- Bolehkah Puasa 1 Muharram Tanpa Tasua dan Asyura?
- Anjuran Berpuasa Asyura pada 10 Muharram
- Niat Puasa Muharram: Arab, Latin dan Artinya 1. Niat Puasa Muharram 2. Niat Puasa Tasua 3. Niat puasa Asyura
- Jadwal Puasa Muharram 2026 1. Jadwal Puasa Muharram Versi Pemerintah dan Muhammadiyah 2. Jadwal Puasa Muharram Versi NU
Puasa 1 Muharram banyak dikerjakan umat Islam. Sebagaimana diketahui, Muharram jadi bulan yang paling utama untuk berpuasa setelah Ramadan.
Nabi Muhammad SAW bersabda dalam haditsnya:
"Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadan adalah puasa pada bulan Allah - Muharram. Sementara salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam." (HR Muslim)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Muharram juga tergolong bulan istimewa karena termasuk satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah SWT. Terkait hal ini turut dijelaskan dalam hadits berikut:
"Sesungguhnya zaman itu telah berputar sebagaimana keadaannya sejak hari Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya adalah empat bulan yang suci. Tiga di antaranya berturut-turut yaitu Zulkaidah, Zulhijah, dan Muharram; serta bulan Rajab yang jatuh antara Jumadil Akhir dan Syakban." (HR Bukhari dari Abu Bakrah Nufai' ibnul Harits RA)
Meski demikian, tidak ada dalil khusus yang menganjurkan umat Islam berpuasa pada 1 Muharram. Nabi Muhammad SAW hanya menganjurkan perbanyak puasa saat Muharram tiba.
Bolehkah Puasa 1 Muharram Tanpa Tasua dan Asyura?
Puasa yang dikerjakan pada bulan Muharram secara keseluruhan hukumnya sunnah, termasuk Tasua dan Asyura. Kecuali jika muslim mengerjakan puasa qadha untuk mengganti utang bulan Ramadan atau puasa nazar.
Dinukil dari buku Dahsyatnya Puasa Sunnah oleh H Amirulloh Syarbini dkk, puasa Tasua dan Asyura dilakukan pada 9 serta 10 Muharram setiap tahunnya. Amalan sunnah ini mengandung keutamaan yang luar biasa.
Terkait kesunnahan puasa Tasua dan Asyura merujuk pada hadits dari Rasulullah SAW:
"Sungguh, jika aku masih hidup sampai tahun depan niscaya aku akan berpuasa pada tanggal 9 dan 10." (HR Al Khallal dengan sanad yang bagus dan dipakai hujjah oleh Ahmad)
Pada riwayat lainnya dijelaskan juga terkait puasa Tasua. Beliau bersabda:
"Hari ini hari Asyura, tidak diwajibkan atas kalian puasa. Dan aku berpuasa. Maka barang siapa yang ingin puasa maka berpuasalah, dan barang siapa yang tidak maka berbukalah." (HR Bukhari)
Puasa Tasua pada 9 Muharram menjadi pembeda dengan bangsa Yahudi yang berpuasa 10 Muharram. Namun, perlu digarisbawahi kedua amalan tersebut sifatnya sunnah, bukan wajib.
Begitu pula dengan puasa 1 Muharram yang tergolong puasa sunnah. Dengan demikian, muslim yang berpuasa pada 1 Muharram tetapi tidak mengerjakan puasa Tasua dan Asyura di 9-10 Muharram maka tetap mendapat pahala karena sejatinya amalan sunnah yang dikerjakan akan diganjar pahala, sedangkan jika ditinggalkan tidak berdosa.
Anjuran Berpuasa Asyura pada 10 Muharram
Walau bersifat sunnah, hendaknya muslim tidak meninggalkan puasa Asyura. Sebab, banyak keutamaan yang bisa diraih jika mengerjakannya.
Imam Muslim meriwayatkan hadits shahih tentang keutamaan puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu.
وَعَنْ أَبِي قَتَادَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ سُئِلَ عَنْ صِيَامِ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، فَقَالَ: «يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
Artinya: "Dari Abu Qatadah RA bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa hari Asyura. Beliau menjawab, 'Puasa tersebut dapat melebur dosa setahun yang lalu'." (HR Muslim)
Keutaman lain turut disebutkan dalam riwayat yang terdapat dalam kitab Fadha 'Ilul Quqat (Edisi Indonesia) oleh Imam Baihaqi terjemahan Muflih Kamil. Dari Ibnu Abbas RA, Nabi SAW bersabda:
"Barang siapa berpuasa pada hari Asyura, ditulis untuknya pahala ibadah enam puluh tahun termasuk di dalamnya ibadah puasa dan salatnya; barang siapa berpuasa pada hari Asyura akan diberi pahala sepuluh ribu malaikat; barang siapa berpuasa di hari Asyura akan diberi pahala yang setara dengan pahala seribu orang yang haji dan umrah; barang siapa berpuasa di hari Asyura akan diberi pahala sepuluh ribu mati syahid; barang siapa berpuasa Asyura sesungguhnya ia seperti orang yang memberi makan seluruh orang fakir dari umat Muhammad SAW dan membuat mereka semua kenyang; barang siapa membelai anak yatim dengan tangannya pada hari Asyura, maka akan diberikan untuknya untuk setiap rambut satu derajat di surga."
Selain itu, KH Yahya Zainul Ma'arif dalam ceramahnya juga menganjurkan muslim berpuasa pada 10 Muharram dan tidak melewatkannya.
"Tapi di antara (tanggal) 10 pada satu bulan (Muharram) itu ada hari istimewa yang harus Anda tekankan yaitu tanggal 10 Muharram. Jangan puasa di 1,2,3,4,5,6,7,8,9 (tapi tanggal) 10-nya buka (tidak puasa). Jangan gitu," ujarnya dalam YouTube Al Bahjah TV. detikHikmah telah mendapat izi mengutip channel tersebut.
Niat Puasa Muharram: Arab, Latin dan Artinya
Berikut niat puasa Muharram disertai Tasua dan Asyura seperti dikutip dari buku Buku Praktis Ibadah susunan Irwan dkk serta buku Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari karya Muh Hambali.
1. Niat Puasa Muharram
نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shaumal Muharrami lilâhi ta'ala.
Artinya: "Saya niat puasa Muharram karena Allah Ta'ala."
2. Niat Puasa Tasua
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnatil tasu'a lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat puasa sunah Tasua esok hari karena Allah Ta'ala."
3. Niat puasa Asyura
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnati asyura lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah Ta'ala."
Jadwal Puasa Muharram 2026
Jadwal puasa Muharram 2026 versi pemerintah dan Muhammadiyah berbeda dengan Nahdlatul Ulama (NU). Pemerintah dan Muhammadiyah menetapkan 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026 sedangkan NU menetapkan awal Muharram sehari setelahnya yaitu Rabu, 17 Juni 2026.
1. Jadwal Puasa Muharram Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
Selasa, 16 Juni 2026 / 1 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Rabu, 17 Juni 2026 / 2 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Kamis, 18 Juni 2026 / 3 Muharram 1448 H : Puasa Muharram dan puasa sunnah Kamis
Jumat, 19 Juni 2026 / 4 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Sabtu, 20 Juni 2026 / 5 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Minggu, 21 Juni 2026 / 6 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Senin, 22 Juni 2026 / 7 Muharram 1448 H : Puasa Muharram dan puasa sunnah Senin
Selasa, 23 Juni 2026 / 8 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Rabu, 24 Juni 2026 / 9 Muharram 1448 H : Puasa Tasua
Kamis, 25 Juni 2026 / 10 Muharram 1448 H : Puasa Asyura dan puasa sunnah Kamis
Jumat, 26 Juni 2026 / 11 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Sabtu, 27 Juni 2026 / 12 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Minggu, 28 Juni 2026 / 13 Muharram 1448 H : Puasa Ayyamul Bidh
Senin, 29 Juni 2026 / 14 Muharram 1448 H : Puasa Ayyamul Bidh dan Puasa sunnah Senin
Selasa, 30 Juni 2026 / 15 Muharram 1448 H : Puasa Ayyamul Bidh
Rabu, 1 Juli 2026 / 16 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Kamis, 2 Juli 2026 / 17 Muharram 1448 H : Puasa sunnah Kamis
Jumat, 3 Juli 2026 / 18 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Sabtu, 4 Juli 2026 / 19 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Minggu, 5 Juli 2026 / 20 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Senin, 6 Juli 2026 / 21 Muharram 1448 H : Puasa sunnah Senin
Selasa, 7 Juli 2026 / 22 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Rabu, 8 Juli 2026 / 23 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Kamis, 9 Juli 2026 / 24 Muharram 1448 H : Puasa sunnah Kamis
Jumat, 10 Juli 2026 / 25 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Sabtu, 11 Juli 2026 / 26 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Minggu, 12 Juli 2026 / 27 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Senin, 13 Juli 2026 / 28 Muharram 1448 H : Puasa sunnah Senin
Selasa, 14 Juli 2026 / 29 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Rabu, 15 Juli 2026 / 30 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
2. Jadwal Puasa Muharram Versi NU
Rabu, 17 Juni 2026 / 1 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Kamis, 18 Juni 2026 / 2 Muharram 1448 H : Puasa Muharram dan puasa sunnah Kamis
Jumat, 19 Juni 2026 / 3 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Sabtu, 20 Juni 2026 / 4 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Minggu, 21 Juni 2026 / 5 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Senin, 22 Juni 2026 / 6 Muharram 1448 H : Puasa Muharram dan puasa sunnah Senin
Selasa, 23 Juni 2026 / 7 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Rabu, 24 Juni 2026 / 8 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Kamis, 25 Juni 2026 / 9 Muharram 1448 H : Puasa Tasua dan puasa sunnah Kamis
Jumat, 26 Juni 2026 / 10 Muharram 1448 H : Puasa Asyura
Sabtu, 27 Juni 2026 / 11 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Minggu, 28 Juni 2026 / 12 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Senin, 29 Juni 2026 / 13 Muharram 1448 H : Puasa Ayyamul Bidh dan Puasa sunnah Senin
Selasa, 30 Juni 2026 / 14 Muharram 1448 H : Puasa Ayyamul Bidh
Rabu, 1 Juli 2026 / 15 Muharram 1448 H : Puasa Ayyamul Bidh
Kamis, 2 Juli 2026 / 16 Muharram 1448 H : Puasa sunnah Kamis
Jumat, 3 Juli 2026 / 17 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Sabtu, 4 Juli 2026 / 18 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Minggu, 5 Juli 2026 / 19 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Senin, 6 Juli 2026 / 20 Muharram 1448 H : Puasa sunnah Senin
Selasa, 7 Juli 2026 / 21 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Rabu, 8 Juli 2026 / 22 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Kamis, 9 Juli 2026 / 23 Muharram 1448 H : Puasa sunnah Kamis
Jumat, 10 Juli 2026 / 24 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Sabtu, 11 Juli 2026 / 25 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Minggu, 12 Juli 2026 / 26 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Senin, 13 Juli 2026 / 27 Muharram 1448 H : Puasa sunnah Senin
Selasa, 14 Juli 2026 / 28 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Rabu, 15 Juli 2026 / 29 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Kamis, 16 Juli 2026 / 30 Muharram 1448 H : Puasa Muharram dan puasa sunnah Kamis
(aeb/kri)












































Komentar Terbanyak
Cegah Korupsi, MUI Usul MBG Pakai Dapur Pesantren dan Benahi Pejabat BGN
Tega! Oknum KBIH Diduga Tipu 140 Jemaah Haji, Transaksi hingga Rp 1,4 M
MUI Minta Pelaku LGBT Dihukum Lebih Berat dari Perzinaan