Agar Perlindungan Jemaah Maksimal, Jumlah Petugas Haji dari TNI-Polri Naik 100% Lebih

Agar Perlindungan Jemaah Maksimal, Jumlah Petugas Haji dari TNI-Polri Naik 100% Lebih

Hanif Hawari - detikHikmah
Rabu, 14 Jan 2026 13:17 WIB
Menhaj Mochamad Irfan Yusuf (kiri) dan Dirjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Jaenal Effendi (kanan) saat ditemui di Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Menhaj Mochammad Irfan Yusuf (kiri) dan Dirjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Jaenal Effendi (kanan) saat ditemui di Jakarta, Rabu (14/1/2026). Foto: Hanif Hawari/BeritaKlik
Jakarta -

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, memastikan adanya penambahan personel petugas haji dari unsur TNI dan Polri untuk musim haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Penambahan ini dilakukan demi memperkuat kedisiplinan dan pelayanan kepada jemaah.

Gus Irfan mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Jumlah petugas dari unsur TNI-Polri melonjak drastis dibandingkan tahun sebelumnya.

"Tahun kemarin petugas dari TNI dan Polri ada 70 sekian, hari ini kita tambah menjadi 170 sekian," kata Gus Irfan saat ditemui di acara Penguatan Tata Kelola Haji di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya, terdapat penambahan sekitar 100 personel atau meningkat lebih dari 100 persen. Penambahan ini, menurut Gus Irfan, bertujuan untuk memastikan jemaah mendapatkan pelayanan terbaik dan perlindungan maksimal selama di Tanah Suci.

Selain TNI-Polri, Gus Irfan juga memastikan adanya penambahan petugas dari tenaga kesehatan (nakes). Namun, ia tidak tahu persis berapa jumlahnya.

ADVERTISEMENT

"Tenaga kesehatan ditambah. Angkanya belum tahu percis saya," tutur Gus Irfan.

Kendati demikian, Gus Irfan lebih menekankan pada pengetatan pemeriksaan kesehatan awal bagi jemaah. Agar pelaksanaan haji 2026 berjalan lancar.

"Tapi lebih penting lagi pemeriksaan kesehatan awal ini lebih serius," lanjutnya.

Tadi pagi, Gus Irfan sempat memantau pendidikan dan pelatihan (diklat) para petugas haji di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta. Ia turun langsung ke lapangan untuk memantau kualitas pelatihan hingga urusan logistik petugas.

"Saya dari pagi ke sana, saya lihat, saya pantau apa makanannya, sarapannya tadi. Salah satu tujuan diklat adalah fisik disiapkan, disiplin disiapkan, pengenalan medan, pengetahuan haji, hingga bahasa Arab," tuturnya.

Tak hanya soal teknis, Gus Irfan menekankan pentingnya bonding atau ikatan emosional antarpetugas. Ia mengaku senang melihat kekompakan para calon petugas yang mulai terbangun saat diklat.

"Tadi saya lihat ada gerombolan petugas lagi ngopi di ruang makan, dan ini ternyata memang berasal dari berbagai sumber. Jadi ada semacam kekompakan di antara mereka," tambahnya.




(hnh/erd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads