Doa dan Tata Cara yang Dianjurkan Saat Ziarah ke Makam Wali

Doa dan Tata Cara yang Dianjurkan Saat Ziarah ke Makam Wali

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Sabtu, 04 Jul 2026 09:00 WIB
Sejumlah peziarah berdoa di samping makam Sunan Bonang di Tuban, Jawa Timur, Senin (16/2/2026). Menjelang Ramadhan, peziarah di salah satu makam wali atau penyebar agama Islam di Pulau Jawa itu meningkat dibanding hari biasanya yakni dari sekitar seribu hingga dua ribu orang per hari menjadi tujuh ribu hingga sepuluh ribu orang per hari. ANTARA FOTO/Muhammad Mada/wsj.
Makam Sunan Bonang di Jawa Timur (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Mada)
Jakarta -

Ziarah ke makam para wali jadi tradisi yang sering dilakukan di Indonesia. Wali dimaknai sebagai orang-orang pilihan Allah SWT yang diberi karamah dalam menyebarluaskan Islam.

Dikutip dari buku Panduan Wisata Religi Ziarah Wali Sanga Susunan I tulisan Rofi'ie da Ariniro, salah satu contoh wali yaitu wali songo atau wali sanga. Mereka memiliki peran dalam menyebarluaskan Islam di Indonesia, tepatnya daerah Jawa.

Hukum ziarah kubur dalam Islam diperbolehkan. Menurut buku M Quraish Shihab Menjawab tulisan Quraish Shihab, ziarah kubur pernah dilarang pada masa awal Islam karena banyak orang yang melakukan hal-hal dilarang ketika berziarah seperti berteriak berlebihan, memukul badan, meraung-raung saat menangis hingga mengultuskan kuburan serta meminta kepada selain Allah SWT.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, setelah ziarah kubur diperbolehkan oleh sang nabi, Rasulullah SAW sering keluar pada akhir malam untuk berziarah ke makam umat Islam di Baqi. Lokasinya tidak jauh dari Masjid Nabawi.

Dalil terkait ziarah kubur merujuk pada hadits berikut,

ADVERTISEMENT

"Aku tadinya melarang kalian ziarah kubur, kini aku telah diizinkan menziarahi kubur ibuku, maka ziarahilah kubur karena itu mengingatkan kamu kepada akhirat." (HR At Tirmidzi)

Tata Cara Ziarah ke Makam Wali

Masih dari sumber yang sama, berikut tata cara ziarah ke makam wali yang bisa diperhatikan muslim.

1. Niat Mengharap Rida Allah SWT

Tata cara ziarah ke makam wali yang paling utama adalah niatkan untuk mengharap rida kepada Allah SWT. Dengan begitu, ziarah ke makam wali yang dilakukan muslim mencegah timbulnya kemusyrikan.

2. Wudhu

Tata cara ziarah ke makam wali yang kedua yaitu berwudhu dengan air bersih. Wudhu tersebut diharapkan membuat doa yang dipanjatkan muslim mustajab.

3. Salam dan Mendoakan

Pastikan muslim mengucap salam saat ziarah sambil menghadap ke arah makam. Salam yang bisa diamalkan muslim sebagai berikut,

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمْ الْعَافِيَة

Assalaamu 'alaikum ahlad-diyaar, minal-mu'minīna wal-muslimīn, wa innā insyā-Allāhu bikum lalāḥiqūn, as-alullāha lanā wa lakumul 'āfiyah.

Artinya: "Salam keselamatan atas penghuni rumah-rumah (kuburan) dan kaum mukminin dan muslimin, mudah-mudahan Allah merahmati orang-orang yang terdahulu dari kita dan orang-orang yang belakangan, dan kami insyaallah akan menyusul kalian. Kami memohon kepada Allah keselamatan bagi kami dan bagi kalian." (HR Muslim)

Ada juga bacaan lain yang bisa dibaca muslim untuk salam, berikut bunyinya:

(sebut nama waliyullah) اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ يَا وَلِيَّ اللهِ اَلْعَارِفَ بِاللهِ اَلشَّيْخَ

صَاحِبَ هٰذِهِ الْمَقْبَرَةِ ، جِئْنَاكُمْ زَائِرِيْنَ وَعَلَى مَقَامِكُمْ وَاقِفِيْنَ وَ بِكَرَامَتِكُمْ مُتَوَسِّلِيْنَ ، لاَ تُرَدَّ عَلَيْنَا خَائِبِيْنَ اِسْتَوْدَعْنَا عِنْدَكُمْ شَهَادَةَ اَنْ لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ وَ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ

Assalaamu'alaikum yaa waliyyallah al-'aarif billaah As-Syaikh...... (Sebutkan Nama Waliyullay) shaahiiba haadzihil maqbarah, ji'naakum zaairiin, wa 'ala maqaamikum waaqifiin, wa bikaraamatikum mutawassiliin, laa turadda 'alainaa khaaibiin, istauda'naa 'indakum syahaadata an laa ilaaha illallah wa anna Muhammadar-rasuulullah

Artinya: "Kesejahteraan atasmu, duhai kekasih Allah, yang makrifat kepada Allah, Syekh.... (sebutkan nama waliyullahnya), penghuni kuburan ini, kami datang kepadamu dengan maksud berziarah, dan berdiri di hadapan makam (kemuliaan martabat)mu, dan bertawassul melalui karomahmu, janganlah engkau menolak kami dalam keadaan merugi. Kami menitipkan di sisimu kesaksian bahwasanya tiada tuhan yang haq disembah kecuali Allah, dan bahwasanya Nabi Muhammad itu utusan Allah."

4. Jangan Menggunakan Alas Kaki

Hendaknya muslim tidak menggunakan alas kaki ketika berjalan di area makam. Hal ini sesuai dengan ketentuan dari Nabi Muhammad SAW melalui hadits Basyir bin Khashashiah. Ia berkata:

"Ketika Rasulullah SAW sedang berjalan, secara tiba-tiba beliau memandang seorang laki-laki yang berjalan di antara kuburan dengan mengenakan sandal, lalu Rasulullah SAW bersabda, 'Wahai pemilik (yang memakai) sandal celakalah kamu, lepaskanlah sandalmu.' Maka, orang itu pun memandang tatkala ia mengetahui bahwa Rasulullah SAW, ia melepaskan kedua sandalnya dan melemparkannya." (HR Abu Dawud)

5. Berdoa Menghadap Kiblat

Saat membaca doa ziarah kubur, muslim dianjurkan menghadap ke arah kiblat. Ini dilakukan untuk menghindari kemusyrikan seperti memohon kepada selain Allah SWT.

Doa yang Dibaca Saat Ziarah ke Makam Wali

Merujuk pada sumber yang sama, berikut doa yang dibaca ketika ziarah ke makam wali.

1. Awali dengan bacaan surah Al Fatihah yang ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, para sahabat dan para wali
2. Membaca surah Al Qadr 7 kali
3. Membaca surah Al Fatihah, Al Falaq, An Naas, Al Ikhlas dan Ayat Kursi masing-masing 3 kali
4. Membaca surah Yasin sampai selesai
5. Membaca Tahlil
6. Tutup dengan doa ziarah kubur, berikut bacaannya:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ،

وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ

Allahummaghfìrlahu war hamhu wa 'aafìhìì wa'fu anhu, wa akrìm nuzuulahu wawassì' madhalahu, waghsìlhu bìl maa'ì watssaljì walbaradì, wa naqqìhì, mìnaddzzunubì wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì.

Waabdìlhu daaran khaìran mìn daarìhì wa zaujan khaìran mìn zaujìhì. Wa adkhìlhul jannata wa aìdzhu mìn adzabìl qabrì wa mìn adzabìnnaarì wafsah lahu fì qabrìhì wa nawwìr lahu fìhì.

Artinya: "Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran.

Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, istri yang lebih baik dari istrinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya." (HR Muslim)

Adab Ziarah Kubur yang Benar

Dinukil dari Buku Pintar 50 Adab Islam oleh Arfiani, berikut adab ziarah kubur yang perlu dipahami muslim.

  1. Mengucapkan salam
  2. Tidak mengenakan alas kaki di kuburan
  3. Membaca surah pendek
  4. Mendoakan mayat
  5. Tidak duduk dan berjalan di atas kuburan
  6. Menyiram air

Wallahu a'lam.




(aeb/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads