Doa Taubat Nabi Adam yang Masih Dibaca Muslim hingga Kini

Doa Taubat Nabi Adam yang Masih Dibaca Muslim hingga Kini

Indah Fitrah Yani - detikHikmah
Jumat, 26 Jun 2026 05:00 WIB
Ilustrasi berdoa
Ilustrasi memanjatkan doa taubat Nabi Adam AS. Foto: @jcomp Freepik
Jakarta -

Setiap manusia tidak luput dari kesalahan. Namun, Islam mengajarkan bahwa pintu taubat selalu terbuka bagi setiap manusia yang mau mengakui dosa dan kembali kepada Allah SWT. Salah satu contohnya dapat dilihat dari kisah Nabi Adam AS yang segera memohon ampun setelah melakukan kesalahan.

Menurut buku The Power of Taubah karya Malik al Mughis dan M. Syahrur Rasyid, mengutip pendapat Ibnu Katsir, syarat pertama taubat adalah mengakui kesalahan yang telah dilakukan serta bersedia menerima konsekuensinya.

Sikap ini pun tampak jelas pada Nabi Adam AS yang tidak mencari-cari alasan atau menyalahkan pihak lain, melainkan langsung memohon ampun kepada Allah SWT.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Doa Taubat Nabi Adam AS dalam Al-Qur'an

Doa taubat Nabi Adam AS tercantum dalam surah Al-A'raf ayat 23. Doa ini dipanjatkan setelah Nabi Adam AS dan Hawa menyadari kesalahan karena melanggar larangan Allah SWT.

ADVERTISEMENT

رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ

Arab latin: Rabbanā ẓalamnā anfusana wa il lam tagfir lanā wa tar-ḥamnā lanakụnanna minal-khāsirīn

Artinya: "Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi."

Tafsir Surah Al-A'raf Ayat 23

Menurut Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, ayat ini berisi doa Nabi Adam AS dan Hawa setelah melanggar larangan Allah SWT.

Melalui doa tersebut, keduanya mengakui bahwa kesalahan yang terjadi berasal dari kelemahan manusia yang mudah terpengaruh oleh godaan iblis. Rasa ingin tahu yang tidak terkendali membuat mereka mengabaikan perintah Allah SWT.

Kesadaran itulah yang kemudian mendorong mereka untuk memohon ampun dan rahmat Allah. Mereka memahami bahwa tidak ada jalan keselamatan selain kembali kepada-Nya.

Dijelaskan juga bahwa ayat ini mengajarkan pentingnya kejujuran dalam menghadapi dosa. Nabi Adam AS dan Hawa tidak menyembunyikan kesalahan yang telah dilakukan, akan tetapi langsung mengakuinya secara terbuka di hadapan Allah SWT.

Kisah taubat Nabi Adam AS juga disebutkan dalam surah Al-Baqarah ayat 37. Pada ayat tersebut dijelaskan bahwa Allah SWT mengajarkan beberapa kalimat kepada Nabi Adam AS untuk memohon ampunan.

Setelah memanjatkan doa dengan penuh penyesalan, Allah SWT menerima taubat Nabi Adam AS dan Hawa. Dari peristiwa ini dapat diketahui begitu luasnya rahmat Allah bagi hamba yang ingin kembali ke jalan yang benar.




(inf/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads