firdaus dengan kenikmatan yang tiada tara, kekal abadi di dalamnya. Sebagaimana tersebut dalam Al-Qur'an surah Al Kahfi ayat 107-108:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّلِحَتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّتُ الْفِرْدَوْس نُزُلًا ۱۰۷ خَلِدِينَ فِيهَا لَا يَبْغُونَ عَنْهَا حِوَلًا ۱۰۸

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh memperoleh surga Firdaus sebagai tempat tinggal. Mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin pindah dari sana."

Menurut ayat tersebut bahwa untuk dapat masuk ke dalam surga Firdaus, hanya dengan iman dan amal saleh yang telah kita perjuangkan selama hidup di dunia. Dengan demikian dapat kita pahami, bahwa betapa berharganya yang namanya iman dan amal saleh.

Kaum muslimin sidang jemaah Jumat yang berbahagia rahimakumullah,

Kata iman dan amal saleh seringkali kita membaca dan mendengarnya. Namun, kebanyakan kita tidak memahaminya secara mendalam sehingga kita tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang sangat penting. Padahal dengan iman dan amal saleh-lah yang mengantarkan kita ke dalam surganya Allah.

Memang untuk memahami secara mendalam memerlukan pengkajian secara intensif dan berkesinambungan. Karena iman itu bersifat abstrak (tidak terlihat), tapi dapat kita rasakan keberadaannya dengan meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan di jagad raya ini.

Untuk dapat meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan, mesti belajar ilmu akidah atau tauhid seperti memahami 20 sifat wajib bagi Allah, ditambah asmaul husna yang berjumlah 99 beserta dalil-dalil untuk memperkuatnya, baik dalil naqli maupun dalil aqli.

Selanjutnya iman yang sudah dipahami tadi mesti dibuktikan dalam bentuk amal saleh. Amal saleh itu adalah segala macam perbuatan yang dinilai baik, benar dan positif, dan sesuai dengan ajaran Islam.

Iman kita akan diakui keberadaannya jika dibuktikan dalam bentuk amal saleh. Sebaliknya amal saleh kita akan diterima oleh Allah bila didasari rasa iman di dalam hati. Jadi, antara iman dan amal saleh tidak boleh dipisah karena memiliki keterkaitan erat antara keduanya.

Berdasarkan penjelasan ini maka jangan mimpi kita akan masuk surga, bila tidak ada iman dan amal saleh selama hidup di dunia. Oleh karena itu selagi kita masih bernafas, mari kita perkuat iman kita dengan ketaatan dan ketundukan kepada Allah terhadap semua ketentuan syariat agama agar menjadi amal saleh yang bernilai ibadah yang besar pahalanya sehingga kelak kita diperkenankan masuk ke dalam surga Firdaus seperti yang dijanjikan dalam surah Al Kahfi ayat 107-108 tersebut.


Akhirnya, semoga khutbah Jumat edisi ini menjadi pengingat (alarm) yang sangat berharga untuk mempersiapkan datangnya kematian secara tiba-tiba, dan semoga kematian kita nanti tergolong husnul khatimah, aamiin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ, وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

2. Khutbah Jumat: Mempersiapkan Bekal Menuju Kematian

Khutbah I

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَسْكَنَ عِبَادَهُ الدُّنْيَا هَذِهِ الدَّارَ وَجَعَلَهَا لَهُمْ مَنْزِلَةَ سَفَرٍ مِنْ الْأَسْفَارِ وَجَعَلَ الدَّارَ الْآخِرَةَ دَارَ الْقَرَارِ فَسُبْحَانَ مَنْ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ وَيَرْفَقُ بِعِبَادِهِ الْأَبْرَارِ فِي جَمِيعِ الْأَقْطَارِ وَسَبَقَ رَحْمَتُهُ بِعِبَادِهِ غَضَبَهُ وَهُوَ الرَّحِيمُ الْغَفَّارُ أَحْمَدُهُ عَلَى نِعَمِهِ الْغَزَارِ وَأَشْكُرُهُ مِنْ فَضْلِهِ بِشَكْرٍ مِدْرَارٍ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ

وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ النَّبِيُّ الْمُخْتَارُ الرَّسُولُ الْمَبْعُوثُ بِالتَّبْشِيرِ وَالْإِنْذَارِ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةَ تَتَجَدَّدُ بَرَكَاتُهَا بِالْعَشِيَ وَالْإِبْكَارِ وَعَلَى آلِهِ الْأَظهَارِ وَأَصْحَابِهِ الْأَخْيَارِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقَرَارِ

أَمَّا بَعْدُ ، أَيُّهَا الْإِخْوَانُ أَوْصِيْكُمْ وَايَايَ بِتَقْوَى اللَّهِ وَطَاعَتِهِ ، بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Hadirin jemaah Jumat rahimakumullah,

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, atas berkat Rahmat-Nya, inayahnya, karunianya, Allah kumpulkan kita bersama pada hari yang mulia ini, di tempat rumahnya yang mulia ini untuk melaksanakan Ibadah shalat Jumat, mudah-mudahan shalat Jumat kita dan apapun ibadah yang kita lakukan ini diterima oleh Allah SWT dan mudah-mudahan semua ibadah-ibadah itu dapat meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Aamiin

Hadirin jemaah Jumat rahimakumullah,

Di hari Jumat yang penuh berkah ini, marilah kita meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan selalu menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, dengan selalu berpegang teguh serta mengikuti sunnah-sunnah nabi-Nya. Karena sesungguhnya, hanya dengan takwa kita akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat.

Pada hari ini, kita akan membahas tema yang sangat penting dan selalu relevan dalam kehidupan kita, yaitu mempersiapkan bekal menuju kematian. Kematian adalah suatu keniscayaan yang tidak bisa dihindari oleh setiap makhluk yang bernyawa. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surah Al-Anbiya ayat 35:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Artinya: "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan hanya kepada Kami kamu dikembalikan."

Ayat ini menegaskan bahwa setiap makhluk hidup pasti akan merasakan kematian. Namun, kapan dan di mana kematian itu datang adalah rahasia Allah SWT yang tidak kita ketahui. Oleh karena itu, setiap Muslim harus selalu siap siaga, mempersiapkan bekal untuk menyambut kematian, agar ketika ajal menjemput kita dalam keadaan yang diridhai Allah SWT.

Rasulullah mengingatkan kita dalam sabdanya:

أَكْثِرُوا مِنْ ذِكْرِ هَادِمِ اللَّذَاتِ يَعْنِي الْمَوْتَ

Artinya: "Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian." (HR Tirmidzi dan An-Nasa'i)

Mengingat kematian bukanlah untuk membuat kita takut atau putus asa, melainkan untuk memotivasi kita agar selalu berbuat kebaikan dan menghindari kemaksiatan. Mengingat kematian membuat kita sadar bahwa dunia ini hanyalah sementara, dan kehidupan yang kekal adalah di akhirat. Oleh karena itu, kita harus memanfaatkan waktu yang singkat ini untuk mempersiapkan bekal sebanyak-banyaknya.

Bekal apakah yang mesti kita persiapkan sebelum menghadapi kematian? Tentunya ada banyak hal. Namun setidaknya ada tiga hal yang akan khatib sampaikan pada kesempatan berharga ini.

Hadirin jemaah Jumat rahimakumullah,

Bekal pertama yang mesti kita persiapkan adalah amalan yang terbaik sebagaimana yang dinyatakan Allah SWT dalam Al-Qur'an surah Al-Mulk ayat 2:

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيُوةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُوْرُ

Artinya: "Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia lah Tuhan yang Maha Perkasa, lagi Maha Pengampun."

Rasulullah SAW bersabda:

يَتْبَعُ الْمَيْتَ ثَلَاثَةٌ: أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ ، وَيَبْقَى وَاحِدٌ: يَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ، وَيَبْقَى عَمَلُهُ

Artinya: "Tiga hal yang mengikuti mayat (ke kuburannya): keluarganya, hartanya, dan amalnya. Dua di antaranya kembali, dan satu tetap bersamanya. Keluarganya dan hartanya akan kembali, sementara amalnya akan tetap bersamanya." (HR Bukhari dan Muslim)

Salah satu amalan yang terbaik adalah yang dilakukan secara istiqomah meskipun terlihat kecil sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah SAW:

أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Artinya: "Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus (dilakukan) meskipun sedikit." (HR Bukhari Muslim)

Beramal sebaik mungkin juga berarti bahwa pekerjaan itu kita lakukan dengan seikhlas mungkin, semaksimal mungkin dan dengan sesempurna mungkin. Baik dalam interaksi kita kepada Allah maupun kepada sesama manusia, dalam tiap amal kita patrikan dalam diri kita bahwa bisa jadi itu adalah amal terakhir kita.

Hadirin jemaah Jumat rahimakumullah,

Bekal kedua yang mesti disiapkan adalah memperbanyak amal yang terus mengalir pahalanya. Di antaranya sebagaimana hadits Rasulullah SAW:

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Artinya: "Jika seorang manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya." (HR Muslim)

Sedekah jariyah adalah sedekah yang manfaatnya berkelanjutan dan tidak berhenti meskipun pemberi sedekah sudah meninggal dunia. Kata "jariyah" berasal dari akar kata "jarā" yang berarti "mengalir".

Sedekah jariyah merupakan salah satu amal yang terus memberikan pahala kepada pelakunya meskipun dia sudah meninggal dunia. Hal ini karena manfaat dari sedekah tersebut tidak berhenti dengan kematian pemberi sedekah, tetapi terus berlanjut selama sedekah tersebut masih memberikan manfaat.

Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang dapat membimbing seseorang untuk mengenal Allah SWT, meningkatkan keimanan, memperbaiki akhlak, dan mendorong seseorang untuk beramal saleh. Ilmu bermanfaat adalah ilmu yang terus diamalkan dan disebarluaskan oleh orang yang mempelajarinya.

Sebagai contoh, seorang guru yang mengajarkan ilmu agama kepada muridnya, dan murid tersebut kemudian mengajarkannya lagi kepada orang lain. Selama ilmu tersebut terus diamalkan, pahala akan terus mengalir kepada orang yang pertama kali mengajarkannya.

Sementara anak yang saleh adalah anak yang menjalankan perintah Allah, menjauhi larangan-Nya, dan berakhlak mulia. Mereka memiliki rasa hormat, kasih sayang, dan tanggung jawab kepada orang tua mereka, baik ketika orang tua masih hidup maupun setelah wafat.

Doa anak saleh memiliki nilai yang sangat tinggi dalam Islam. Ketika seorang anak mendoakan orang tuanya, doa tersebut menjadi penolong bagi orang tua, khususnya setelah mereka wafat.

Rasulullah menekankan pentingnya doa anak sebagai salah satu amal yang pahalanya tidak terputus bagi orang tua yang telah meninggal dunia. Doa anak shalih dapat menjadi wasilah (perantara) bagi pengampunan dosa orang tua. Sebagaimana yang tercantum dalam ayatnya:

رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

Artinya: "Ya Rabb kami! Beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab."

Memiliki anak yang solih adalah dambaan setiap orang tua itulah mengapa banyak sekali disebut dalam Al-Qur'an doa-doa baik orang tua agar memiliki anak yang saleh.

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

Artinya: "Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang saleh."

Hadirin jemaah Jumat rahimakumullah,

Bekal ketiga kita dalam menyongsong kematian adalah bertaubat kepada Allah SWT.

يَأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوْبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya."

Sebagai manusia, kita tidak luput dari dosa dan kesalahan. Setiap dosa yang kita perbuat akan menjadi beban yang berat bagi kita. Taubat merupakan tindakan kembali kepada Allah dengan penyesalan yang mendalam atas dosa dan kesalahan yang telah dilakukan, serta berjanji untuk tidak mengulanginya lagi.

Taubat adalah bagian penting dari kehidupan seorang Muslim, karena manusia tidak luput dari dosa dan kesalahan. Menunda-nunda taubat hingga kematian datang bisa menjadi penyesalan terbesar, karena pintu taubat akan tertutup saat nyawa telah sampai di tenggorokan.

إِنَّ اللَّهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ

Artinya: "Sungguh Allah menerima taubat hamba-Nya selama nyawa belum sampai di tenggorokan." (HR At Tirmidzi)

Tobat adalah pintu menuju ampunan Allah dan harus dilakukan sebelum kematian tiba. Menunda taubat adalah sikap yang sangat beresiko, karena tidak ada yang tahu kapan ajal akan datang. Taubat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan menghapus dosa-dosa, memperkuat keimanan, dan membawa ketentraman jiwa.

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,

Sebagai penutup khutbah marilah kita renungi bersama teladan salah satu Khulafaur Rasyidin yaitu sayyidina Utsman bin Affan.

Ibnu Majah meriwayatkan dari Hani anak asuh Utsman bin Affan, dia berkata: Ketika Utsman bin Affan berdiri di atas kuburan, ia menangis sehingga basah jenggotnya. Maka bertanya seseorang padanya: mengapa engkau bila mengingat surga dan neraka tidak menangis sedangkan mengingat ini (kuburan) engkau menangis ? Utsman bin Affan menjawab:

إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : الْقَبْرُ أَوَّلُ مَنَازِلِ الآخِرَةِ، فَإِنْ يَنْجُ مِنْهُ فَمَا بَعْدَه أَيْسَرُ مِنْهُ، وَإِنْ لَمْ يَنْجُ مِنْهَ فَمَا بَعْدَهُ أَشَدُّ مِنْهُ

Artinya: "Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: 'Sesungguhnya alam kubur itu awal menuju akhirat, apabila seseorang selamat dari alam kubur maka mudahlah setelah itu baginya. Dan bila tidak selamat seseorang dari alam kubur maka setelahnya lebih berat baginya.'"

Rasulullah SAW pun menyatakan tentang begitu menakutkannya kondisi dalam alam kubur.

وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: وَاللهِ مَا رَأَيْتُ (مَنظَرًا) فَقَطَّ إِلَّا وَالقَبْرُ أَقْطَعُ مِنْهُ

Artinya: "Demi Allah, aku belum pernah melihat (pemandangan) kecuali kuburan yang lebih mengerikan darinya."

Hadirin jemaah Jumat rahimakumullah,

Pada akhirnya mudah-mudahan Allah memberikan kita taufik dan kekuatan untuk bisa mempersiapkan bekal sebelum mengalami kematian dengan cara bertaubat, memperbanyak amalan saleh dan yang mengalir pahalanya aamiin allahumma aamiin.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ اللَّهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. أَقَوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khutbah II

الْحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ وَالشَّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتَنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ
سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولَهُ الدَّاعِى إِلَى رِضْوَانِهِ اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمْ تَسْلِيمًا كِثِيرًا

أَمَّا بَعْدُ فَيا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ فِيمَا أَمَرَ وَانْتَهُوا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعَالَى إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَنْبِيَائِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلَائِكَةِ المُقَرَّبِينَ وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخَلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلي وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِينَ وَتَابِعِي التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاء مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَ الإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ وَأَذِلَّ الشَّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّينَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِينَ اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ

وَالوَبَاءَ وَالزَّلازِلَ وَالمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتْنَةِ وَالمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيسِيَّا خَاصَّةً وَسَائِرِ الْبُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ عِبَادَ اللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبيَ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Naskah khutbah Jumat di atas dibuat oleh KH Bahrul Hikam.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads