- Hukum Mendoakan Orang Tua yang Sudah Meninggal
- Doa Ziarah Kubur Orang Tua
- Tujuan Ziarah Kubur
- Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua 1. Berwudhu Sebelum Ziarah Kubur 2. Mengucapkan Salam untuk Ahli Kubur 3. Menghadap Kiblat Saat Membaca Doa 4. Memanjatkan Doa 5. Membaca Surah Pendek dalam Al-Qur'an 6. Tidak Menginjak dan Menduduki Kuburan
Dalam Islam, berbakti kepada orang tua wajib dilakukan meski keduanya telah meninggal dunia. Salah satu cara untuk berbakti kepada orang tua yang sudah meninggal adalah dengan ziarah kubur dan memanjatkan doa untuk mereka.
Terdapat tata cara yang harus diperhatikan agar ziarah kubur yang dilakukan berbuah pahala dan terhindar dari kesalahan. Untuk itu, berikut doa ziarah kubur, lengkap dengan tata caranya sesuai dengan tuntunan.
Baca juga: Apakah Ibu Hamil Boleh Ziarah ke Kuburan? |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hukum Mendoakan Orang Tua yang Sudah Meninggal
Dijelaskan dalam buku Sayangi Ibumu oleh Ahfa Waid, Rasulullah SAW pernah mengajarkan bahwa setiap anak harus tetap berbakti kepada orang tua meski sudah meninggal dunia.
Sebagaimana dijelaskan dalam salah satu hadits,
"Masih tetap ada bentuk berbakti kepada orang tua yang sudah meninggal dunia. Berdoa kepada Allah SWT agar diampuni keduanya (orang tua). Memenuhi janji mereka, menjalin hubungan silaturahmi dengan keluarga orang tua yang pernah terjalin, dan memuliakan teman-teman dekat kedua orang tua kita." (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah)
Selain itu, dijelaskan dalam salah satu hadits bahwa doa seorang anak akan tetap mengalir meski orang tuanya sudah meninggal dunia. Rasulullah SAW bersabda,
"Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariah, ilmu yang diambil manfaatnya, dan doa anak yang saleh." (HR Muslim)
Anak yang dididik dan dibesarkan dengan penuh kasih sayang, akan menjadi jalan bagi orang tuanya untuk menempuh kebahagiaan di akhirat. Hal ini dijelaskan dalam buku Air Mata Muslimah oleh Nur Zaim.
Doa Ziarah Kubur Orang Tua
Terdapat beberapa doa yang dapat umat Islam panjatkan ketika melakukan ziarah kubur ke makam orang tuanya. Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi terdapat riwayat dari Buraidah RA bahwa Rasulullah SAW mengajarkan doa masuk kuburan dengan lafaz berikut:
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَلَاحِقُونَ، أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ
Assalaamu 'alaikum ahlad-diyaari minal mu'miniin, wa innaa in syaa-allaahu bikum lalaahiquun, as-alullaaha lanaa wa lakumul 'aafiyah.
Artinya: "Semoga keselamatan terlimpah kepada kalian, wahai kaum mukmin penghuni kuburan ini. Sesungguhnya kami, insya Allah, benar-benar akan menyusul kalian. Aku memohon keselamatan kepada Allah buat kami dan kalian." (HR Muslim dalam Shahih Muslim)
Selain doa di atas, terdapat doa yang dapat umat Islam panjatkan untuk orang meninggal dunia. Doa ini biasa dibaca dalam sholat jenazah, termasuk ziarah kubur. Diriwayatkan dari Auf bin Malik, ia berkata, "Aku pernah mendengar Rasulullah SAW berdoa ketika sholat jenazah:
اللهمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ
Allaahummaghfir lahu warhamhu wa 'aafihi wa'fu 'anhu wa akrim nuzulahu wa wassi' mudkhalahu waghsilhu bil maa-i wats-tsalji wal baradi wa naqqihi minal khathaayaa kamaa naqqaytats-tsawbal abyadha minad-danasi wa abdilhu daaran khairan min daarihi wa ahlan khairan min ahlihi wa zawjan khairan min zawjihi wa adkhilhul jannata wa qihi fitnatal qabri wa 'adzaaban-naar.
Artinya: "Ya Allah! Ampuni dan rahmatilah dia, maafkan dan berilah dia keselamatan, muliakanlah tempat tinggalnya, lapangkanlah tempat masuknya, mandikanlah dia dengan air, salju dan es. Bersihkanlah dia dari kesalahan-kesalahan seperti baju putih yang dibersihkan dari kotoran. Berilah ia tempat tinggal yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya, istri yang lebih baik dari istrinya dan jagalah dia dari fitnah kubur dan siksa neraka." (HR Muslim dan Nasa'i)
Doa di atas dikutip dari buku Fikih Ibadah: Panduan Lengkap Berbadah Sesuai Sunnah Rasul susunan Hassan Ayyub.
Tujuan Ziarah Kubur
Dijelaskan dalam buku Panduan Fardhu Kifayah Beserta Doa oleh H. Sopian Riduan, tujuan dari pelaksanaan ziarah kubur adalah untuk mengingatkan umat Islam yang masih hidup bahwa kehidupan di dunia tidaklah kekal dan sebagai pengingat akan adanya hari akhir.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Sesungguhnya aku dahulu telah melarang kalian untuk berziarah kubur, maka (sekarang) berziarahlah karena akan bisa mengingatkan kalian kepada akhirat dan akan menambah kebaikan bagi kalian." (HR Muslim)
Ziarah kubur menjadi salah satu ibadah untuk menghormati orang-orang yang sudah meninggal dunia. Di Indonesia, ziarah kubur biasa dilakukan menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua
Ada beberapa hal yang dianjurkan dan dilarang dalam ziarah kubur. Untuk mengetahui lebih rinci, berikut tata cara ziarah kubur sesuai tuntunan Islam.
1. Berwudhu Sebelum Ziarah Kubur
Hal pertama yang dilakukan ketika akan ziarah kubur adalah berwudhu. Umat Islam dianjurkan berwudhu terlebih dahulu untuk menyempurnakan dan menyucikan niat dalam menjalankannya.
2. Mengucapkan Salam untuk Ahli Kubur
Kemudian, umat Islam juga dapat mengucapkan salam kepada ahli kubur ketika memasuki area pemakaman. Seperti yang diajarkan Rasulullah SAW, ketika memasuki area pemakaman, beliau membaca doa:
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا أَهْلَ الْقُبُوْرِ يَغْفِرُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمْ وَأَنْتُمْ سَلَفْنَا وَنَحْنَ بِالْأَثَرِ
As-salaamu 'alaikum yaa ahlal-qubuur, Yaghfirullaahu lanaa walakum, Wa'antum salafunaa wanahnu bil-atsar.
Artinya: "Salam sejahtera semoga tercurahkan kepada kalian wahai penduduk alam kubur, semoga Allah memberikan ampunan kepada kita dan kepada kalian, dan kalian telah mendahului kita dan (kelak) kita akan menyusul."
3. Menghadap Kiblat Saat Membaca Doa
Ketika akan mendoakan orang tua saat ziarah kubur, umat Islam dianjurkan untuk menghadap kiblat. Kemudian membaca tasbih, takbir, dan tahmid juga dianjurkan untuk menyempurnakan doa kepada almarhum dan almarhumah saat melakukan ziarah kubur.
4. Memanjatkan Doa
Umat Islam dapat memanjatkan doa dan membaca tasbih, takbir, tahmid, zikir, dan doa yang dikhususkan untuk orang tua ketika ziarah kubur. Kemudian mendoakan jenazah yang diakhiri dengan Al-Fatihah.
5. Membaca Surah Pendek dalam Al-Qur'an
Selain mendoakan orang tua, umat Islam juga dapat membacakan ayat-ayat pendek dalam Al-Qur'an. Sebagaimana diriwayatkan oleh al-Marwazi dari Ahmad bin Hanbal, beliau mengatakan, "Bila kalian masuk ke dalam taman makam (kuburan), maka bacalah Al-Fatihah, surah Al-Ikhlas, dan Al-Muawwidzatain (Al-Falaq dan An-Naas). Jadikanlah pahalanya untuk jenazah-jenazah tersebut, sesungguhnya pahalanya akan sampai kepada mereka."
6. Tidak Menginjak dan Menduduki Kuburan
Meski mendoakan orang yang kita kenal, seperti orang tua, kerabat atau orang yang kita cintai, umat Islam tetap harus menghormati almarhum dan almarhumah dengan cara tidak duduk atau menginjak bagian atas dari kuburan tersebut.
(kri/kri)











































Komentar Terbanyak
Tega! Oknum KBIH Diduga Tipu 140 Jemaah Haji, Transaksi hingga Rp 1,4 M
Cegah Korupsi, MUI Usul MBG Pakai Dapur Pesantren dan Benahi Pejabat BGN
MUI Minta Pelaku LGBT Dihukum Lebih Berat dari Perzinaan