Israel Ambil Alih Masjid Ibrahimi di Hebron, Apa yang Akan Terjadi?

Israel Ambil Alih Masjid Ibrahimi di Hebron, Apa yang Akan Terjadi?

Kristina - detikHikmah
Kamis, 18 Jun 2026 14:00 WIB
Cave of the Patriarchs or Cave of Machpelah, Sanctuary of Abraham, double tombs of Abraham and Sarah in Hebron, Israel
Masjid Ibrahimi di Hebron, Tepi Barat. Foto: Getty Images/iStockphoto/ValenZi
Jakarta -

Israel mengambil alih kendali atas Masjid Ibrahimi di Hebron, Tepi Barat dari Palestina. Langkah ini membatalkan sebagian perjanjian yang berlaku sejak tahun 90-an.

Dalam pengumuman yang disampaikan Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich pada Selasa (16/6/2026), dilansir Al Jazeera, ia telah "menghapus" bagian-bagian dari Perjanjian Hebron 1997 yang memberikan wewenang Dewan Kota Palestina di Hebron atas perencanaan, zonasi dan pembangunan di zona H2 kota Tepi Barat itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para pengamat menyebut apa yang dilakukan Israel sebagai langkah "sangat berbahaya". Direktur Dewan untuk Pemahaman Arab-Inggris Chris Doyle mengatakan Hebron telah menjadi kota paling tegang di Tepi Barat selama bertahun-tahun.

"Segala upaya untuk mengubah pengaturan di Hebron demi mengintensifkan pendudukan Israel sangatlah berbahaya," kata Chris kepada Al Jazeera.

ADVERTISEMENT

Mengapa Masjid Ibrahimi Penting?

Masjid Ibrahimi adalah tempat ibadah umat Islam yang dibangun di Kota Tua Hebron pada Abad Pertengahan setelah penaklukan Muslim. Masjid ini berdiri di atas kompleks makam kuno yang berusia ribuan tahun.

Tempat tersebut telah menjadi situs suci bersejarah bagi umat Islam, Kristen, dan Yahudi. Ketiga agama Ibrahimik percaya di tempat itulah Nabi Ibrahim, Ishaq, Yaqub, dan istri-istri mereka dimakamkan.

Situs ini juga dikenal dengan Tempat Suci Abraham. Orang Yahudi dan Kristen menyebutnya "Gua para Leluhur".

Selama lebih dari 1.400 tahun, situs ini telah digunakan sebagai masjid oleh warga Palestina, menurut Middle East Eye. Akses umat Yahudi meningkat setelah pendudukan Israel pada 1967 dan sebuah sinagoge dibangun di lokasi tersebut.

Israel berulang kali melakukan pembatasan terhadap muslim Palestina untuk beribadah di Masjid Ibrahimi. Mereka juga sering melarang azan dan pembatasan lainnya. Kerusuhan dan ketegangan kerap terjadi sejak pendudukan Israel. Tak heran para pengamat menyebut Hebron adalah kota paling tegang di Tepi Barat.

Apa yang Akan Terjadi usai Israel Caplok Masjid Ibrahimi?

Keputusan Israel mencaplok wewenang perencanaan dan pembangunan 20 persen wilayah kota yang diduduki diambil usai kabinet keamanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyetujui rencana awal tahun ini untuk mempermudah para pemukim membeli tanah di Tepi Barat dan memberikan lebih banyak wewenang hukum terhadap otoritas Israel di wilayah tersebut.

Smotrich dalam pidatonya menyebut pengambilalihan wewenang perencanaan dan pembangunan Hebron tempat berdirinya Masjid Ibrahimi akan memperkuat "kedaulatan Israel" di Tepi Barat. Dia ingin menghapus gagasan negara Palestina di Tepi Barat.

Kantor Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyebut perebutan kekuasaan itu adalah "pelanggaran terhadap status politik dan hukum Hebron" dan melanggar hukum internasional.

Kepresidenan Palestina, dilansir WAFA, mengutuk tindakan sepihak itu. Menurutnya, Israel telah melanggar perjanjian yang ditandatangani dan hukum internasional serta legitimasi internasional yang melarang perubahan status quo di wilayah pendudukan Negara Palestina.

Palestina menyerukan masyarakat internasional khususnya pemerintah Amerika Serikat segera turun tangan dan memaksa otoritas Israel membatalkan "keputusan yang sangat berbahaya" itu.




(kri/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads