Puasa Muharram 2026 sayang dilewatkan begitu saja. Mengingat Muharram adalah bulan baik untuk puasa setelah Ramadan.
Rasulullah SAW bersabda:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمِ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Allah Muharram dan sebaik-baik salat setelah salat fardhu adalah salat malam." (HR Muslim dari Abu Hurairah)
Hadits serupa terdapat dalam Sunan Ibnu Majah,
٧٤٠- (صَحِيحٌ) حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو
عَوَانَةَ، عَنْ أَبِي بِشْرٍ، عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحِمْيَرِي، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ : ((أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ، شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ)). حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ. .]إِبْنُ مَاجَهِ)) (١٧٤٢) م
Artinya: 740 - (Hadits shahih) Dari Qutaibah, dari Abu Awanah, dari Abu Bisyr, dari Humaid bin Abdurrahman al-Himyari, dari Abu Hurairah, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Puasa yang paling utama setelah puasa bulan Ramadan adalah puasa bulan Muharram." (Hadits riwayat Abu Hurairah adalah hadits hasan shahih. Sunan Ibnu Majah, No. 1742: Shahiih Muslim)
Puasa Muharram yang paling populer dan sangat dianjurkan adalah puasa Asyura. Puasa ini dikerjakan pada 10 Muharram. Dalam pelaksanaannya, puasa Asyura bisa diiringi puasa Tasua pada 9 Muharram.
Selain Tasua dan Asyura, puasa yang bisa dilakukan pada bulan Muharram adalah puasa Ayyamul Bidh, Senin dan Kamis, dan puasa Daud. Berikut jadwal puasa Muharram 2026 lengkap bacaan niatnya!
Jadwal Puasa Muharram 2026
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 terbitan Kementerian Agama RI, 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Dengan demikian, puasa Muharram bisa dilakukan pada tanggal-tanggal berikut:
- Puasa Tasua/9 Muharram: Rabu, 24 Juni 2026
- Puasa Asyura/10 Muharram: Kamis, 25 Juni 2026
- Puasa Ayyamul Bidh/13, 14, 15 Muharram: Minggu-Selasa, 28-30 Juni 2026
- Puasa Daud: Mulai Selasa, 16 Juni 2026 dilakukan berselang-seling
- Puasa Senin dan Kamis:
Kamis, 18 Juni 2026
Senin, 22 Juni 2026
Kamis, 25 Juni 2026 (bertepatan dengan hari Asyura)
Senin, 29 Juni 2026 (bertepatan Ayyamul Bidh hari kedua)
Kamis, 2 Juli 2026
Senin, 6 Juli 2026
Kamis, 9 Juli 2026
Senin, 13 Juli 2026
Niat Puasa Muharram
نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shaumal Muharrami lilâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku niat puasa Muharram karena Allah Ta'ala."
Niat Puasa Tasua
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatit Tasû'â lillâhi ta'âlâ
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Tasua esok hari karena Allah Ta'ala."
Niat Puasa Asyura
نَوَيْتُ صَوْمَ عَشْرَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma 'asyura sunnatan lillaahi ta'aala.
Artinya: "Aku berniat puasa Asyura, sunnah karena Allah Ta'ala."
Niat Puasa Ayyamul Bidh
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ayyâmil bîdl sunnatan lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Saya niat puasa sunnah Ayyamul Bidh karena Allah Ta'ala."
Niat Puasa Senin
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yaumil itsnaini lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah hari Senin karena Allah Ta'ala."
Niat Puasa Kamis
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yaumil khamîsi lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah hari Kamis karena Allah Ta'ala."
Niat Puasa Daud
نَوَيْتُ صَوْمَ دَاوُدَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma Dauda sunnatan lillâhi ta'âlâ
Artinya: "Saya niat puasa Daud sunnah karena Allah Ta'ala."
Keutamaan Puasa 10 Muharram
Puasa 10 Muharram atau hari Asyura memiliki keutamaan tersendiri. Menurut sebuah hadits yang terdapat dalam Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi, puasa Asyura bisa menghapus dosa setahun yang lalu.
وَعَنْ أَبِي قَتَادَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ سُئِلَ عَنْ صِيَامِ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، فَقَالَ: «يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
Artinya: "Dari Abu Qatadah RA bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa hari Asyura. Beliau menjawab, 'Puasa tersebut dapat melebur dosa setahun yang lalu'." (HR Muslim)
(kri/inf)












































Komentar Terbanyak
Cegah Korupsi, MUI Usul MBG Pakai Dapur Pesantren dan Benahi Pejabat BGN
Tega! Oknum KBIH Diduga Tipu 140 Jemaah Haji, Transaksi hingga Rp 1,4 M
MUI Minta Pelaku LGBT Dihukum Lebih Berat dari Perzinaan