Jemaah haji tidak perlu mengantre lama di lobi hotel untuk mendapatkan kunci kamar. Hal ini disampaikan Kepala Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ihsan Faisal saat menjelaskan skema baru dalam proses kedatangan jemaah di hotel Makkah.
Dengan sistem ini, jemaah tidak perlu lagi mengantre lama di lobi hotel. Disebutkan Ihsan, saat bus tiba di hotel, jemaah tetap berada di dalam kendaraan. Sementara itu, ketua rombongan akan mewakili untuk mengambil kunci kamar di lobi.
"Jadi proses teknisnya, ketika jemaah datang, ini satu kloter. Nanti ketua kloter melaporkan, kemudian ketua rombongan akan dipanggil ke lobi hotel oleh petugas akomodasi sektor terkait untuk menerima kunci," kata Ihsan di Kantor Daker Makkah, Sabtu (25/4/).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan skema ini, jemaah yang baru tiba setelah perjalanan panjang bisa langsung menuju kamar tanpa harus melalui proses administrasi yang memakan waktu. Sistem ini dirancang untuk memangkas antrean sekaligus meningkatkan kenyamanan.
Setelah kunci dibagikan ketua rombongan, jemaah bisa langsung turun dari bus dan menuju kamar masing-masing. Tak hanya itu, proses distribusi bagasi juga ditangani sepenuhnya oleh petugas. Sehingga, jemaah tidak perlu membawa koper besar sendiri ke kamar.
"Sementara proses itu, jemaah masih di bis. Kemudian barang-barang (koper) loading oleh petugas. Jadi jemaah tidak mengangkut barang-barang bagasi. Kalau sudah siap, baru jemaah turun," jelasnya.
Langkah ini dilakukan demi keamanan serta mempercepat proses penempatan barang ke setiap lantai hotel. PPIH juga memastikan pengaturan kamar dilakukan sejak awal, termasuk pemisahan antara jemaah laki-laki dan perempuan sesuai data manifest kloter.
Dengan sistem yang lebih ringkas ini, proses kedatangan jemaah diharapkan berjalan lebih tertib, cepat, dan nyaman, sehingga jemaah dapat segera beristirahat sebelum melanjutkan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
(inf/inf)












































Komentar Terbanyak
Cegah Korupsi, MUI Usul MBG Pakai Dapur Pesantren dan Benahi Pejabat BGN
Tega! Oknum KBIH Diduga Tipu 140 Jemaah Haji, Transaksi hingga Rp 1,4 M
MUI Minta Pelaku LGBT Dihukum Lebih Berat dari Perzinaan