Cara Membaca Yasin dan Tahlil Sesuai Urutan yang Umum Diamalkan

Cara Membaca Yasin dan Tahlil Sesuai Urutan yang Umum Diamalkan

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Kamis, 29 Jan 2026 17:45 WIB
Cara Membaca Yasin dan Tahlil Sesuai Urutan yang Umum Diamalkan
Ilustrasi membaca Yasin dan tahlil. Foto: Getty Images/iStockphoto/Mongkolchon Akesin
Jakarta -

Membaca surah Yasin dan tahlil merupakan amalan yang telah lama tumbuh dan mengakar dalam kehidupan masyarakat muslim Indonesia. Keduanya sering diamalkan pada berbagai momen, seperti malam Jumat, kegiatan doa bersama, maupun saat mendoakan orang yang telah meninggal dunia.

Secara umum, rangkaian bacaan Yasin dan tahlil diawali dengan tawasul, kemudian membaca surah Al-Fatihah, sebelum masuk ke pembacaan surah Yasin. Setelah itu, amalan dilanjutkan dengan tahlil yang berisi rangkaian dzikir dan doa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengacu pada buku Tradisi Amaliyah Warga NU karya Sutejo Ibnu Pakar, bacaan tahlil disusun dari ayat-ayat Al-Qur'an yang mengandung nilai penguatan keimanan. Beberapa surah dan ayat yang lazim dibaca antara lain surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, lima ayat pertama dan dua ayat terakhir surah Al-Baqarah, serta Ayat Kursi (QS Al-Baqarah: 255).

Cara Membaca Yasin dan Tahlil

  1. Acara diawali dengan menyampaikan niat serta tujuan pelaksanaan tahlil, misalnya untuk mendoakan almarhum atau almarhumah tertentu.
  2. Pimpinan tahlil mengajak jemaah bertawasul kepada Nabi Muhammad SAW, para rasul, sahabat, wali, syuhada, dan orang-orang saleh.
  3. Tawasul dilanjutkan kepada keluarga yang telah wafat serta arwah yang diniatkan untuk dikirimi doa.
  4. Jemaah kemudian dipimpin membaca surah Yasin ayat 1 sampai 83.
  5. Setelah itu, jemaah membaca surah Al-Ikhlas sebanyak tiga kali.
  6. Jemaah diajak mengulang bacaan tahlil dan takbir.
  7. Selanjutnya, surah Al-Falaq dibaca sebanyak tiga kali.
  8. Jemaah kembali membaca tahlil dan takbir.
  9. Kemudian dilanjutkan dengan membaca surah An-Nas sebanyak tiga kali.
  10. Jemaah kembali mengulang bacaan tahlil dan takbir.
  11. Jemaah membaca surah Al-Fatihah.
  12. Dilanjutkan dengan membaca surah Al-Baqarah ayat 1 sampai 5.
  13. Jemaah membaca surah Al-Baqarah ayat 163.
  14. Setelah itu, dibacakan Ayat Kursi (QS Al-Baqarah: 255).
  15. Jemaah membaca dua ayat terakhir surah Al-Baqarah.
  16. Dilanjutkan dengan doa memohon rahmat dan keselamatan bagi Ahlul Bait.
  17. Jemaah diajak membaca istighfar sebanyak tiga kali.
  18. Pimpinan mengajak jemaah merenungkan keutamaan bacaan tahlil.
  19. Jemaah dipimpin membaca tahlil sebanyak 33 kali.
  20. Selanjutnya, jemaah membaca dua kalimat syahadat.
  21. Jemaah diajak membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
  22. Pimpinan memimpin bacaan tasbih sebanyak 10 kali.
  23. Jemaah kembali membaca sholawat.
  24. Jemaah membaca surah Al-Ahzab ayat 56.
  25. Setelah itu, dibacakan surah Al-Fatihah.
  26. Jemaah kembali membaca tahlil.
  27. Surah Al-Fatihah dibaca sebagai penutup rangkaian bacaan.
  28. Seluruh rangkaian Yasin dan tahlil ditutup dengan doa penutup tahlil.
  29. Selama pelaksanaan, seluruh bacaan dianjurkan dilakukan dengan penuh kekhusyukan.

Bacaan Doa Yasin dan Tahlil

Berikut bacaan doa penutup rangkaian Yasin dan tahlil untuk arwah dinukil dari NU Online:

ADVERTISEMENT

اللَّهُمَّ تَقَبَّلُ وَأَوْصِلْ ثَوَابَ مَا قَرَأْنَاهُ مِنَ الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ وَمَا هَلَّلْنَا وَمَا سَبِّحْنَا وَمَا اسْتَغْفَرْنَا وَمَا صَلَّيْنَا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَدِيَّةً وَاصِلَةً وَرَحْمَةً نَازِلَةً وَبَرَكَةً شَامِلَةً إِلَى حَضَرَةِ حَبِيبِنَا وَشَفِيعِنَا وَقُرَّةِ أَعْيُنِنَا سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَإِلَى جَمِيعِ إِخْوَانِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ وَالْأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِينَ وَالْعُلَمَاءِ الْعَامِلِينَ وَالْمُصَنِّفِينَ الْمُخْلِصِينَ وَجَمِيعِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِي سَبِيلِ اللهِ رَبِّ الْعَلَمِينَ وَالْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِينَ، خُصُوصًا إِلَى سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الجيلاني، ثُمَّ إِلَى أَرْوَاحِ جَمِيعِ أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْأَرْضِ وَمَغَارِبِهَا بَرْهَا وَبَحْرِهَا خُصُوصًا إِلَى آبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَاتِنَا، وَنَخَصُ خَصُوصًا إِلَى مَن اجْتَمَعْنَا هُهُنَا بِسَبَبِهِ وَلِأَجْلِهِ

Allâhumma taqabbal wa aushil tsawâba mâ qara'nâhu minal-qur'anil-'adhîmi wa mâ hallalnâ wamâ sabbahnâ wamâstaghfarna wamâ shallainâ 'alâ sayyidinâ Muhammadin shallallahu 'alaihi wa sallamâ hadiyyatan wâshilatan wa rahmatan nâzilatan wa barakatan syâmilatan ila hadirati habîbinâ wa syafî'nâ wa qurrati a'yuninâ sayyidinâ wa maulana Muhammadin shallallahu 'alaihi wa sallamâ, wa ila jamî'i ikhwânihi minal-anbiya'i wal mursalina wal-auliyâ'i wasy-syuhada'i wash-shalihina wash-shahâbati wat-tâbi'înâ wal-'ulamâ'il-'âmilîna wal-mushannifinal-mukhlashîna wa jamî'il-mujahidînâ fî sabîlillâhi rabbil-'âlamîna wal-malâ'ikatil-muqarrabîna, khusûshan ilâ sayyidinâsy-Syaikhi Abdil Qadir al-Jîlâni, tsumma ilâ arwahi jami'i ahlil-qubûri minal-muslimîna wal-muslimâti wal-mu'minîna wal-mu'minâti min masyâriqil-ardli wa magharibihâ barriha wa bahriha khusushan ilâ âbâ'inâ wa ummahâtinâ wa ajdâdinâ wa jaddâtinâ, wa nakhushshu khusûshan ilâ man ijtama'nâ hahunâ bisababihi wa liajlihi.

Artinya: "Ya Allah, terimalah dan sampaikanlah pahala ayat-ayat Quranul 'adhim yang telah kami baca, tahlil kami, tasbih dan istighfar kami, dan bacaan sholawat kami kepada penghulu kami Nabi Muhammad dan kepada keluarganya. Sebagai hadiah yang bisa sampai, rahmat yang turun, dan berkah yang cukup kepada kekasih kami, penolong dan buah mata kami, penghulu dan pemimpin kami, yaitu Nabi Muhammad, kepada semua temannya dari para nabi dan para utusan, kepada para wali, pahlawan yang gugur (syuhada), orang-orang yang salih, para sahabat, dan tabi'in (para pengikutnya); kepada para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas, kepada semua pejuang di jalan Allah (membela agama-Nya), Allah raja seru sekalian alam; dan kepada para Malaikat Muqarrabin, terutama Syekh Abdul Qadir al-Jilani, kemudian kepada ahli kubur, muslim yang laki-laki dan yang perempuan, mukmin yang laki-laki dan yang perempuan, dari dunia timur dan barat di darat dan di laut, terutama lagi kepada bapak-bapak kami, ibu-ibu kami, nenek-nenek kami yang laki-laki dan yang perempuan, lebih terutama lagi kepada orang yang menyebabkan kami sekalian berkumpul di sini dan untuk keperluannya."

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ، اَللَّهُمَّ أُنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُورِ مِنْ أَهْلِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُولُ اللهِ

Allâhummaghfirlahum warhamhum wa 'âfihim wa'fu 'anhum, allâhumma anzilir-rahmata wal-maghfirata 'alâ ahlil-qubûri min ahli lâ ilâha illallâhu muhammadur-rasûlullahi

Artinya: "Ya Allah ampunilah mereka, kasihanilah mereka, dan maafkanlah mereka. Ya Allah turunkanlah rahmat, dan ampunan kepada ahlul kubur yang ahli mengucapkan Laa ilaaha illaallah, Muhammadur rasulullah (Tidak ada tuhan selain Allah, Muhammad Utusan Allah)."

رَبَّنَا أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتَّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَلَمِينَ، الْفَاتِحَة

Rabbana arinâl-haqqa haqqan warzuqnât-tibâ'ah, wa arinâl-bâthila bâthilan warzuqnâj tinâbah. Rabbanâ âtinâ fid-dunyâ hasanatan wa fil-âkhirati hasanatan wa qinâ 'adzaban-nâr. Subhâna rabbika rabbil-'izzati 'ammâ yashifun, wa salamun 'alal-mursalin, wal-hamdulillâhi rabbil-'âlamîn. Al-fâtihah..

Artinya: "Tuhan kami, tunjukkanlah kami kebenaran dengan jelas, jadikanlah kami pengikutnya, tunjukkanlah kami perkara batil dengan jelas, dan jadikanlah kami menjauhinya. Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka, Maha Suci Tuhanku, tuhan yang bersih dari sifat yang di berikan oleh orang-orang kafir, semoga keselamatan tetap melimpahkan kepada para Utusannya dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian Alam. Al Fatihah."




(kri/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads