Makkah - Gua Hira di Jabal Nur kembali dipadati jamaah dari berbagai negara. Tempat turunnya wahyu pertama ini menjadi destinasi ziarah spiritual favorit di Tanah Suci.
Galeri detikHikmah
Ziarah ke Gua Hira, Perjalanan Spiritual Menembus Jejak Kenabian
Gua Hira di Jabal Nur, Makkah, Arab Saudi, kembali dipadati umat Islam dari berbagai negara yang datang untuk berziarah dan menapaktilasi jejak sejarah Islam. Di tengah berlangsungnya musim haji dan umrah, lokasi bersejarah tersebut menjadi salah satu destinasi spiritual yang banyak dikunjungi jamaah untuk mengenang perjalanan kenabian Nabi Muhammad SAW. ANTARA FOTO/Citro Atmoko
Gua Hira memiliki makna yang sangat penting bagi umat Islam. Di tempat inilah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama dari Allah SWT melalui Malaikat Jibril, yang kemudian menjadi awal turunnya Al-Qur'an. Peristiwa agung tersebut menjadikan Gua Hira sebagai simbol awal penyebaran risalah Islam dan salah satu situs sejarah yang paling dihormati di dunia Islam. ANTARA FOTO/Citro Atmoko
Meski harus menempuh perjalanan mendaki Jabal Nur yang cukup terjal dan menguras tenaga, hal itu tidak menyurutkan semangat para jamaah. Mereka rela berjalan menembus panasnya cuaca Makkah demi mencapai gua kecil yang berada di puncak bukit tersebut. ANTARA FOTO/Citro Atmoko
Bagi banyak peziarah, perjalanan menuju Gua Hira bukan sekadar wisata religi, melainkan bentuk refleksi spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengenang perjuangan Rasulullah SAW dalam menerima wahyu. ANTARA FOTO/Citro Atmoko
Suasana khusyuk terlihat di sekitar kawasan Jabal Nur. Para jamaah tampak berdoa, berzikir, dan mengabadikan momen saat berada di lokasi bersejarah tersebut. Kehadiran peziarah dari berbagai penjuru dunia menunjukkan bahwa Gua Hira tetap menjadi magnet spiritual yang kuat bagi umat Islam, sekaligus menjadi pengingat akan peristiwa penting yang mengubah perjalanan sejarah peradaban manusia. ANTARA FOTO/Citro Atmoko

Komentar Terbanyak
DPR RI Dukung Desakan MUI Tindak Tegas Pelaku LGBT
Dukung MBG, Muhammadiyah Dorong Penguatan Tata Kelola
PBNU Umumkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada Rabu 17 Juni 2026