Viral Rombongan UAS Dihadang Massa di Kutai Barat, Ini Faktanya

Viral Rombongan UAS Dihadang Massa di Kutai Barat, Ini Faktanya

Muhammad Budi Kurniawan - detikHikmah
Senin, 06 Jul 2026 17:00 WIB
Iring-iringan kendaraan UAS di hadang puluhan warga di Kutai Barat. (Istimewa)
Foto: Iring-iringan kendaraan UAS di hadang puluhan warga di Kutai Barat. (Istimewa)
Jakarta -

Rombongan Ustaz Abdul Somad (UAS) sempat mendapat penolakan saat tiba di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, untuk menghadiri rangkaian Tabligh Akbar. Insiden tersebut terjadi saat rombongan keluar dari Bandara Melalan pada Jum'at (03/07/2026).

Dikutip dari detikKalimantan, Kasi Humas Polres Kutai Barat, Iptu Sukoco, mengatakan aksi penolakan berlangsung di gerbang keluar bandara saat UAS hendak melanjutkan perjalanan menuju Melak. Sekelompok orang yang mengatasnamakan Gerakan Pemuda Dayak menghadang iring-iringan kendaraan rombongan.

"Benar ada sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan warga Kutai Barat menyampaikan penolakan terhadap kehadiran UAS. Jumlahnya sekitar 20 sampai 25 orang," kata Sukoco saat dikonfirmasi detikKalimantan, Minggu (5/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah orang menghentikan laju kendaraan rombongan. Beberapa di antaranya bahkan terlihat naik ke atas mobil meskipun lokasi telah dijaga aparat gabungan dari Polri dan TNI.

Sukoco membenarkan video yang viral tersebut. Meski demikian, ia memastikan situasi dapat dikendalikan sehingga tetap berlangsung aman dan kondusif.

ADVERTISEMENT

Untuk mencegah gangguan terhadap UAS, aparat menerapkan strategi pengamanan dengan mengubah susunan kendaraan dalam iring-iringan. Mobil yang sempat dihentikan massa ternyata bukan kendaraan yang ditumpangi UAS, melainkan kendaraan pengawal.

"Seolah-olah UAS berada di mobil itu, padahal beliau sudah berada di kendaraan lain dan lebih dulu melintas. Saat mereka memeriksa kendaraan tersebut, ternyata UAS tidak ada di dalamnya," jelas Sukoco.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelum kedatangan UAS, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama tokoh adat, tokoh masyarakat, dan sejumlah pemangku kepentingan telah mengadakan rapat koordinasi. Dalam pertemuan tersebut seluruh pihak disebut telah menyepakati agenda kehadiran UAS di Kutai Barat.

"Namun ternyata di lapangan mereka tetap melakukan aksi," ujarnya.

Dalam pengamanan kegiatan Tabligh Akbar, kepolisian mengerahkan sekitar 500 personel gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta unsur masyarakat.

Menurut Sukoco, seluruh rangkaian kegiatan, baik di Islamic Center maupun di Pondok Pesantren As-Salam, berlangsung dengan aman dan lancar. Ia menegaskan tidak ada aksi lanjutan selama acara berlangsung.

Sebagai informasi, UAS hadir di Kutai Barat untuk mengisi ceramah dalam Tabligh Akbar yang digelar dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di kawasan Islamic Center Masjid Al-Muttaqin, Kecamatan Melak. Selain itu, ia juga menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-34 Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning.




(lus/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads