Duka Cak Imin Petugas Haji: Lepas Kepergian Istri Lewat Badal Umrah

Kabar Haji Bersama Kahf

Duka Cak Imin Petugas Haji: Lepas Kepergian Istri Lewat Badal Umrah

Tri Aljumanto - detikHikmah
Jumat, 12 Jun 2026 17:46 WIB
Duka Cak Imin Petugas Haji: Lepas Kepergian Istri Lewat Badal Umrah
Muhaimin Petugas Haji 2026 di Jeddah melakukan video call dengan Wamenhaj Dahnil yang sedang berada di rumah duka di Malang, Jumat (12/6/2026). Foto: Dok. MCH 2026
Jeddah -

Berita duka menyelimuti keluarga besar Muhaimin, petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dari unit Media Center Haji (MCH). Di saat dirinya tengah berdedikasi melayani para "tamu Allah" di Tanah Suci, ia harus menerima kenyataan pahit. Sang istri tercinta, Diana Maf'ula, meninggal dunia di tanah air setelah sempat berjuang melawan sakit.

Lantaran tengah mengemban amanah negara yang belum usai, pria yang akrab disapa Cak Imin itu harus menahan rindu dan kepedihan yang mendalam. Ia belum bisa pulang ke tanah air untuk mendampingi langsung proses pemakaman sang istri di Malang, Jawa Timur.

Sebagai bentuk penghormatan dan empati yang mendalam, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, beserta jajaran pimpinan Kementerian Haji dan Umrah bertakziah langsung ke rumah duka di Malang pada Jumat (12/6). Kunjungan ini menjadi bentuk dukungan moral dan pelipur lara bagi anak-anak dan keluarga yang ditinggalkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sela-sela momen takziah tersebut, Wamenhaj Dahnil menyempatkan diri untuk terhubung langsung dengan Cak Imin melalui sambungan panggilan video (video call). Saat itu, Cak Imin tengah beristirahat di akomodasi petugas haji di Hotel Ashil, Jeddah.

Senyum ketegaran terpancar dari wajah Cak Imin saat melihat pimpinan tertingginya hadir memberikan doa secara langsung di ruang tamu rumahnya.

ADVERTISEMENT

"Kehadiran Pak Wamen beserta para pimpinan Kemenhaj (ke rumah) ini menjadi penghibur bagi kami. Ini menjadi kekuatan tersendiri bagi kami, anak kami, keluarga kami. Mudah-mudahan ini menjadi penguat bagi kami," ungkap Cak Imin

Bagi Cak Imin, keikhlasan mendiang istrinya melepas sang suami bertugas ke Tanah Suci adalah wujud nyata dari pengorbanan keluarganya. Perhatian dari kementerian ini dianggapnya sebagai sebuah kehormatan yang semakin membulatkan tekadnya untuk menuntaskan amanah hingga akhir masa operasional.

Dalam perbincangan hangat tersebut, Wamenhaj sempat menanyakan apakah Cak Imin sudah mem-badal-kan (menggantikan ibadah) umrah untuk almarhumah istrinya. Dengan suara yang sedikit bergetar namun tegar, Cak Imin membagikan momen spiritual yang dialaminya.

Pada Rabu (10/6) pagi waktu Arab Saudi, Cak Imin sempat meminta izin kepada pimpinannya di MCH untuk berangkat ke Masjidil Haram. Niat awalnya adalah murni untuk memanjatkan doa kesembuhan di depan Ka'bah, lantaran sang istri baru saja dikabarkan masuk ruang Intensive Care Unit (ICU).
Namun, manusia hanya bisa berencana. Ketika di tengah perjalanan, kemudian mendapat kabar kalau istri sudah tiada,

Alih-alih larut dalam keputusasaan dan kembali ke hotel, Cak Imin memantapkan langkahnya. Ia segera singgah di Masjid Tan'im untuk meluruskan niat melakukan badal umrah yang dihajatkan khusus bagi almarhumah.

Menariknya, ada sinkronisasi waktu yang begitu menggetarkan hati saat ia menunaikan rukun-rukun umrah tersebut dari Makkah, bersamaan dengan prosesi pemakaman istrinya di Malang.

"Ketika saya melaksanakan badal umrah, juga pas istri lagi diproses sampai dengan penguburan. Alhamdulillah, sa'i selesai, penguburan (di Malang) selesai. Insyaallah tugas saya sebagai suami sudah paripurna," tutur Cak Imin menahan haru.

Pimpinan salah satu media di Jawa Timur itu pun membagikan satu impian yang kini belum sempat terwujud. Rencana awalnya, setelah tugas negara ini purna, ia ingin sekali mengajak sang istri kembali ke Tanah Suci untuk umrah dan berziarah ke Makkah dan Madinah bersama-sama.
"Tapi ya, takdir berkata lain, Pak Wamen. Allah lebih sayang," ucapnya ikhlas.

Kini, berbekal doa dan ketegaran dari keluarganya di Tanah Air, Cak Imin berkomitmen untuk tidak mundur satu langkah pun. Ia dijadwalkan akan tetap ikut bergeser ke Madinah pada 16 Juni mendatang untuk mengawal kepulangan jemaah gelombang kedua.

Cak Imin baru akan kembali ke Indonesia pada penerbangan kloter terakhir petugas Daker Bandara, yakni pada 2 Juli 2026.

"Sehat-sehat ya, Mas," ucap Wamenhaj Dahnil mengakhiri panggilan, menutup interaksi yang membuktikan besarnya pengorbanan seorang petugas haji di lapangan.




(alj/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads