Kartu Nusuk Jemaah Haji RI Tertahan di Bea Cukai, Kemenhaj Turun Tangan

Kartu Nusuk Jemaah Haji RI Tertahan di Bea Cukai, Kemenhaj Turun Tangan

Hanif Hawari - detikHikmah
Rabu, 15 Apr 2026 13:34 WIB
Petugas syarikah menyiapkan kartu Nusuk yang akan dibagikan kepada jamaah calon haji Indonesia Kloter 32 UPG di Hotel Al Sadoon 1, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (24/5/2025). Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Hilman Latief
Ilustrasi kartu nusuk (Foto: ANTARA FOTO/Andika Wahyu)
Jakarta -

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, buka suara terkait distribusi Kartu Nusuk untuk jemaah haji Indonesia tahun 2026. Ia mengungkapkan, saat ini masih ada sebagian kartu yang tertahan di Bea Cukai.

Gus Irfan, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa pihaknya telah memanggil dua perusahaan penyedia layanan haji (syarikah), yakni Syarikah Dhuyuf Al Bait dan Rakeen Mashariq Al Mutayizah Company for Pilgrim Service, untuk memastikan kesiapan kartu identitas resmi jemaah tersebut.

"Rakeen Mashariq mengatakan (Kartu) Nusuk sudah semua tiba di Indonesia dan sudah dipegang oleh syarikah," ujar Gus Irfan dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/4/2026), dikutip dari CNN Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, kondisi berbeda dialami oleh Syarikah Duyuf Al-Bayt. Meski kartu sudah sampai di tanah air sejak akhir pekan lalu, proses distribusinya masih terhambat urusan administrasi kepabeanan.

"Sampai pagi ini yang syarikah dari Duyuf Al-Bayt sudah melaporkan bahwa Kartu Nusuk sudah tiba di Indonesia Sabtu yang lalu, tapi belum keluar dari Bea Cukai," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Gus Irfan menegaskan, pemerintah tidak tinggal diam. Pihaknya sedang mengupayakan bantuan agar kartu-kartu tersebut bisa segera keluar dari Bea Cukai. Tujuannya satu: kartu harus sudah di tangan jemaah sebelum mereka terbang ke Tanah Suci.

"Jadi kita mencoba membantu syarikah untuk bisa mengeluarkan Kartu Nusuk dari Bea Cukai. Kita berharap Kartu Nusuk ini bisa dibagikan dan diaktivasikan kepada jemaah pada saat masih berada di embarkasi di Indonesia," tegasnya.

Langkah percepatan ini merupakan hasil evaluasi dari pelaksanaan haji tahun sebelumnya. Gus Irfan tak ingin kendala pembagian kartu di Arab Saudi terulang kembali.

Menurutnya, pada tahun lalu, pembagian Kartu Nusuk dilakukan saat jemaah sudah berada di Saudi, namun justru menimbulkan banyak masalah di lapangan. Banyak jemaah yang tidak mendapatkan kartu sehingga menghambat aktivitas ibadah mereka.

"Tahun kemarin Kartu Nusuk dibagikan di Saudi tapi banyak kendala terjadi di sana. Ada beberapa atau banyak jemaah yang tidak bisa mendapatkan Kartu Nusuk sehingga akibatnya untuk masuk ke Masjidil Haram pun agak mengalami kesulitan," pungkas Gus Irfan.

Kartu Nusuk sendiri merupakan dokumen krusial bagi jemaah. Tanpa kartu ini, jemaah akan kesulitan mengakses fasilitas di tempat suci, termasuk verifikasi saat memasuki kawasan Masjidil Haram dan pemesanan jadwal masuk ke Raudhah.




(hnh/erd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads