Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid menyoroti persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 di Arab Saudi yang belum sepenuhnya rampung. Hal ini disampaikan setelah dirinya melakukan kunjungan kerja ke Tanah Suci untuk meninjau kesiapan berbagai fasilitas yang akan digunakan oleh jemaah, termasuk jemaah asal Indonesia.
Abdul Wachid menyoroti sejumlah catatan penting dalam aspek teknis penyelenggaraan haji. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, ia menyebut kesiapan fasilitas di beberapa titik krusial masih belum mencapai tahap maksimal.
Peninjauan dilakukan di berbagai lokasi utama yang menjadi pusat aktivitas jemaah haji, mulai dari pemondokan, layanan katering, hingga kawasan Arafah, Mina, dan Muzdalifah. Selain itu, sarana transportasi seperti bus Sholawat juga turut menjadi perhatian dalam evaluasi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami melangkah dari mulai mengecek pemondokan, terus katering, dan Arafah, Mina, Muzdalifah, sama bus Sholawat. Nah, persiapan ini memang kami lihat di situasi sana belum maksimal 100 persen ya. Masih ada yang perlu pembenahan terkait ketersediaan tenda di Arafah dan Mina," kata Wachid di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, dilansir detikNews, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, fasilitas tenda di Arafah dan Mina menjadi salah satu aspek vital yang harus segera diselesaikan. Mengingat kedua lokasi tersebut merupakan tempat utama pelaksanaan rangkaian puncak ibadah haji, keterlambatan dalam penyediaan sarana dapat berdampak langsung pada kenyamanan dan keselamatan jemaah.
Oleh karena itu, ia minta pihak penyedia layanan (syarikah) serta otoritas terkait di Arab Saudi mempercepat proses pembangunan dan penyempurnaan fasilitas yang masih kurang. Terlebih, situasi di Arab Saudi saat ini cukup ketat, terutama dalam pengawasan terhadap warga nonjemaah haji.
"Ini ketat-ketatnya, sehingga di sana banyak razia, dan diharapkan untuk persiapan ini benar-benar syarikah menyiapkan tenaga untuk membangun Arafah, Mina, Muzdalifah," ungkapnya.
Keamanan Pelaksanaan Ibadah Haji
Dari sisi keamanan, pemerintah Arab Saudi disebut tetap optimistis pelaksanaan ibadah haji tahun ini dapat berjalan dengan lancar, aman, dan terkendali, meskipun masih terjadi konflik di kawasan Timur Tengah.
"Menyangkut situasi keamanan di sana, alhamdulillah ya, dari persiapan ini, pemerintah Arab Saudi optimistis bahwa haji tahun 2026 tetap berjalan dengan baik, situasinya aman," kata Wachid.
Optimisme tersebut, lanjutnya, juga dibarengi dengan harapan besar akan terciptanya perdamaian di kawasan Timur Tengah. Terutama terkait konflik yang melibatkan beberapa negara seperti Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang hingga kini masih menjadi perhatian dunia internasional.
"Kita diminta untuk berharap untuk berdoa ya, upaya perdamaian segera terwujud yaitu di Timur Tengah segera terwujud antara Iran dan Israel, sama Amerika, ini, ini yang selalu disampaikan kepada kami," ujarnya.
"Dubes Indonesia, Dubes Indonesia yang ada di Arab Saudi juga menyampaikan demikian, baik Dubes Arab Saudi yang di Indonesia juga menyampaikan demikian. Nah, itu yang kami sangat antusias," sambungnya.
Baca berita selengkapnya di sini.
(dvs/kri)

Komentar Terbanyak
MUI Minta Pelaku LGBT Dihukum Lebih Berat dari Perzinaan
DPR RI Dukung Desakan MUI Tindak Tegas Pelaku LGBT
Dukung MBG, Muhammadiyah Dorong Penguatan Tata Kelola