Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memastikan seluruh layanan bagi jemaah haji Indonesia di Makkah siap digunakan. Mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga transportasi, seluruhnya disiagakan menjelang pergerakan jemaah dari Madinah ke Makkah yang dijadwalkan mulai 1 Mei 2026.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ihsan Faisal, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran sektor untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap hotel-hotel yang akan ditempati jemaah.
"Kemarin, teman-teman sektor, Kepala Sektor yang sudah hadir, kita instruksikan untuk segera memulai mengecek seluruh hotel-hotel. Ya, termasuk fasilitas dalamnya, tempat tidurnya, kemudian kamar mandinya, fasilitas ruang makan, mushola, lobby, dan lain sebagainya," ujar Ihsan saat wawancara dengan tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, Arab Saudi, Jumat (24/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain akomodasi, layanan konsumsi juga menjadi perhatian utama. Jemaah dijadwalkan mendapatkan tiga kali makan setiap hari. Untuk menjamin kualitas layanan, tim advance Kemenag rutin melakukan pengecekan ke dapur-dapur penyedia konsumsi di wilayah Makkah.
"Tentu konsumsi jemaah menjadi sangat penting untuk, ya, kesehatan dan apa istilahnya, menjaga stamina para jemaah. Kita kemarin, mulai dari tim advance datang, tiap hari kita mengecek dapur-dapur konsumsi yang ada di daerah Makkah. Alhamdulillah, ya, sudah kita laksanakan tiap hari," tuturnya.
Dari sisi transportasi, Kemenhaj telah menyiapkan bus salawat yang akan beroperasi selama 24 jam. Bus ini akan mengantar jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram dan sebaliknya, sehingga memudahkan mobilitas jemaah dalam beribadah.
Setiap hotel akan dilengkapi titik halte sebagai lokasi keberangkatan bus. Untuk hotel yang berdekatan, satu halte akan digunakan bersama, sementara hotel besar akan memiliki halte tersendiri.
"Khusus untuk bus salawat ini, di depan masing-masing hotel, ada halte. Jadi, ada beberapa hotel mungkin yang berdekatan, kita bikin satu halte. Ada hotel yang besar, mungkin kita bikin satu halte. Nah, dari situlah nanti para jemaah akan berangkat atau bergerak, dari apapun disini masing-masing, untuk diantarkan ke Masjidil Haram," katanya.
Untuk perjalanan kembali dari Masjidil Haram, tersedia sejumlah terminal utama, seperti Syib Amir, Ajyad, dan Jabal Ka'bah. Dari titik-titik tersebut, jemaah akan diantar kembali ke hotel masing-masing menggunakan bus salawat.
Hingga hari keempat operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, tercatat sebanyak 40 kelompok terbang (kloter) dengan total 15.349 jemaah telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9.884 jemaah yang tergabung dalam 25 kloter telah tiba di Madinah.
Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, menyampaikan bahwa seluruh proses keberangkatan berjalan lancar dengan layanan yang terus ditingkatkan.
Di sisi lain, layanan kesehatan di Daerah Kerja Madinah juga terus dipantau. Tercatat 93 jemaah menjalani rawat jalan, dua orang dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan satu jemaah dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi.
Ichsan menegaskan bahwa aspek kesehatan menjadi perhatian serius, sehingga setiap laporan yang masuk akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat layanan bagi jemaah. "Kami memastikan seluruh proses berjalan lancar dengan layanan yang terus dioptimalkan," ujar Ichsan.
"Kami menaruh perhatian serius pada aspek kesehatan. Setiap laporan menjadi dasar penguatan layanan agar jemaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman," imbuhnya.
(inf/inf)

Komentar Terbanyak
Ramai Keluhan soal Tahlilan, Begini Penjelasan soal Jamuan di Rumah Duka
BEM Psikologi UI Sebut Homoseksual Bukan Penyimpangan, MUI Sentil Moral Kampus
Kemenag Tanggapi Hoaks Bolehkan Korupsi Asal Sesuai Syariat