KKHI Makkah Perkuat Layanan Kesehatan Haji untuk Wanita dan Lansia Rentan

Kabar Haji Bersama Telkomsel

KKHI Makkah Perkuat Layanan Kesehatan Haji untuk Wanita dan Lansia Rentan

Rachmatunnisa - detikHikmah
Minggu, 03 Mei 2026 08:00 WIB
KKHI Makkah Perkuat Layanan Kesehatan Haji untuk Wanita dan Lansia Rentan
Kepala KKHI Daerah Kerja (Daker) Makkah, dr Mohammad Rizki. Foto: Media Center Haji 2026
Makkah -

Pelayanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia di Makkah terus diperkuat, termasuk dengan pendekatan ramah bagi wanita dan lansia. Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) menyiapkan sistem layanan berjenjang hingga dukungan tenaga spesialis, termasuk untuk gangguan kesehatan mental.

Kepala KKHI Daerah Kerja (Daker) Makkah, dr Mohammad Rizki, mengatakan pihaknya memberikan perhatian khusus pada jemaah dengan kondisi tertentu, termasuk pasien dengan gangguan demensia.

"Jemaah-jemaah yang kemudian ternyata bermasalah dengan masalah kesehatan, khususnya pasien-pasien demensia. Jadi kita tetap sediakan, kami di sini di KKHI punya dua dokter spesialis kedokteran jiwa," ujarnya, ditemui awak media di KKHI Daker Makkah,

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain di KKHI, tenaga kesehatan juga disiagakan di sektor dan kloter untuk melakukan deteksi dini kondisi jemaah. Menurut dr Rizki, tenaga kesehatan kloter menjadi garda terdepan dalam mengenali kondisi jemaah, termasuk gangguan psikologis.

"Mungkin deteksi awal tetap dilakukan oleh teman-teman tenaga kesehatan kloter. Mereka yang sebagai pendamping yang mungkin akan bisa mengenali gejala awal," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Jika kondisi jemaah tidak dapat ditangani di tingkat kloter karena keterbatasan obat atau fasilitas, maka jemaah dapat dirujuk ke KKHI untuk penanganan lanjutan oleh dokter spesialis, termasuk psikiater.

Namun, jika kondisi dinilai darurat, petugas juga dapat langsung merujuk jemaah ke rumah sakit Arab Saudi. "Teman-teman kloter ataupun teman-teman di sektor itu bisa menilai kegawatan dari segi medisnya," katanya.

Di KKHI, jemaah tidak dirawat inap seperti tahun-tahun sebelumnya. Penanganan dilakukan melalui sistem observasi singkat.

"Batasnya maksimal selama 4 jam. Jadi dalam 4 jam atau kurang, kami harus sudah menentukan apakah jemaah tersebut memang memerlukan perawatan lanjut," ujar dr Rizki.

Jika kondisi belum stabil, jemaah akan dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi. Sementara jika sudah membaik, jemaah dapat kembali ke kloter.

Di samping itu, sejalan dengan tagline haji ramah wanita, KKHI juga menyesuaikan layanan agar lebih nyaman bagi jemaah perempuan.

"Ruang observasi ini kita pisahkan antara jemaah pria dan jemaah wanita," kata dr Rizki.

Meski secara prinsip layanan kesehatan tidak dibedakan antara pria dan wanita, pemisahan ruang observasi ini diharapkan memberikan rasa aman dan nyaman bagi jemaah perempuan selama menjalani pemeriksaan atau penanganan.

Selain layanan fisik, KKHI juga memperhatikan aspek kesehatan mental jemaah, yang kerap muncul pada lansia, termasuk gejala demensia. Dengan adanya dokter spesialis jiwa serta sistem rujukan yang fleksibel, jemaah diharapkan mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.

Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan kesehatan haji yang tidak hanya responsif, tetapi juga ramah bagi kelompok rentan seperti wanita dan lansia selama menjalankan ibadah haji.




(rns/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads